|
DOSEN PENGAMPU
Prof.
Dr. H.A. Hafiz Anshary AZ, M.A
Dr.
H. Faisal Mubarak, M.A
|
MATA KULIAH
Sejarah Pemikiran
dan
Peradaban
Islam
|
RESUME BUKU
SEJARAH PERADAPAN ISLAM KARANGAN DEDI SUPRIYADI, M.AG
OLEH
NORA SUNARYO PUTRI
1502521458
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
PASCASARJANA
BANJARMASIN
2015
DAFTAR ISI
|
BAB 1
|
MENGENAL
KONSEP SEJARAH, KEBUDAYAAN, DAM PERADAPAN
|
|
|
A.
KONSEP
SEJARAH
B.
KONSEP
KEBUDAYAAN DAN PERADAPAN
|
|
|
1.
PENGERTIAN
KEBUDAYAAN
2.
HUBUNGAN
KEBUDAYAAN DAN PERADAPAN
|
|
BAB 2
|
PERIODESASI
PERKEMBANGAN PERADAPAN ISLAM
|
|
|
A.
GAMBARAN UMUM
PERIODESASI PERADAPAN ISLAM
B.
ISLAM
PERIODESASI KLASIK
|
|
|
1.
KEMAJUAN
ISLAM
2.
MASA
DISINTEGRASI
|
|
|
C.
PERIODE
PERTENGAHAN
|
|
|
1.
MASA
KEMUNDURAN
2.
MASA TIGA
KERAJAAN BESAR
|
|
|
D.
PERIODE
MODERN
|
|
BAB 3
|
PERADAPAN ISLAM PADA MASA ARAB PRA-ISLAM
|
|
|
A.
SILSILAH
BANGSA ARAB PRA-ISLAM
B.
PERADAPAN
ARAB PRA-ISLAM
|
|
BAB 4
|
PERADAPAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW
|
|
|
A.
KELAHIRAN
NABI MUHAMMAD SAW
B.
GAMBARAN UMUM
MISI MUHAMMAD SAW
C.
PERADABAN
PADA MASA ROSULULLAH SAW
|
|
|
1.
PEMBANGUNAN
MESJID NABAWI
2.
PERSAUDARAAN
ANTARA KAUM MUHAJIRIN DAN ANSHAR
3.
KESEPAKATAN
UNTUK SALING MEMBANTU ANTARA KAUM MUSLIMIN DAN NON-MUSLIMIN
4.
PELETAKAN
ASAS-ASAS POLITIK , EKONOMI DAN SOSIAL
|
|
BAB 5
|
PERADABAN
ISLAM PADA MASA KHULAFA AR-RASYIDIN
|
|
|
A.
KHALIFAH ABU
BAKAR ASH SHIDIQ
|
|
|
1.
KELAHIRAN ABU
BAKAR ASH SHIDIQ
2.
ABU BAKAR :
PERAN DAN FUNGSINYA
3.
PENYEBARAN
ISLAM PADA MASA ABU BAKAR
4.
FAKTOR
KEBERHASILAN KHALIFAH ABU BAKAR
5.
PERADABAN
PADA MASA ABU BAKAR
|
|
|
B.
KHALIFAH UMAR
IBN AL-KHATHTHAB
|
|
|
1.
KELAHIRAN
UMAR IBN AL-KHATHTHAB
2.
LATAR
BELAKANG KEHIDUPAN UMAR IBN AL-KHATHTHAB
3.
PENGANGKATAN
UMAR IBN AL-KHATHTHAB SEBAGAI KHALIFAH
4.
UMAR IBN KHATHTHAB:
MADINAH SEBAGAI NEGARA ADIKUASA
5.
PERADAPAN
PADA MASA KHALIFAH UMAR
|
|
|
C.
KHALIFAH
UTSMAN BIN AFFAN
|
|
|
1.
KELAHIRAN
UTSMAN BIN AFFAN
2.
PROSES
PENGANGKATAN KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN
3.
VISI DAN MISI
UTSMAN BIN AFFAN
4.
PERADABAN
PADA MASA UTSMAN BIN AFFAN
|
|
|
D.
KHALIFAH ALI
BIN ABU THALIB
|
|
|
1.
PROSES
PENGANGKATAN ALI BIN ABI THALIB
2.
KEKHALIFAHAN
ALI BIN ABI THALIB
3.
PERISTIWA
TAHKIM PADA MASA ALI BIN ABI THALIB
|
|
BAB 6
|
PERADABAN
ISLAM PADA MASA MUAWIYAH TIMUR (661-680 M.) DAN ANDALUSIA (705-680 M.)
|
|
|
A.
MASA UMAYAH
DI TIMUR (661-680 M.)
|
|
|
1.
POLA
ADMINISTRATIF PEMERINTAH UMAYAH
2.
EKSPANSI PADA
MASA UMAYAH
3.
PERADABAN
PADA MASA UMAYAH TIMUR
4.
ALIRAN-ALIRAN
KEAGAMAAN PADA MASA UMAYAH
|
|
|
B.
PENDIRIAN
UMAYAH DI ANDALUSIA
|
|
BAB 7
|
ISLAM DI
ANDALUSIA (SPANYOL)
|
|
|
A.
PENDAHULUAN
B.
SEJARAH
SINGKAT PENGUASAAN ISLAM ATAS SPANYOL
C.
KEMAJUAN
ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN
|
|
|
1.
FILSAFAT
2.
SAINS
3.
BAHASA SASTRA
DAN MUSIK
4.
SEJARAH DAN
GEOGRAFI
5.
FIQH
6.
KEMAJUAN
PEMBANGUNAN FISIK
|
|
|
D.
KEMUNDURAN
DAN KEHANCURAN
|
|
|
1.
MUNCULNYA
KHALIFAH-KHALIFAH YANG LEMAH
2.
KONFLIK
ANTARA ISLAM DAN KRISTEN
3.
MUNCULNYA
MULUK ATH-THAWAIR
4.
KEMEROSOTAN
EKONOMI
5.
SISTEM
PERALIRAN KEKUASAAN YANG TIDAK JELAS
|
|
BAB 8
|
PERADABAN ISLAM PADA MASA ABBASIYAH
|
|
|
A.
PERIODESASI
MASA ABBASIYAH
B.
PENDIRIAN
BANI ABBAS
C.
KEMAJUAN MASA
ABBASIYAH
1.
BIRO-BIRO
PEMERINTAHAN ABBASIAH
2.
SISTEM
MILITER
3.
WILAYAH
PEMERINTAHAN
4.
PERDAGANGAN
DAN INDUSTRI
5.
PERKEMBANGAN
BIDANG PERTANIAN
6.
ISLAMISASI
MASYARAKAT
7.
BIDANG
KEDOKTERAN
8.
PENDIDIKAN,
PERPUSTAKAAN, DAN TOKO BUKU
D.
KEMUNDURAN
DINASTI ABBASIYAH
1.
FAKTOR-FAKTOR
PENYEBAB KEMUNDURAN
E.
SEBAB-SEBAB
KEHANCURAN DINASTI ABBASIYAH
1.
FAKTOR
INTERNAL
2.
FAKTOR
EKSTERNAL
|
|
BAB 9
|
DINASTI-DINASTI
KECIL DI BAGIAN TIMUR BAGHDAD
|
|
|
A.
PENDAHULUAN
B.
DINASTI
THAHIRI (200-259 H /820-872 M)
C.
DINASTI
SAFFARIAH (867-903 M)
D.
DINASTI
SAMANIYAH (875-1004 M)
E.
KONDISI
SOSIAL, POLITIK, DAN EKONOMI DINASTI-DINASTI KECIL DI TIMUR
|
|
BAB 10
|
DINASTI-DINASTI
KECIL DI BARAT BAGHDAD
|
|
|
A.
PENDAHULUAN
B.
DINASTI
IDRISIYAH (789-926 M)
C.
DINASTI AGHLABIYAH
(800-909 M)
D.
DINASTI
THULUNIAH (869-905 M)
E.
DINASTI
IKHSIDIYAH (972-1150 M)
F.
DINASTI
HAMDANIAH (972-1152 M)
|
|
BAB 11
|
PERANG SALIB
DAN AKIBATNYA
|
|
|
A.
SEBAB
TERJADINYA
B.
PRIODESASI
PERANG SALIB
C.
AKIBAT PERANG
SALIB
|
|
BAB 12
|
INVANSI
MONGOL DAN AKIBATNYA
|
|
|
A.
SILSILAH
BANGSA MONGOL
B.
INVASI MONGOL
SAMPAI BAGHDAD JATUH
C.
BATAS
KEKUASAAN MONGOL
D.
AKIBAT
SERANGAN MONGOL TERHADAP ISLAM
|
|
BAB 13
|
ISLAM DI ASIA
TENGGARA
|
|
|
A.
ISLAM DI
INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN
|
|
|
1.
TEORI
KEDATANGAN ISLAM DI INDONESIA
2.
SEJARAH AWAL
MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
3.
AGAMA DAN
KEKUATAN POLITIK PADA MASA PRA-PENJAJAH
|
|
|
B.
ISLAM DI INDONESIA PASCA-KEMERDEKAAN
1. PENDAHULUAN
2. ISLAM
DALAM MASA REVOLUSI
3. EKSISTENSI
ISLAM DALAM DEMOKRASI PARLEMENTAL
4. ISLAM
DAN DEMOKRASI TERPIMPIN
C.
MALAKA
D.
SARAWAK,
SULU, DAN MINDANAU
E.
THAILAN DAN
BIRMA ( MYANMAR)
F.
SINGAPURA
G.
BRUNAI
H.
PERKEMBANGAN
ISLAM DI ASIA TENGGARA
|
|
BAB 14
|
KEKUASAAN ISLAM PERIODE TENGAH
|
|
|
A.
KERAJAAN
MAMLUK MESIR (648-922 H)
1.
MAMLUK BAHRI
2.
MAMLUK BURJI
3.
PERADAPAN
PADA MASA DINASTI MAMLUK
4.
BERAKHIRNYA
PEMERINTAHAN MAMLUK BURJI
B.
KERAJAAN
UTSMANI
1.
PENDAHULUAN
2.
ASAL USUL
UTSMANI
C.
KERAJAAN
SYAFAWI
1.
KONDISI
POLITIK DAN SOSIAL KERAJAAN SYAFAWI
2.
KONDISI
KEAGAMAAN
3.
KONDISI
EKONOMI
4.
KONDISI
BIDANG ILMU PENGERAHUAN
D.
KESULTANAN
DELHI
E.
KERAJAAN
MUGHAL
1.
KONDISI
POLITIK DAN SOSIAL KERAJAAN MUGHAL ABAT KE 17
2.
KONDISI
PENGETAHUAN SENI KERAJAAN MUGHAL ABAT KE 17
|
BAB I
MENGENAL KONSEP
SEJARAH, KEBUDAYAAN, DAN PERADABAN
A.
KONSEP SEJARAH
Sejarah, dalam bahasa Arab, tarikh atau history (inggris), adalah cabang ilmu
pengetahuan yang berkenaan dangan kronologi berbagai peristiwa. Definisi serupa
diungkapkan oleh Abd. Ar-Rahman As-Sakhawi bahwa sejarah adalah seni yang
berkaitan dengan serangkaian anekdot yang berbentuk kronologi peristiwa. Secara
teknis formula, Nisar Ahmad Faruqi menjelaskan formula yang digunakan di
kalangan sarjana Barat bahwa sejarah terdiri atas (man + time + space =
history).
Secara ringkas, menurut Gottschalk,
pengertian sejarah tidak lebih dari sebuah rekaman peristiwa masa lampau
manusia dengan segala sisinya. Sementara itu, Ibn. Khaldun berpandangan bahwa
sejarah tidak hanya dipahami sebagai suatu rekaman peristiwa masa lampau,
tetapi juga penalaran kritis untuk menemukan kebenaran suatu peristiwa pada
masa lampau. Dengan demikian, unsur penting dalam sejarah adalah adanya pelaku,
yaitu manusia, dan daya kritis dari peneliti sejarah.
B. KONSEP KEBUDAYAAN DAN
PERADABAN
1.
Pengertian Kebudayaan
Pengertian culture/ kebudayaan dapat dipahami bahwa kebudayaan adalah
pembangunan yang didasarkan pada kekuatan manusia, baik pembangunan jiwa,
pikiran, dan semangat melalui latihan dan pengalaman.
Di dalam buku The World Book Encyclopedia menjelaskan secara rinci dan
sistematik bahwa kebudayaan adalah semua aktivitas manusia yang nyata termasuk
prestasi dalam berbagai bidang, yang berlangsung dari satu generasi manusia ke
generasi berikutnya. Kebudayaan bermakna berbagai kegiatan yang menggunakan
bahasa, menikah, membesarkan anak, mencari nafkah, menjalankan pemerintahan,
berjuang dalam perang, dan ikut serta dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Adapun kebudayaan dalam arti sempit adalah serangkaian cara hidup dari
komunitas masyarakat.
Secara singkat dan sederhana, sebagaimana dipahami secara umu,
kebudayaan adalah” semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
2. Hubungan Kebudayaan
dan Peradaban
Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu
masyarakat, sedangkan manifestasi-manifestasi kemajuan kemajuan mekanis dan
teknologis lebih berkaitan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih
direfleksikan dalam seni, sastra, religi (agama), dan moral, peradaban
terefleksi dalam politik, ekonomi dan teknologi.
Menurut Koenjraningrat, kebudayaan mempunyai tiga wujud : 1. Wujud
Ideal, 2. Wujud kelakuan, 3. Wujud benda. Adapun istilah peradaban biasanya
dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan
indah. Menurutnya, peradaban sering juga dipakai untuk menyebut suatu
kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem
kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks.
Untuk memudahkan hubungan antara kebudayaan dan peradaban dalam studi
ini, menurut pendapat Speengler yang dikutip oleh Samuel P. Huntington, bahwa
kebudayaan adalah untuk menunjuk upaya-upaya manusia yang masih terus
berlanjut, sedangkan peradaban untuk menunjukkan titik akhir dari kegiatan
mereka.
BAB II
PERIODESASI PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM
A.
GAMBARAN UMUM PERIODESASI ISLAM
Di kalangan sejarahwan terdapat perbedaan tentang saat dimulainya
sejarah Islam. Secara umum perbedaan pendapat tersebut dapat dibedakan menjadi
dua. Pertama, sebagian sejarahwan berpendapat bahwa sejarah Islam dimulai sejak
Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul. Oleh karena itu, menurut pendapat
ini, selama 13 tahun Nabi Muhammad SAW, tinggal di Mekah telah lahir masyarakat
muslim walaupun belum berdaulat.
Kedua, sebagian sejarawan berpendapat bahwa sejarah umat islam dimulai
sejak Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah karena masyarakat muslim baru
berdaulat ketika Nabi Muhammad SAW tinggal di Madinah.
Di samping perbedaan mengenai awal sejarah umat islam, sejarawan juga
berbeda dalam menentukan fase-fase atau periodesasi sejarah Islam. Paling
tidak, ada dua periodesasi Islam yang dikemukakan oleh ulama Indonesia, yaitu
A. Hasymy dan Harun Nasution. Menurut A. Hasymy, peridesasi sejarah Islam
adalah sebagai berikut :
1.
Permulaan Islam (610-661 M)
2.
Daulah Ammawiyah (661-750 M)
3.
Daulah Abbasiyah I (750-847 M)
4.
Daulah Abbasiyah II (847-946 M)
5.
Daulah Abbasiyah III (946-1075 M)
6.
Daulah Mughal (1261-1520 M)
7.
Daulah Ustmaniyah (1520-1801)
8.
Kebangkitan (1801 sampe sekarang).
Harun Nasution dan Nourouzaman Shidiqi membagi sejarah islam menjadi
tiga periode, yaitu :
1.
Periode Klasik (650-1250 M)
2.
Periode Pertengahan (1250-1800 M)
3.
Periode Modern (1800-sekarang)
Berbeda dengan kedua pakar di atas Badri yatim membagi priode sejarah
peradapan Islam ke dalam delapan periode atau masa sebagai berikut:
1. Masa kemajuan islam
2. Masa disentegrasi
3. Islam di spanyol dan
pengaruhnya terhadap renaisans di eropa
4. Masa kemunduran
5. Masa tiga kerajaaan
besar
6. Kemunduran tiga kerajaan
besar.
7. Penjajahan Barat atas
dunia islam dan perjuangann kemerdekaan negaara-negara islam
8. Kedatangan islam di
indonesia dan kerajaan-kerajaan islam di indonesia
Untuk kepentingan annalisis, prediodesasi sejarah islam yang digunakan
dalam buku ini adalah prediosasi yang disepakati oleh para pakar islam pada
umumnya, yaitu :
1. SEJARAH ISLAM PADA
ISLAM PERIODE KLASIK YAITU :
(a) kemajuan Islam 1(satu)
(b) masa disintegrasi ( 1000-1250 M
2. PRIODE PERTENGAHAN (
1250-1800 M.)
Dalam priode ini dapat pula dibagi ke dalam dua masa, yaitu masa
kemunduran 1 (1250-1500 M.) dan masa tiga kerajaan besar (1500-1800 M), yang
mana pada masa ini dapat pula dibagi ke dalam dua fase, yaitu fase kemajuan
(1500-1700 M) dan fase kemunduran II (dua) (1700-1800M)
3. PRIODE MODERN (1800 M)
Yang mana pada priode ini merupakan Zaman
Kebangkitan Islam.
BAB III
PERADABAN ISLAM PADA
MASA ARAB PRA-ISLAM
A.
SILSILAH BANGSA ARAB PRA-ISLAM
Bangsa arab mempunyai akar panjang dalam
sejarah, mereka termasuk ras atau rumpun bangsa Caucasoid, dalam subras
Mediterranean yang anggotanya meliputi wilayah sekitar laut Tengah, Afrika
Utara, Armenia, Arabia, dan Irania.
Bangsa arab hidup berpindah-pindah, nomad,
karena tanahnya terdiri atas gurun pasir yang kering dan sangat sedikit turun
hujan. Perpindahan mereka dari satu tempat ke tempat lain mengikuti tumbuhnya
stepa atau padang rumput yang tumbuh di tanah arab disekitar oasis atau
genangan air setelah turun hujan. Padang rumput diperlukan oleh bangsa Arab
yang disebut juga bangsa Badawi, Badawah, Badui, untuk menggembalakan ternak mereka berupa
domba, unta, dan kuda, sebagai binatang unggulan.
Mereka mendiami wilayah jazirah Arabia yang
dahulu merupakan sambungan dari wilayah gurun yang membentang dari barat sahara
di Afrika hingga ke timur meliputi Asia, Iran Tengah dan Gurun Gobi di Cina.
Wilayah itu sangat kering dan panas karena uap air tidak memenuhi kebutuhan
untuk mendinginkan daratan luas yang berbatu. Penduduk Arab tinggal di
kemah-kemah dan hidup berburu untuk mencari nafkah, bukan bertani dan berdagang
yang tidak diyakini sebagai kehormatan bagi mereka, memang negeri itu susah
ditanami dan diolah. Sekalipun demikian, wilayah ini subur dalam
menghasilkan bahan perminyakan.
Dalam analisis Philip K. Hitty, semenanjumg
Arab dan orang-orang Arab sudah dikenal baik oleh orang Yunani dan Romawi.
Sebab negeri tersebut berada di jalur perdagangan mereka meneju India dan Cina.
Negeri ini dikenal sebagai penghasil berbagai komoditas yang sangat bernilai
dipasaran barat. Penduduknya adalah pedagang perantara di laut-laut selatan,
seperti halnya kerabat mereka, orang-orang pheonisia sebelumnya merupakan
orang-orang Mediterania.
B.
PERADAPAN ARAB
PRA-ISLAM
Peradaban Arab adalah akibat pengaruh dari
budaya bangsa-bangsa di sekitarnya yang lebih dahulu maju daripada kebudayaan
dan peradaban Arab. Pengaruh tersebut masuk ke Jazirah Arab melalui beberapa
jalur, yang terpenting diantaranya adalah: 1) melalui hubungan dagang dengan
bangsa lain; 2) melalui kerajaan-kerajaan protektorat, Hirah dan Ghassan; dan
3) masuknya misi Yahudi dan Kristen.
Mayoritas orang Arab menganut agama
Yahudi, pandai bercocok tanam dan membuat alat-alat dari besi. Seperti
perhiasan dan persenjataan. Sama dengan penganut agama Yahudi, orang-orang
Kristen juga mendapat pengaruh dari kebudayaan Hellenisme dan pemikiran Yunani.
Aliran Kristen yang masuk ke Jajirah Arab ialah aliran Nestorian di
Hirah dan aliran Jacob-barady di Ghassan. Daerah Kristen yang terpenting
adalah Najran, sebuah daerah yang subur. Penganut agama Kristen tersebut
berhubungan dengan Habasyah (Ethiopia), Negara yang melindungi agama ini.
Penganut aliran Nestorianlah yang bertindak sebagai penghubung antara
kebudayaan Yunani dan kebudayaan Arab pada masa awal kebangkitan islam.
Walaupun agama Yahudi dan Kristen sudah masuk
ke Jazirah Arab, bangsa Arab kebanyakan masih menganut agama asli mereka, yaitu
percaya pada banyak dewa yang diwujudkan dalam bentuk berhala dan patung.
Setiap kabilah mempunyai berhala sendiri. Berhala-berhala tersebut dipusatkan
di Ka’bah, tetapi di tempat-tempat lain juga banyak terdapat berhala.
Orang-orang Arab adalah orang yang bangga,
tetapi sensitif. Kebanggaan itu disebabkan bahwa bangsa Arab memiliki sastra
yang terkenal, kejayaan sejarah Arab, dan mahkota bumi pada masa klasik dan
bahasa Arab sebagai bahasa ibu yang terbaik di antara bahasa-bahasa lain di
dunia.
BAB IV
PERADABAN ISLAM
PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW
A.
KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW
Nabi Muhammad di lahirkan pada Tahun Gajah–tahun
ketika pasukan gajah Abrahah menyerang Mekah untuk menghancurkan Ka’bah namun
pasukan abrahah mengalami kehancuran peristiwa itu terjadi kira–kira pada tahun
570 M. (12 rabiul awal ). Merupakan kebiasaan orang orang kaya dan bangsawan
arab bahwa ibu–ibu tidak mengasuh anaknya tetapi mereka mengirimkan anak nya ke
pedesaan, begitu pula, Muhammad, dia di percayakan kepada Halimah dari suku Banu
Sa’ad untuk di asuh dan di besarkan selama 6 tahun, ketika dia di kembalikan
kepada ibunya (Aminah ). Pada waktu itu, ibunya bermaksud menziarahi makam
suaminya di Madinah namun di tengah perjalanan yaitu di Abwa, Madinah, Aminah menderita
sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya di sana. Dengan demikian pada usia 6
tahun Muhammad sudah kehilangan kedua orang tuanya .
Setelah aminah meninggal, Abdul Muthalib mengambil
alih tanggung jawab merawat Muhammad. Namun, dua tahun, kemudian Abdull
Muthalib meninggal dunia karena rentan. Tanggung jawab selanjutnya beralih
kepada pamannya, Abu Thalib.
Selanjutnya, nabi Muhammad melakukan perjalanan
untuk pertama kali dalam khalifah dagang ke Siria dalam usia 12 tahun. Dalam
perjalanan ini, di Bushra sebelah selatan Siria ia bertemu dengan pendeta
Kristen bernama Buhairah. Pendeta ini melihat tanda tanda kenabian pada Muhammad
sesuai dengan petunjuk cerita-cerita Kristen .
Ketika nabi
Muhammad berusia 25 tahun, ia berangkat ke Siria membawa barang dagangan
seorang saudagar wanita kaya raya yang telah lama menjanda (Khadijah). Dalam
perdagangan ini, Muhammad memperolehlaba yang besar. Khadijah kemudian
melamarnya. Lamaran itu di terima dan perkawinan
segera di laksanakan. Ketika itu Muhammad berusia 25 dan Khadijah 40 tahun.
Perkawinan bahagia dan saling mencintai itu di karuniai enam orang anak dua
putra dan empat putri : “ Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum, dan
Fatimah, kedua putranya meninggal sewaktu kecil .
B.
GAMBARAN UMUM
MISI MUHAMMAD SAW
Secara
historis, perjalanan Nabi SAW. sebagai misi risalah langit, terbagi dalam tiga
priode, yaitu pertama , pra-kerasulan ; kedua, priode kerasulan dan ketiga,
pasca-kerasulan. Tahap kedua sejarah kenabian ini diawali dengan dua
kondisi demografis, sosiologis Arab, yakin kondisi pada masa Makiyyah dan Madaniyyah.
Kehadiran nabi muhamad SAW, identik dengan latar belakang kondisi masyarakat Arab,
khususnya orang orang Mekah. Para sejarawan, baik islam maupun non-islam tidak
berbeda dalam melukiskan keberadaan mereka .
Para Nabi dan rasul yang di utus oleh Allah,
dilihat dari pendekatan visi dan misi, dapat dibagi kedalam dua bagian, pertama
, Nabi yang hanya membawa doktrin teologis semata dan Nabi yang membawa doktrin
teologis sekaligus membawa doktrin politis. Doktrin Teologis adalah
doktrin yang menekankan substansi moral dalam mempersatukan ideal moral manusia
dengan ideal moral Tuhan tanpa melakukan perubahan sosial politik sebagai bagian dari proses ideal
moral tersebut, sedangkan doktrin teologis politis adalah
doktrin yang mengedepankan ajakan moral sekaligus berusaha melakukan perubahan
system untuk menata intitusi-intitusi sosial dan politik.
Para nabi yang tergolong pembawa doktrin teologis politis ini, di
antaranya adalah nabi-nabi yang bergelar
Ulul ‘ zmi . Nabi Muhammad SAW.
C.
PERADABAN PADA
MASA RASULULLAH SAW .
Peradaban
atau kebudayaan pada masa rasulullah SAW. yang paling dahsyat adalah perubahan sosial. Suatu perubahan
mendasar dari masa kebobrokan moral menjadi moralitas yang beradab. Dalam
tulisan Ahmad AL-Husairy diuraikan bahwa peradaban pada masa nabi di landasi dengan
asa-asas yang diciptakan sendiri oleh Muhammad di bawah bimbingan wahyu. Di
antaranya sebagai berikut . :
1. Pembangunan
Masjid Nabawi
Dikisahkan bahwa unta tunggangan Rasulullah
berhenti di suatu tempat maka Rasulullah memerintahkan agar di tempat itu di
bangun sebuah masjid .
2. Persaudaraan
antara Kaum Muhajirin dan Anshar
Rasulullah mempersaudarakan di antara kaum
mislimin . mereka kemudian membagikan rumah yang mereka miliki , bahkan juga
istri-istri dan harta mereka.
3. Kesepakatan
untuk Saling Membantu antara kaum Muslimin Non-Muslimin
Di madinah, ada tiga golongan manusia, yaitu
kaum muslimin, orang orang Arab , serta kaum non-muslim , dan orang orang
yahudi (bani Nadhir, bani Quraizhah, dan bani Qainuq’).
4. Peletakan
Asas-asas Politik , Ekonomi, dan Sosial
Islam
adalah agama sudah sepantasnya jika didalam Negara diletakan dasar-dasar islam
maka turunlah ayat-ayat AL-Quran pada priode ini untuk membangun legalitas dari
sisa-sisa tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah dengan perkataanya
dan tindakanya. Hiduplah kota madinah dalam sebuah kehidupan yang mulia dan
penuh dengan nilai-nilai utama.
BAB V
PERADABAN ISLAM
PADA MASA KHULAFA AR – RASYIDIN
A.
KHALIFAH ABU
BAKAR ASH SHIDDIQ
1.
Kelahiran Abu
Bakar Ash-Siddiq
Abu
ash siddiq ( nama lengkapnya ,Abu Bakar Abdullah bin Abi Quhafah bin Utsman bin
Amr bin Masud bin Taim bin Murrah bin Ka’bah bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr
At-Taimi Al-Quraisyi dilahirkan pada
tahun 573 M dia dilahirkan di lingkungan suku yang sangat berpengaruh dan suku
yang banyak melahirkan tokoh-tokoh besar ayah nya bernama ( Abu Kuhafah )
sedangkan ibunya bernama Ummu Al Khair Salmah garis keturunan nya bertemu pada
neneknya yaitu Ka’bah bin Sa’ad .
Abu
Bakar merupakan orang yang pertama kali masuk Islam ketika Islam mulai
didakwakan. Baginya, tidaklah sulit untuk mempercayai ajaran yang dibawa oleh
Nabi Muhammad SAW, dikarenakan sejak kecil, ia telah mengenal keagungan
Muhammad. Setelah masuk Islam, ia tidak segan untuk menumpahkan segenap jiwa
dan harta bendanya untuk Islam.
Pengorbanan
Abu Bakar terhadap islam tidak dapat diragukan .ia juga pernah di tunjukan rasul
sebagai pengganti nya untuk mengimami shalat ketika nabi sakit .nabi Muhammad
Saw .pun wapat tak lama setelah kejadian tersebut. Karena tidak ada pesan
mengenai siapa penggantinya di kemudian hari, pada saat jenazah Nabi belum
dimakamkan diantara umat Islam, ada yang mengusulkan untuk cepat-cepat
memikirkan pengganti Nabi.
Aturan-aturan
yang jelas tentang pengganti Nabi tidak ditemukan, yang ada hanyalah sebuah
mandat yang diterima Abu Bakar menjelang wafatnya Nabi untuk menjadi badal imam
shalat.
Dalam pertemuan tersebut ,sebelum kaum Muhajirin
datang golongan Khajraz telah sepakat mencalonkan Salad bin Ubadah, sebagai
pengganti Rasul. Keadaan yang sudah tenang ini abu bakar berpidato “ ini Umar dan
Abu Ubaidah , siapa yang kamu kehendaki di antara meraka berdua maka bai’atlah
.
Baik Umar maupun Abu Ubaidah merasa keberatan
atas ucapan Abu Bakar dengan mempertimbangakan sebagai alasan, diantara nya
adalah di tunjuknya Abu Bakar sebagai pengganti Rasul dalam imam shalat dan ini
membuat Abu Bakar lebih berhak menjadi pengganti Rasulullah SAW .
Pembahasan–pembahasan tentang khalifah ini pada
akhirnya menimbulkan berbagai aliran pemikiran dalam islam,dengan terpilihnya Abu
Bakar serta pembaiatan nya, resmilah berdiri kekhalifahan pertama di dunia islam.
2.
Abu Bakar
:Peran Dan
Fungsinya
Pidato yang di bacakan oleh Abu Bakar dalam
kepemerintahan nya sebagai berikut :
“Wahai manusia
sungguh aku telah memangku jabatan yang kamu percayakan , padahal aku bukan orang
yang terbaik diantara kamu. Apabila aku melaksanakan tugasku dengan baik,
bantulah aku, dan jika aku berbuat salah luruskanlah aku. Kebenaran adalah satu
kepercayaan dan kedustaan adalah suatu penghianatan. Orang yang lemah diantara
kamu adalah orang kuat bagiku sampai aku memenuhi hak-haknya dan orang kuat
diantara kamu adalah lemah bagiku hingga aku mengambil haknya. Insya Allah janganlah
salah seorang dari kamu meninggalkan jihad. Sesungguhnya kaum yang tidak
memenuhi panggilan jihad maka Allah akan menimpakan atas mereka suatu kehinaan.
Patuhlah kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya . jika aku tidak
menaati Allah dan Rasulnya sekali kali jangan lah kamu mentaatiku. Dirikanlah
shalat, semoga Allah merahmati kamu “.
Ucapan pertana ketika di bai’at , ini
menunjukan garis besar politik dan kebijaksanaan Abu Bakar dalam pemerintahan.
Diantara kebijaksanaan nya ialah sebagai
berikut :
a)
Kebijaksanaan Pengurus
Terhadap Agama .
Pada awal
pemerintahan nya ia di uji dengan adanya ancaman yang datang dari umat Islam sendiri
yang menentang kepemimpinan nya di antara perbuatan makar tersebut ialah timbulnya
orang-orang yang murtad, orang-orang
yang tidak mengeluarkan zakat, orang-orang yang mengaku jadi Nabi dan
pemberontakan dari beberapa kabilah.
b)
Kebijaksanaan Kenegaraan
Diantara
kebijaksanaan Abu Bakar dalam pemerintahan atau kenegaraan sebagai pulungan ,di
uraikan sebagai berikut :
1.
Bidang eksekutif
Pendelegasian
terhadap tugas tugas pemerintahan di Madinah maupun daerah.
2.
Pertahanan dan keamanan
Dengan mengorganisasikan pasukan–pasukan yang
ada untuk mempertahan kan eksistensi keagamaan dan pemerintahan .
3. Yudikatif
Fungsi
kehakiman dilaksanakan oleh Umar bin Khathab dan selama masa pemerintahan Abu
Bakar tidak ditemukan suatu permasalahan yang berarti untuk di pecahkan .
4. Sosial ekonomi
Sebuah lembaga
mirip Bait Al Mal, di dalam nya di kelola harta benda yang di dapat dari Zakat
, Infaq , Sedekah , Ghanimah dan lain lain .
Dari pembahasan–pembahasan di atas, dapat di
simpulkan bahwa, pengangkatan khalifah
dalam kekhalifahan pertama berjalan dengan musyawaroh dengan aklamasi menerima
dan mengangkat Abu Bakar, walaupun di antara sahabat, ada yang tidak ikut dalam
pembai’atan dan pada akhirnya mereka melakukan sumpah setia. Dengan demikian,
secara nyata pengengkatan Abu Bakar sebagai khalifah di setujui.
3.
Penyebaran
Islam Pada Masa Abu Bakar
Setelah pergolakan dalam negeri berhasil di
padamkan ( terutama memerangi orang-orang murtad ) Khalifah Abu Bakar menghadapi kekuatan Persia dan Romawi yang
setiap saat berkeinginan menghancurkan eksistensi islam. Untuk menghadapi
Persia, Abu Bakar mengirim tentara Islam dibawah pimpinan Khalid bin Walid dan Mutsana
bin Haritsa dan berhasil merebut beberapa daerah penting Irak dan kekuasaan
Persia. Adapun untuk menghadapi romawi Abu Bakar memilih empat panglima Islam terbaik
untuk memimpin beribu ribu pasukan di empat front .
4.
Faktor
keberhasilan khalifah Abu Bakar
Faktor keberhasilan Abu Bakar yang lain adalah
dalam membangun pranata sosial di bidang politik dan pertahanan keamanan .
Untuk menjalankan tugas –tugas pemerintahan di
madinah ia mengangkat Ali bin Abi Thalib , Utsman bin Affan dan Zaid bin Tsabit
sebagai katib (sekertaris ) dan Abu Ubaidah sebagai bendaharawan untuk menurus
Baitul Mal .
5. Peradaban
Pada Masa Abu Bakar
Bentuk peradaban paling besar dan luar biasa
dan merupakan satu kerja besar yang di lakukan masa pemerintahan Abu Bakar adalah
penghimpunan Al-Quran. Abu Bakar Ash Siddiq memerintah Zaid bin Tsabit untuk
menghimpun Al-qur’an dari pelepah qurma, kulit binatang dan dari hapalan kaum
muslimin. Hal ini dilakukan sebagai usaha menjaga kelestarian Al-Qur’an setelah
syahidnya beberapa orang penghafal Al-Qur’an pada perang Yamamah .
Selain itu peradaban islam yang terjadi pada
praktik pemerintahan Abu Bakar terbagi beberapa tahapan yaitu :
1. Dalam bidang
pranata sosial ekonomi adalah mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial
rakyat
2. Praktik
pemerintahan khalifah Abu Bakar terpenting lain nya adalah mengenai suksesi
kepemimpinan atas inisiatif nya sendiri dengan menunjukan Umar bin Khatab untuk
menggantikan nya .
Sesuai dengan isi perjanjian tertulis tersebut,
dan telah mendapat persetujuan dari sebagian muslimin, setelah ia meninggal, Umar
bin Khatab di kukuhkan oleh kaum muslimin menjadi khalifah kedua dalam satu
bai’at umum yang berlangsung di mesjid nabawi .
Dari penunjukan umar tersebut, ada
beberapa hal yang perlu dicatat :
1.
Abu bakar dalam menunjukan umar tidak meninggalkan asas musyawarah
2.
Abu bakar tidak menunjuk salah seorang
putranya atau kerabatnya melainkan memilih seorang yang mempunyai nama dan mendapatkan tempat di hati
masyarakat serta di segani oleh rakyat karena sifat sifat yang terpuji yang dimilikinya
.
3. Pengukuhan umar
menjadi khalifah sepeninggalan abu bakar berjalan dengan baik dalam satu bai’at
umum dan terbuka tanpa ada pertentangan di kalangan kaum muslimin sehingga
obsesi Abu Bakar untuk mempertahankan
keutuhan umat Islam dengan cara penunjukan itu terjamin .
Akhirnya tatkala abu bakar merasa kematian nya
telah dekat dan sakitnya semakin parah, dia ingin untuk memberikan kekhalifahan
kepada seseorang sehingga di harafkan manusia tidak banyak terlibat konflik
jatuhlah pilihan nya kepada Umar bin Khathab . dia meminta pertimbangan dari
sahabat-sahabat senior . mereka semua mendukung pilihan Abu Bakar dia pun
menulis wasiat untuk itu , lalu dia mambai’at Umar, beberapa hari setelah itu, Abu
Bakar meninggal ini terjadi pada bulan Jumadil Akhir tahun 13 H /634 M.
Abu Bakar memanggil Utsman dan mendikktekan
teks perintah yang menunjuk Umar sebagai penggantinya. Beliau meninggal dunia
pada hari Senin 23 Agustus 624 M. Shalat jenazah di pimpin oleh Umar, dan
beliau di makamkan di rumah Aisyah, di
samping makam Nabi beliau berusia 63 tahun ketika meninggal dunia , dan ke
khalifahan nya berlangsung selama 2 tahun 3 bulan 11 hari .
B. KHALIFAH
UMAR IBN AL-KHATHTHAB
1.
Kelahiran Umar
Ibn Al –Khaththab
Umar ibn Khaththab bin Nufail bin Abd Al-Uzza bin
Ribah bin Abdillah bin Qart bin Razali bin ‘Adi bin Ka’ab bin Lu’ay adalah
khalifah kedua yang menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dia adalah salah seorang
sahabat terbesar sepanjang sejarah sesudah Nabi Muhammad SAW. Kebesarannay
terletak pada keberhasilannya, baik sebagai negarawan yang bijaksana maupun
sebagai mujtahid yang ahli dalam membangun Negara besar yang ditegakan atas
prinsip-pirinsip keadilan, persamaan, dan persaudaraan yang diajarkan oleh Nabi
Muhammad SAW. Dalam banyak hal, Umar ibn Al-Khaththab di kenal sebagai tokoh yang
sangat bijaksana dan kreatif, bahkan genius .
2.
Latar Belakang Kehidupan Umar ibn Al- Khaththab
Umar ibn Al-khaththab dilahirkan di Mekah dari
keturunan suku Quraisy yang terpandang dan terhormat. Ia lahir empat tahun
sebelum terjadinya perang Fijar atau sebagaimana yang ditulis oleh Muhammad Al-Khudari
Bek, tiga belas tahun lebih muda dari Nabi Muhammad SAW .
Sebelum masuk Islam, Umar termasuk di antara kaum kafir Quraisy yang
paling di takuti oleh orang orang yang sudah masuk islam. Dia adalah musuh dan
penentang Nabi Muhammad SAW yang paling ganas dan kejam, bahkan sangat besar
keinginanya untuk membunuh Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya . Dia sering
menyebar fitnah dan menuduh Nabi Muhammad sebagai penyair tukang tenung .
3.
Pengangkatan Umar ibn Al-Khaththab sebagai
Khalifah
Abu Bakar sebelum meninggal pada tahun 634 M./
13 H.menunjuk Umar ibn Al-Khaththab sebagai penggantinya. Kendatipun hal ini
merupakan perbuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tampaknya menunjukan
ini bagi Abu Bakar merupakan hal yang wajar untuk di lakukan. Ada beberapa faktor
yang mendorong Abu Bakar untuk menunjuk Umar menjadi khalifah. Pertama,
kekhawatiran peristiwa yang sangat menegangkan di Tsaqifah Bani Sa’idah yang
nyaris menyeret umat Islam kejurang perpecahan akan terulang kembali, bila ia
tidak menunjuka seorang yang akan menggantinya. Kedua, kaum Anshar dan
Muhajirin saling mengklami sebagai golongan yang berhak menjadi khalifah. Ketiga,
umat Islam pada saat itu baru saja selesai menumpas kaum Murtad dan pembangkang.
Sementara sebagian pasukan mujahidin sedang bertempur di luar kota Madinah melawan
tentara Persiadi satu pihak dan tentara Romawi di pihak lain.
4.
Ekspansi Islam Masa Pemerintahan Khalifah Umar Ibn
Al-Khaththab
Selama sepuluh tahun pemerintah Umar (13 H,
/634 M. -23 h. / 644 M.), sebagian besar
ditandai oleh penaklukan-penaklukan untuk melembarkan pengaruh Islam keluar
arab. Sejarah mencatat, Umar telah berhasil membebaskan negri-negri jajahan
Imperium Romawi dan Persia yang di mulai dari awal pemerintahanya, bahkan sejak
pemerintahan sebelumnya .
Faktor-faktor yang melatar belakangi timbulnya konflik antara umat Islam
dengan bangsa Romawi da Persia yang pada akhirnya mendorong umat Islam mengadakan
penaklukan negeri Romawi dan Persia, serta negeri-negri jajahanya karena: PERTAMA,
bangsa Romawi dan Persia tidak menaruh hormat terhadap maksud baik Islam ; KEDUA
, semanjak Islam masih lemah , Romawi dan Persia selalu berusaha menghancurkan Islam
; KETIGA , bangsa Romawi dan Persia sebagai Negara yang subur dan terkenal
dengan kemakmuranya , tidak berkenan menjalani hubungan perdagangan dengan
Negara-Negara arab ; KEEMPAT, bangsa Romawi dan Persia bersikap ceroboh
menghasut suku-suku Badui untuk menentang pemerintah Islam dan mendukung musuh
–musuh islam ; dan KELIMA , letak geografis kekuasaan Romawi dan Persia sangat
strategis untuk kepentingan keamanan dan pertahanan islam .
Pada tahun 637 M./ 16H. , Persia bermaksud
membalas kekalahannya , sehingga terjadi peperangan di Jakilah . Namun, maksud
tersebut tidak dapat terwujud , bahkan pasukan Persia terdesak dan kota Hulwan
dikuasai juga oleh pasukan Islam-Arab pertempuran terjadi di Nahawan pada tahun
642 m./21 H. Dalam pertempuran ini,
pasuka Persia dapat di tundukan secara mutlak. Dengan demikian, seluruh Wilayah
kekuasaan menjadi wilayah kekuasaan pemerintah Islam .
Kota Damaskus, salah satu pusat Siria yang paling jatuh di tangan
pasukan Islam-Arab pada tahun 635 M./ 14 H. dibawah komando Abu Ubaidah. Ketika
Romawi (bizantium) memutuskan untuk melakukan serangan balasan secara besar
besaran terhadap para penyerang , pasukan Abu Ubaidah mampu menghadapinya
dengan kekuatan penuh pada pertempuran Yarmuk pada tahun 16 H./ 631 M.
Mesir secara keseluruhan berada di bawah kekuasaan Islam-Arab setelah
penyerahan Iskandariyah (Alexsandaria), ibu kota Mesir dan ibukota kedua bagi
kekaisaran Romawi timur pada tahun 642
M./21 H.
Peradaban
yang paling signifikan pada masa Umar, selain pola administratif pemerintahan,
peperangan, dan sebagainya adalah pedoman dalam peradilan.
C.
KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN
1. Kelahiran Utsman bin Affan
Nama lengkapnya
adalah Utsman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayah bin Abd Al Manaf dari suku Quraisy.
Lahir pada tahun 576 M, enam tahun setelah penyerangan Ka’bah oleh pasukan bergajah
atau enam tahun setelah kelahiran Rasulullah SAW. Ibu khalifah Utsman bin Affan
adalah Urwy bin Kuraiz bin Rubi’ah bin Habib bin Abdi Asy Syams bin Abd Al-Manaf . Ia
dijuluki dzun-nurain, karena menikahi dua putrid Rasulullah, secara berurutan
setelah yang satu meninggal, yakni Ruqayyah dan Ummu Kulsum.
2. Proses
Pengangkatan Khalifah Utsman Bin Affan
Sebelum
meninggal .’Umar telah memanggil 3 calon penggantinya , yaitu Utsman, Ali dan Sa’ad
bin Abi Waqqash. Umar berpesan agar penggantinya tidak mengangkat kerabat
sebagai pejabat (Munawir Syadzali,1993:30)
Mekanisme pemilihan khalifah di tentukan
sebagai berikut :
a.
Yang berhak menjadi khalifah adalah yang di
pilih oleh anggota formatur dengan suara terbanyak .
b.
Apabila suara terbagi secara berimbang 3:3 Abdullah
bin Umar yang berhak menentukan nya
c.
Apabila campur tangan Abdullah bin Umar tidak
di terima calon yang di pilih oleh Abd Ar Rahman bin Auf harus di angkat
menjadi khalifah
d.
Jika ada yang menentangnya wajib di bunuh .
3.
Peradaban Pada
Masa Utsman Bin Affan
Karya besar
monumental khalifah Utsman bin Affan adalah membukukan Mushaf AL-Qur’an.
Pembukuan ini di dasarkan atas alasan dan pertimbangan untuk mengakhiri
perbedaan bacaan di kalangan umat islam yang di ketahui pada saat ekspedisi
militer ke Armenia dan Azerbaijian. Pembukuan ini di laksanakan oleh suatu
panitia yang di ketuai oleh Zaid bin Tsabit.
D.
KHALIFAH ALI
BIN ABI THALIB
1.
Proses
Pengangkatan Ali bin Abi Thalib
Pengukuhan Ali menjadi khalifah tidak semulus pengukuhan tiga orang
sebelumnya. Ali dibai’at di tengah-tengah susunan berkabung atas meninggalnya Utsman,
pertentangan dan kekacauan, serta kebingungan umat islam Madinah .
2.
Kekhalifahan Ali bin
Abi Thalib
Ali adalah putra Abi Thalib ibn Abdul Muthallib, ia adalah sepupu Nabi
Muhammad SAW yang kemudian menjadi menantunya karena menikahi putri Nabi
Muhammad SAW, Fatimah. Iya telah ikut bersama Rasulullah SAW sejak bahaya
kelaparan mengancam kota Mekah dan tinggal di rumahnya. Ia masuk Islam ketika
usianya sangat muda dan termasuk orang yang pertama masuk Islam dari golongan
pria. Pada saat Nabi menerima wahyu pertama, Ali berumur 13 tahun, menurut A.M.
Saban, sedangkan menurut Mahmudunnasir, Ali berumur 9 tahun .
Ali termasuk orang yang pandai memainkan pedang dan pena, bahkan
dia dikenal sebagai seorang orator. Ia juga seorang yang pandai dan bijaksana.
Pemerintahan Khalifah Ali dapat dikatakan
sebagai pemerintahan yang tidak stabil karena adanya pemberontakan dari kaum
Muslimin. Pemberontakan diawali oleh penarikan bai’at oleh Thalhah dan Zubair,
karena alasan bahwa Ali tidak memenuhi tuntutan mereka untuk menghukum pembunuh
khalifah Ustman.
Khalifah Ali telah berusaha untuk menghindari
pertumpahan darah dengan mengajukan kompromi, tetapi beliau tidak berhasil
sampai akhirnya terjadi pertempuran antara khalifah Ali bersama pasukannya
dengan Thalhah, Zubair, dan Aisyah bersama pasukannya. Perang ini terjadi pada
tahun 36 H. Thalhah dan Zubair terbunuh ketika hendak melarikan diri dan Aisyah
dikembalikan ke Madinah. Dan puluhan ribu umat Islam gugur dalam peperangan
ini.
Peperangan antar umat Islam terjadi lagi yaitu
antara khalifah Ali bersama pasukannya dan Muawiyah sebagai gubernur Suriah
bersama pasukannya. Peperangan ini
terjadi di kota Shiffin pada tahun 37 yang hampir saja dimenangkan oleh
khalifah Ali. Namun, atas kecerdikan Muawiyah, yang mengacungkan Al-Qur’an
dengan tombaknya, yang mempunyai arti bahwa mereka mengajak berdamai. Khalifah
Ali mengetahui bahwa hal tersebut adalah tipu muslihat, namun karena didesak
pasukannya, khalifah Ali menerima tawaran tersebut. Akhirnya terjadi peristiwa
tahkim yang secara politis khalifah Ali mengalami kekalahan.
3.
Peristiwa Tahkim
Pada Masa Ali bin Abi Thalib
Konflik politik antara Ali ibn Abi Thalib dengan Mawiyah ibn Abi sufyan
diakhiri dengan tahkim. Dari pihak Ali ibn Abi Thalib di utus seorang ulama
yang terkenal sangat jujur dan tidak ‘’cerdik ‘’ dalam politik , yaitu Abu Musa
Al-Asy’ari sebaliknya, dari pihak Muawuyah Ibn Abi Sufyan diutus seorang yang
terkenal ‘’cerdik ‘’ dalam berpolitik yaitu Amr ibn Ash .
Dalam kisah lain di ceritakan bahwa kematian
khalifah Ali di akibatkan oleh pukulan pedang beracun Abdurrohman ibn Muljah,
sebagai mana di jelaskan Philip K hitty bahwa :
“Pada 24 Januari 661 Ali sedang dalam
perjalanan menuju mesjid Kufah ia terkena hantaman pedang beracun di dahinya.
Pedang yang mengenai otaknya tersebut diayunkan oleh seorang pengikut kelompok
khawarij Abd Ar-Rahman ibn Muljah yang ingin membalas dendam atas kematian
keluarga seorang wanita ,temannya yeng terbunuh di Nahrawan. Suatu tempat terpencil di dekat Kufah yang menjadi
makam ali, kini masyad ali di Najaf, ber kembang menjadi salah satu pusat
ziarah terbesar dalam agama Islam .
BAB VI
PERADABAN ISLAM PADA MASA MUAWIYAH TIMUR
(661-668)
DAN
ANDALUSIA (661-680).
A.
Masa Umayah di
Timur (661-680)
Hampir semua sejarawan membagi dinasti Umayah
(umawiyah ) menjdi dua yaitu :
1.
Dinasti umayah yang di rintis dan didirikan
oleh muawiyah ibn abi sofyan yang berpusat di damaskus (siria).fase ini
berlangsung sekitar satu abad dan mengubah system pemerintahan dari system
khalifah pada system mamlakat (kerajaan atau monarik ) .
2.
Dinasti umayah di Andalusia (sirebia) yang pada
awalnya merupakan wilayah taklukan umayah di bawah pimpinan seorang gubernur
pada zaman walid ibn abd Al-malik :kemudian menjadi kerajaan yang terpisah dan
kekuasaan dinasti bani abbas setelah berhasil menaklukan dinasti umayah di
damaskus .
Perintisan
Dinasti Umayah dilakukan oleh Muawiyah dengan cara menolak membaiat Ali,
berperang melawan Ali, dan melakukan perdamaian (tahkim) dengan pihak Ali yang
secara politik sangat menguntungkan Muawiyah.
Keberuntungan
Muawiah berikutnya adalah keberhasilan pihak Khawarij membunuh Khalifah Ali r.a.
jabatan Khalifah setelah Ali r.a. wafat, dipegang oleh putranya , Hasan Ibn Ali
selama beberapa bulan.
Pada masa itu, umat Islam telah bersentuhan dengan peradaban Persia
dan Bizantium. Oleh karena itu, Muawiyah juga bermaksud meniru sukses
kepemimpinan yang ada di Persia dan Bizantium, yaitu Monarki (Kerajaan).
.
1.
Pola
Administratif Pemerintahan Umayah
Khalifah Muawiyah mendirikan suatu pemerintahan yang terorganisasi
dengan baik. ‘’ Ketika Muawiyah menjadi penguasa terjadi banyak kesulitan .
Pemerintahan Imperium yang didesentralisasikan itu tanpak kacau . munculnya
berbagai anarkisme dan ketidak disiplinan kaum nomad yang tidak lagi
dikendalikan oleh ikatan agama dan moral menyebabkan ketidakstabilan
dimana-mana dan hilangnya kesatuan .
Pemerintahan Bani Umayah dinisbatkan kepada Umayah bin Abd Syams
bin Abdi Manaf. Muawiyah melaksanakan perubahan-perubahan besar dan menonjol
dalam pemerintahan Negara itu. Angkatan daratnya kuat dan efisien. Dia dapat
mengandalkan pasukan orang-orang siria yang taat dan setia, yang tetap berdiri
di sisinya dalam keadaan yang paling berbahaya sekalipun.
2.
Ekspansi Pada
Masa Umayah
Secara umum, penaklukan Pemerintahan Bani Umayah , meliputi tiga wilayah
. pertama, melawan pasukan Romawi di Asia Kecil . penaklukan ini sampai dengan
pengepungan Konstantinopl dan beberapa kepulauan di laut Tengah. Kedua , Wilaya
Afrika Utara , penaklukan ini sampai ke samudra Atlantikdan menyebrang ke
gunung Thariq hingga ke Spanyol. Ketiga , Wilaya Timur. Penaklukan ini sampai
ke sebelah timur irak. Kemudian , meluas ke wilayah Turkistan di Utara, ke wilayah sindh di bagian selatan .
Secara
operasional , ahmad Al-Usairy menjelaskan lekak-likuk penaklukan tersebut bahwa
ke wilayah Romawi (Turki) ketika itu selalu dilakukan pengintaian dan ekspedisi
ke sana. Tujuan nya adalah melakukan Konstantinopel . Kota itu di kepung pada
tahun 50H/670M dan tahun 53-61/672-680 M namun tidak berhasil di taklukan Muawiyah
membentuk pasukan laut yang besar yang siaga di laut tengah dengan kekuatan
1.700 kapal .dengan kekuatan itu dia berhasil menaklukan pulau Jabra di Tunisia
pada tahun 49 H /669 M ,.kepulauan Kreta pada tahun 55 H/ 680 M .
3.
Peradaban Pada
Masa Umayah Timur
A.
Penyempurna
Tulisan Al-Qur’an
Menurut
salah satu riwayat , ulama pertama yang memberikan baris dan titik pada
huruf-huruf Al-Qur’an adalah hasan Al-Basri (642-728 M ) atas perintah Abd
Malik Ibn Marwan (yang menjadi khalifah antara 685-705 M)
Abd Malik Ibn
Marwan mengintruksikan kepada Al-Hajjaj untuk menyempurnakan tulisan Al-Qur’an
: Al-Hajjaj meminta Hasan Al-Basri untuk menyempurnakannya dan Hasan Al-Basri di
bantu oleh Yahya Ibn Ya’mura.
Dalam Riwayat
lain dikatakan bahwa yang pertama membuat baris dan titik pada huruf huruf
Al-Qur’an adalah Abu Al-aswad Ad-Dawuli .
B.
Penulisan Hadis
Umar
Ibn Abd Al-Aziz adalah khalifah yang memelopori penulisan (Tadwid) Hadis
Beliau memerintahkan kepada Abu Bakar Ibn Muhammad Ibn Amr Ibn Hajm (120 M) ,
Gubernur Madinah , untuk menuliskan hadis yang ada dalam hafalan –hafalan
penghafal hadis .
Atas
perintah khalifah , pengunpulan hadis dilakukan oleh ulama ,di antaranya adalah
Abu Bakar Muhammad Ibn Muslim Ibn Ubaidillah Ibn Syihab Az-Zuhri (guru Imam
Malik ) Akan tetapi , buku hadis yang di kumpulkan oleh Imam Az-Zuhri tidak
diketahui dan tidak sampai kepada kita . Dalam sejarah tercatat bahwa ulama
yang pertama membuktikan hadis adalah imam Az-zuhri .
4.
Aliran –Aliran
Keagamaan Pada Masa Umayah
A.
Khawarij
Khawarij adalah
kaum yang mendesak ali untuk menghentikan peperangan pada perang siffin dan
menjalankan proses hokum melalui Al-Qur’an . namun kemudian menolak hasil
perundingan antara pihak ali dan muawiyah .setelah itu mereka melakukan
pemberontakan di harura dan melakukan kerusakan di muka bumi .
Orang
–orang khawarij adalah manusia –manusia kampungan yang kaku , keras kepala ,
dan menginginkan manusia hanya ada dalam dua kubu yaitu kafir dan mukmin .
B.
Murji’ah
Murji’ah secara
bahasa murjiat berasal dari kata al-irja (mengakhirkan )arti pertama relavan
dengan khawarij karena pandangan yang mereka gunakan yaitu maksiat tidak akan
merusak iman dan taat tidak akan bermanfaat bagi kekafiran . makna kedua relavan
dengan Khawarij karena tidak mau menentukan hokum bagi yang melakukan dosa
besar di dunia ini apakah ia akan di tempatkan di surga atau di neraka dan
sebagai antisetis dari Syi’ah yang menempatkan Ali sebagai sahabat Nabi
Muhammad SAW.
C.
Aliran Fiqh
Dalam (analisis
Nurcholish Madjid) , di bawah pimpinan Khalifah Muawiyah . Masa kekhalifahanya
disebut Ibn Taymiyyah sebagai permulaan masa “ kerajaan dengan rahmat “ (Al-Mulk
Bi Al-Rahmah). Pada saat itu, kaum muslimin dapat di katakana kembali pada
keadaan , seperti pada zaman Abu Bakar dan Umar zaman(Asy-Syaykhani, “dua
tikoh”) yang amat di rindukan banyak orang , termasuk para “akitvis militant”
yang membunuh Utsman (dan yang kemudian (ikut)mensponsori pengangkatan Ali,
namun akhirnya berpisah dan menjadi golongan Khawarij) .
B .
PENDIRIAN UMAYAH DI ANDALUSIA (705-1031 M.)
Andalusia adalah nama bagi Semenanjung Iberia pada zaman kejayaan
Umayah. Andalusia berasal dari Vandal , yang berarti negeri bangsa Vandal ;
karena Semenanjung Iberia pernah dikuasai oleh bangsa Vandal sebelum terusir
oleh bangsa Ghotia Barat( abat ke 5 M). Umat Islam mulai menaklukkan
Semenanjung Iberia pada zaman Khalifah Al-Walid Ibn Abd Al-Malik (86-96 H.
/705-715 M .)
Dari sisi operasional, pengintaian pertama
dilakukan pada bulan Juli 710 M. Ketika Tharif, orang kepercayaan Musa bin
Nushari, gubernur terkemuka di Afrika Utara pada priode Umayah, mendarat di
Semenanjung kecil-membawa balatentara kekuataan seratus pasukan Kavaleri dan
empat ratus pasuka Infanteri- yang terletak hamper di ujung paling selatan
benua Eropa.
Dengan kekuatan tambahan , Thariq yang mengepalai 12.000 pasukan, pada
19 Juli 711 M., berhadapan dengan pasukan raja Roderick dimulut sungai Barbate
di pesisir Laguna Janda: Roderick berhasil naik tahta setelah menggulingkan
pendahulunya , putra Witiza. Kendati berjumlah 25.000 orang, tentara Gotik Barat
bias dikalahkan karena adanya penghianatan dari tentaranya . akhirnya, Thariq
bin Ziyad berhasil menguasai hampir seluruh kota yang ada di semenanjung Iberia
atas bantuan Musa bin Nusyair.
BAB VII
ISLAM DI ANDALUSIA (SPANYOL)
A.
PENDAHULUAN
Sebelum Islam masuk ke Spanyol, sekitar abad
ke-5 M. Bangsa Jerman mendatangi Semenanjung Iberia. Theodoric, Raja Ostogoth, mendirikan
istananya di Toledo sekitar tahun 513 M. Kemudian, pada tahun 569 M,
Leovigildo, seorang Raja Visigoth, menjadikan Toledo sebagai ibukota kerajaan
Visigoth Spanyol. Sejak itulah, Toledo mengalami kejayaan yang pertama . Pada tahun
689 M. Raja Recaredo menjadikan Katholik sebagai agama resmi di Spanyol .
Pada awal abad ke-8 M. para pedatang baru
berdatangan kedarataan Eropa (Spanyol). Pendatang tersebut adalah bangsa arab
yang membawa agama Islam . sejak ekspansi Bani Umayah Spanyol menjadi bagian
wilayah kekuasaan Islam (Ira M. Lapidus, 1993; 3790). Umat Islam berkuasa di
Spanyol hampir delapan abad , yaitu dari tahun 711-1942 M .
B.
SEJARAH SINGKAT
PERLUASAN ISLAM ATAS SPANYOL
Sebelum menaklukkan Spanyol, umat Islam
terlebih dahulu menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu
provinsi dari Dinasti Bani Umayah.
Ekspansi umat Islam ke Spanyol terjadi pada
masa Al-Walid menjabat khalifah. Al-Walid mengizinkan gubernurnya untuk
mengirimkan pasukan militer ke Spanyol. Pada awalnya Musa bin Nusair mengutua
Tharif bin Malik untuk memimpin pasukan ekspedisi yang bertujuan menjaga
daerah-daerah sasaran. Musa bin Nusyair menugaskan Tariq bin Ziyad untuk
memimpin pasukan tentara sebanyak 7000 orang. Thariq berlayar melalui Laut
Tengah menuju daratan Spanyol dan berhasil mendarat di sebuah bukit yang
kemudian dinamakan Gibraltar.
Ketika Roderick mengetahui bahwa Thariq dengan pasukannya telah memasuki negeri
Spanyol, ia mengumpulkan pasukan penangkal sejumlah 25.000 tentara. Menyadari
jumlah musuh yang jauh berbeda, Thariq meminta bantuan kepada Musa bin Nusyair,
dan Thariq mendapat tambahan pasukan sebanyak 12.000 tentara.
Pada hari minggu tanggal 18 Juli 711 M, kedua pasukan bertemu di Danau Janda
dekat mulut sungai Barbate. Pertemuan berlangsung selama 8 hari dan kemenangan
berada pada pihak Thariq. Tentara Thariq dalam peperangan itu mendapat bantuan
dari pasukan Roderick yang membelot, Thariq kemudian melakukan penaklukan di
Toledo. Kemudian Archidona dan Granada dapat ditundukkan, dan satu datasemen
yang dipimpin oleh Mughtr Ar-Rumi dapat menaklukkan kota Cordova yang kemudian
dijadikan ibokota pemerintahan Islam.
Setelah Spanyol dan kota-kota yang pentingnya
jatuh ke tangan umat Islam, sejak saat itu secara politik Spanyol berada di
bawah kekuasaan Khalifah Bani Umayah.
Ada beberapa faktoryang mendukung proses penguasaan
umat islam atas Spanyol :
1. Sikap penguasa Ghotic –sebutan lazim kerajaan
Visighotie-yang tidak toleran terhadap aliran agama yang berkembang saat itu.
Penguasa Visighotie memaksakan aliran agamanya kepada masyarakat. Penganut
agama Yahudi yang merupakan komunitas terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa
dibaptis dan dibunuh (Syed Mahmudunnasir, 1981: 213).
2. Perselisihan antara Raja Roderick dengan
Witiza (Wakilkota Toledo)di satu pihak dan Ratu Julian di pihak lain. Oppas dan
Achila, kakek dan anak Witeza , menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Roderick,
bahkan berkoalisi denagan kaum muslimin di Afirika Utara. Demikian pula, Ratu
Julian , ia bahkan memberikan pinjaman 4 buah kapal yang di pakai oleh Tharif, Thariq,
dan Musa (Ahmad Salabi III, 1965; 30).
3. Faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah
bahwa tentara Roderick tidak mempunyai semangat perang (Ahmad Salabi, Jilid
III, 1965; 30).
C.
KEMAJUAN ILMU
PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN
Masuknya Islam di Spanyol pada sekitar
permulaan abad ke 8 M., telah membuka cakrawala baru dalam sejarah Islam. Dalam
rentang waktu selama kurang lebih tujuh setengah abad, umat Islam di Spanyol
telah mencapai kemajuan yang pesat, baik di bidang ilmu pengetahuan maupun
kebudayaan.
Kemajuan peradaban di Spanyol Islam pada saat
ini berimbas pada bangkitnya renaisans dunia barat pada abad pertengahan
sehingga dapat dikatakan bahwa Arab Spanyol adalah guru bagi Eropa dan
Universitas Cordova, Toledo, sedangkan Seville berfungsi sebagai sumber asli
kebudayaan Arab, non-Arab, Muslim, Kristen, Yahudi, dan agama lain sampai
beberapa abad kemudian.
Cordova sebagai ibukota Spanyol merupakan pusat
peradaban Islam yang tinggi yang dapat menyamai kemasyhuran Baghdad di tmur,
dan Kairo di Mesir.
Kemajuan yang di raih umat Islam di Spanyol adalah maju dalam
bidang filsafat, sains, bahasa sastra dan musik, sejarah dan geografi, fiqh
serta kemajuan dalam pembangunan fisik.
1.
Filsafat
Dalam bidang ini , Spanyol islam telah
merintis pembangunannya sekitar abad ke-9 M. sejak abad ini , minat terhadap
Filsafat dan ilmu pengetahuan mulai di kembangkaan, yakni selama pemerintahan
Bani Umayah ke-5, Muhammad Ibn abd Ar-Rahman (832-886) (Majid Fahri, 1986;357).
2.
Sains
Spanyol islam banya melahirkan tokoh dalam
lapangan sains. Dalam bidang matematika, pakar yang sangat terkenal adalah Ibn
sina.
Dalam bidang Fisika dikenal seorang tokoh Ar-Razi . dialah yang
meletakan dasar ilmu kimia dan menolak kegunaan yang bersifat takhayul.
3.
Bahasa Sastra
dan Musik
Bahasa arab dengan ketinggian sastra dan
tata bahasanya telah mendorong lahirnya minat yang besar masyarakat Spanyol.
Hal ini dibuktikan dengan dijadikanya bahasa ini menjadi resmi, bahasa
pengantar, bahasa ilmu pengetahuan, dan administrasi .
4.
Sejarah dan
Geografi
Dalam bidang
sejarah dan geografi, Spanyol islam khususnya wilayah islam bagian barat telah
banyak melahirkan penulis terkenal, seperti Ibn Zubairdari Valancia, yang telah
menulis sejarah tentang negri-negeri muslim Mediterania serta sisilia . Ibn
Al-Khatib(1317-1375 M.)
5.
Fiqh
Umat islam Spanyol di kenal sebagai penganut
madzhab Maliki. Madzhab ini diperkenalkan oleh Ziyad Ibn abd Rahman yang
selanjutnya dikembangkan oleh Ibn yahya yang menjadi Qadi pada masa Hisyam Ibn
Abd Rahman .
6.
Kemajuaan
Pembangunan Fisik
Kemajuan pesat pada bidang intelektual tidak melalaikan para penguasa
Spanyol islam untuk memerhatikan pembangunan fisik. Dalam pembangunan fisik
umat islam di Spanyol telah membuat bangunan-bangunan fasilitas, seperti
perpustakaan yang jumlahnya sangat banyak , gedung pertanian, jembatan-jembatan
air, irigasi, roda air, dan lain-lain. Disamping itu , istana-istana, masjid
yang besar-besar dan megah serta tempat pemandian dan taman-taman yang
kesemuanya dipersatukan dalam kota yang di tata dengan teratur (Abd Rochim,
1983; 113).
Philip K. Hitti menyebutkan bahwa di Cordova terdapat 700 Masjid
dan 300 pemandian umum. Kemudian, istana Raja Az-Zahra mempunyai 400 buah
ruangan . Istana megah itu sengaja di bangun di kaki gunung dan menghadap
sungai QuadaIquiurr yang di atasnya terdapat jembatan yang melintas sungai
tersebut dengan konstruksi lengkung sebagai penyangga (Philip K. Hitti,
Terjemah : 162).
D.
KEMUNDURAN DAN
KEHANCURAN
Suatu kebudayaan tentu akan mengalami pasangan
surut sebagai mana berputarnya sebuah roda , kadang diatas kadang dibawah, hal
ini tentu telah menjadi hukum alam, Demikian juga dengan kekuasaan sebuah
imperium , satu saat dia muncul , berkembang pesat , lalu jatuh dan lilang.
1. Munculnya
Khalifah-Khalifah yang Lemah
Masa kejayaan Islam
Di Spanyol mulai dari priode Abd. Rahman III yang kemudian di lanjutkan oleh
putranya, yaitu Hakam. Sang penguasa yang cinta ilmu pengetahuan dan kolektor
buku serta pendirian perpustakaan (K. Ali, 1981; 311). Pada masa kedua penguasa
tersebut, keadaan politik dan ekonomi mengalami puncak kejayaan dan kestabilan.
2. Konflik Antara
Islam dan Kristen
Setelah
menaklukan Spanyol, para penguasa muslim tidak menjalankan kebijakan Islamisasi
secara sempurna. Penduduk Spanyol dibiarkan memeluk agamanya , mempertahankan
hukum dan tradisi mereka. Penguasa Islam hanya mewajibkan mereka membayar
upeti, dan tidak memberontak. Kebijakan ini ternyata menjadi bumerang.
3. Munculnya
Muluk Ath-Thawaif
Munculnya Muluk
Ath-Thawaif (dinasti-dinasti kecil), secara politis telah menjadi indikasi akan
memundurkan Islam di Spanyol, karena dengan terpecahnya kekuasaan khalifah menjadi
dinasti-dinasti kecil, kekuatan pun terpecah-pecah dan lemah .
Melemahnya kekuasaan Islam secara politis telah di baca oleh orang-orang
Kristen dan tak di sia-siakan oleh pihak musuh untuk menyerang imperium
tersebut. Pada tahun 1080 M. Al-Fonso dengan tiga kerajaan Kristen (Galicia, Leon,
Castile,) berhasil menguasai Toledoda Bani Dzu An-Nur (Philip K. Hitti, 1974:
555). Demikian juga , kerajaan Kristen Aragon berhasil merebut Huesea (1096 M.
)Saragosa , (1118 M.), Tyortosa (1148 M.), dan Kenida(1149 M.), (Ira M,
Lapidus, 1993: 384).
Pada tahun 1212 M, penaklukan Las Navas De Tolosa oleh koalisi raja-raja
Kristen mengakibatkan dinasti Al-Muwahiddin yang selama beberapa waktu telah
memulihkan keamanan Negara, stabilitas politik, dan lain-lain harus menarik
diri dari Spanyol .
Pada pertengahan abad ke-13, satu-satunya kota penting yang masih
dikuasai islam adalah Granada di bawah pemerintahan Gani Ahmar.
4. Kemerosotan
Ekonomi
Di paruh kedua masa islam Spanyol, para penguasa mementingkan
pembangunan fisik dengan mendirikan bangunan-bangunan megah dan monumental .
demikian juga, bidang IPTEK.
5. Sistem Peralihan
Kekuasaan Yang Tidak Jelas
Salah satu penyebab kemunduran dan kehancuran satu dinasti adalah
perebutan kekuasaan antara elit penguasa maupun antara putra mahkota.
Dari uraian diatas , dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
a. Islam
masuk Spanyol melalui arab Barbar. Hal ini terkait erat dengan sejarah
penguasanya
b. Spanyol
islam dipimpin banyakdaulah yang silih berganti dengan berbagai karakter dalam
rentang waktu yang cukup panjang ;
c. Terlepas
dari perbedaan corak kemajuaan yang dicapai oleh setiap pemerintah, perlu
dicatat beberapa hal berikut.
1) Selama
berlangsungnya kekuasaan islam di Spanyol telah lahir beberapa tokoh politik,
ilmuan yang telah mengharumkan islam Spanyol, yang berpengaruh besar atas
kemajuan peradaban Eropa sampai saat ini .
2) Adanya
kemanuan kehidupan sosial, ekonomi
3) Perkembangan
ilmu pengetahuan, kesusatraan, seni, dan arsitektur.
BAB VIII
PERADABAN ISLAM PADA MASA ABBASIYAH
A.
PERIODESASI MASA ABBASIYAH
Para sejarahwan mengklarifikasi peride
Abbasiyah berbeda-beda. Al-Khudri, Guru Besar Ilmu Sejarah dari Universitas
Mesir membagi ke dalam 5 masa :
1.
Masa kuat-kuasa dan bekerja membangun, berjalan
100 tahun lamanya, dari 132 sampai 232 H.
2.
Masa berkuasanya panglima-panglima Turki,
berjalan 100 tahun lamanya dari 232 sampai 334 H.
3.
Masa berkuasanya Bani Buyah (Buwayhid),
berjalan 100 tahun lamanya, dari 334 sampai 447 H.
4.
Masa berkuasanya Bani Saljuk (Seljuqiyak),
berjalan 100 tahun lamanya, dari 447 sampai 530 H.
5. Masa
gerak balik kekuasaan politik khalifah-khalifah Abbasiyah dengan merajalelanya
para panglima perang, selama 125 tahun, dari 530 H. sampai musnahnya
Abbasiyah dibawah serbuan Jengis Khan dan putranya Hulagu Khan dari Tartar pada
tahun 656 H.
Menurut B.G.
Stryzewki membagi masa pemerintahan dinasti Abbasiyah menjadi lima priode,
yaitu;
1.
Priode pertama (132 H./750M.s,d.232
H./847M.).disebut priode pengaruh Persia pertama ;
2.
Priode kedua (232 H./874M.s,d.334 H,/945M.).
disebut priode pengaruh Turki pertama
3.
Priode ketiga (334 H./945M.s,d.447 H./1105M.),
masa kekuasaan dinasti Buwaihi dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah . priode
ini disebut juga pengaruh Persia kedua;
4.
Priode keempat (447H,/1105M.s.d.590H./1195M.),
masa kekuasaan dinasti Saljuk yang bias di sebut masa pengaruh Turki kedua;
5.
Priode kelima (590H./1194M.s.d. 656 H ./1258
M.), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain ,tetapi kekuasaanya hanya
efektif di Baghdad .
B . PENDIRIAN BANI ABBAS (750-857M.-132-232 H.)
Babak ketiga dalam drama besar politik Islam di buka oleh Abu Al-Abbas
(750-754) yang berperan sebagai pelopor. Irak menjadi punggung drama besar itu.
Dalam khotbah penobatanya, yang disampaikan setahun sebelumnya di masjid Khufa,
khalifah Abbasiyah pertama itu menyebut dirinya As-Saffih, penumpah darah, yang
kemudian menjadi julukanya, julukan itu merupakan pertanda buruk karena dinasti
yang buruk muncul ini mengisaratkan bahwa mereka lebih mengutamakan kekuatan
dalam menjalankan kebijakannya. As-saffah menjadi pendiri dinasti arab Islam ketiga–setelah
Khulafa Ar-Rasyidun dan dinasti Umayah–yang sangat besar dan berusia lama. Dari
750 M. hingga 1258 M..sebagai ciri khas keagamaan dalam istana kerajaannya,
dalam berbagai kesempatan seremonial, seperti ketika dinobatkan sebagai
khalifah dan pada salat Jumat’ khalifah mengenakan jubah (burdah) yang pernah
dikenakan oleh saudara sepupuhnya, Nabi Muhammad. Akan tetapi, masa
pemerintahanya, begitu singkat, As-Saffah meninggal (754-775). Karena penyakit
cacar air ketika berusia 30-an.
Masa kejayaan Abbasiyah terletak pada khalifah setelah As-Saffah.
Penulis Philip K. Hitty mengatakan bahwa masa keemasan Abbasiyah terletak pada
10 khalifah, kesepuluh khalifah tersebut adalah As-Saffah (750), Al-Mansur
(754), Al-Mahdi (775), Al-Hadi (785), Ar-Rasyid (786), Al-Amin (809), Al-Ma’mun
(813), Al-Mu’tashim (833), Al-Watsiq (842), dan Al-Mutawakkil (847).
C . KEMAJUAN
MASA ABBASIYAH
Masa ini adalah masa kejayaan umat Islamsebagai
pusat dunia dalam berbagai aspek peradaban. Kemajuan itu hampir mencakup semua
aspek kehidupan yaitu :
1. Administratif
pemerintahan dengan biro-bironya
2. Sitem
organisasi militer
3. Administrasi
wilayah pemerintahan
4. Pertanian,
perdagangan dan industri
5. Kajian dalam
bidang kedokteran, astronomi, matematika, geografi, historiografi, filsafat
Islam, teologi, hukum (fiqh) dan etika Islam, sastra, seni, dan penerjemahan
6. Pendidikan,
kesenian, arsitektur, meliputi pendidikan mendasar (kuttab), menengah, dan
perguruan tinggi, perpustakaan, dan toko buku, media tulis, seni rupa, seni
musik dan arsitek.
D. KEMUNDURAN
DINASTI ABBASIYAH
Faktor-faktor penyebab kemunduran
Faktor intern
1.
Kemewahan hidup
di kalangan penguasa
2.
Perebutan
kekuasaan antara keluarga Bani Abbasiyah
3.
Konflik
keagamaan
Faktor ekstern
1.
Banyaknya
pemberontakan
2.
Dominasi bangsa
Turki
3.
Dominasi bangsa
Persia
E.
SEBAB-SEBAB KEHANCURAN DINASTI ABBASIYAH
1. Faktor
intern
2. Factor
ekstern
BAB IX
DINASTI-DINASTI KECIL DI BAGIAN TIMUR BAGHDAD
A. FAKTOR
TIMBULNYA DINASTI-DINASTI KECIL DI TIMUR BAGHDAD
Faktor-faktor yang mendorong berdirinya
dinasti-dinasti kecil ini, yaitu adanya persaingan jabatan khalifah diantara
keluarga raja dan munculnya sikap ashabiyah antara keturunan Arab dan non-Arab,
tepatnya persaingan Arab dan Persia. Dinasti-dinasti tersebut adalah Dinasti
Thahiri (200-259 H/820-872 M.), Dinasti Saffariah (867-903 M.), dan Dinasti
Samaniyah (875-1004 M.).
B. KONDISI SOSIAL,
POLITIK, DAN EKONOMI DINASTI-DINASTI KECIL DI BAGHDAD BAGIAN TIMUR
Sebagian besar dinasti kecil yang tumbuh di Timur
adalah keturunan Parsi. Meskipun secara politik tidak menimbulkan kesulitan
bagi pemerintahan pusat di Baghdad, dari segi budaya dan corak perkembangan
yang baru, yaitu kebangkitan kembali nasionalisme dan kejayaan bangsa Iran
lama.
Dilihat dari perkembangan sosial ekonomi, munculnya dinasti-dinasti tersebut
memunculkan kota-kota pusat kegiatan ekonomi, seperti Samarkand atau Bukhara
yang menjadi kota perdagangan utama. Dua kota tersebut menghubungkan rute
perdagangan ke Cina atau ke Eropa.
Tiga dinasti yang ada di bagian timur Baghdad,
seperti Thohiriyah, Samani, pada awalnya didirikan atas restu Baghdad sebagai
pusat kekuasaan umat Islam pada saat itu. Restu dalam arti untuk memimpin
sebuah wilayah kegubernuran. Akan tetapi, setelah mendapat kepercayaan Baghdad,
mereka membelot dan ingin mendirikan negeri yang independen, berpisah dari
Baghdad.
Faktor yang mendorong timbulnya dinasti baru, disamping karena syu’ubiyah
qabilah, juga adanya persaingan jabatan khalifah Baghdad pada waktu itu. Faktor
lainnya karena lemahnya kontrol dari pemerintah Baghdad terhadap wilayah
kekuasaannya.
Dinasti-dinasti kecil ini sebenarnya tidak melepaskan diri secara total dari
Baghdad. Bahkan bekerja sama berjalan dengan baik. Jadi, mereka bukan oposisi
Baghdad, tapi tampak sebagai mitra Baghdad.
BAB X
DINASTI-DINASTI KECIL DI BARAT BAGHDAD
A.
DINASTI IDRISIYAH (789-926 M.)
Dinasti ini didirikan oleh salah seorang penganut Syi’ah,
yaitu Idris bin Abdullah pada tahun 172 H./789 M. dinasti ini merupakan dinasti
Syi’ah pertama yang tercatat dalam sejarah berusaha memasukkan Syi’ah ke daerah
Maroko dalam bentuk yang sangat halus.
|
No,
|
Nama
|
Tahun
|
Keterangan
|
|
1
|
Idris I bin Abdullah
|
789-793
M
|
|
|
2
|
Idris II bin Idris
|
793-828
M
|
|
|
3
|
Muhammad bin Idris I
|
828-836
M
|
|
|
4
|
Ali bin Muhammad
|
836-849
M
|
|
|
5
|
Yahya I bin Muhammad
|
849-863
M
|
|
|
6
|
Yahya II bin Yahya I
|
863-866
M
|
|
|
7
|
Ali II bin Umar
|
866-?
|
Tidak
diketahui tahun akhirnya
|
|
8
|
Yahya III bin Al-Kasim
|
?-905
M
|
Tidak
diketahui tahun awalnya
|
|
9
|
Yahya IV bin Idris bin Umar
|
905-920
M
|
|
|
10
|
Hassan Al-Hajjam bin Muhammad bin
Al-Kasim
|
925-927
M
|
|
|
11
|
Kasim Ghannun bin Muhammad bin
Al-Kasim
|
937-948
M
|
|
|
12
|
Abu Aysh Ahmad bin Kasim Ghannun
|
948-954
M
|
|
|
13
|
Hasan bin Kasim Ghannun
|
958-978
M
|
|
B. DINASTI AGHLABIYAH (800-909 M.)
Dinasti ini didirikan di Aljazariyah dan Sisilia oleh
Ibrahim bin Aghlab, seorang yang dikenal mahir di bidang administrasi. Dengan
keahlian itu ia bisa menjalankan roda pemerintahannya dengan baik.
Dinasti Aghlabiyah merupakan tonggak terpenting dalam sejarah
konflik berkepanjangan antara Asia dan Eropa. Kontribusi terpenting dalam
ekspedisi tersebut adalah menyebarnya peradaban Islam hingga ke Eropa. Bahkan
Renaisans di Italia terjadi karena tranmisi ilmu pengetahuan melalui pulau
Sisilia.
Dinasti ini juga terkenal dengan dengan prestasinya di
bidang arsitektur, terutama dalam pembangunan masjid. Pada masa Ziyadatullah
yang kemudian disempurnakan oleh Ibrahim II, berdiri dengan megahnya, yaitu
masjid Qairawan.
C.
DINASTI THULUNIYAH (868-901)
Dinasti ini merupakan dinasti yang kecil pertama di Mesir
pada pemerintahan Abbasiyah, yang memperoleh hak otonom dari Baghdad. Dinasti
ini didirikan oleh Ahmad Ibn Thulun, yaitu seorang budak dari Asia Tengah.
Beliau dikenal sebagai sosok yang dikenal kegagahan dan keberaniannya, dia juga
seorang dermawan, haffidz, ahli di bidang syair, sastra, dan militer.
Prestasi yang dicapai oleh dinasti ini adalah mampu mengukir
dan memperkaya peradaban Islam yaitu dalam bidang seni arsitektur, telah
berdirinya masjid Ahmad ibn Thulun yang megah, pembangunan rumah sakit
sampai 60.000 dinar, dan bangunan Istana Al-Khumarwaihi dengan balairung
emasnya.
D. DINASTI IKHSIDIYAH (935-969 M.)
Dinasti ini didirikan oleh Muhammad Ibn Tughi yang diberi
gelar Al-Ikhsyid (pangeran) pada tahun 935 M. dinasti Ikhdisiyah mempunyai
peranan yang sangat strategis dalam menyokong dan memperkuat wilayah Mesir.
Pada masa Dinasti Ikhsidiyah ini juga terjadi peningkatan
dalam dunia keilmuwan dan gairah intelektual, sepertio mengadakan
diskusi-diskusi keagamaan yang dipusatkan di masjid-masjid dan rumah para
menteri dan Ulama.
E. DINASTI HAMDANIYAH (972-1152 M.)
Dinasti ini didirikan oleh Hamdan Ibn Hamdun, seorang Amir
dari suku Taghlib. Putranya Al-Husain adalah panglima pemerintahan Abbasiyah
dan Abu Al-Hajja Abdullah diangkat menjadi gubernur Maosul oleh khalifah
Al-Muktafi pada tahun 905 M.
Pada masa dinasti ini terkenal sebagai pelindung
kesusastraan Arab dan ilmu pengetahuan. Pada ma situ pula, muncul tokoh-tokoh cendekiawan
besar, seperti Abi Al-Fath dan Usman Ibn Jinny yang menggeluti di bidang Ilmu
Nahwu, Abu Thayyib Al-Mutannabi, Abu Firas Husain Ibn Nashr Ad-Daulah, Abu A’la
Al-Ma’ari, dan Syaif Ad-Daulah sendiri yang mendalami Ilmu Sastra, serta lahir
pula filosof besar, yaitu Al-Farabi.
BAB XI
PERANG SALIB DAN AKIBATNYA
A.
SEBAB TERJADINYA
Perang salib (1096-1291) terjadi sebagai reaksi dunia
Kristen di Eropa terhadap dunia Islam di Asia, yang sejak 632 M., dianggap
sebagai pihak “penyerang”, bukan saja di Siria dan Asia Kecil, tetapi juga di
Spanyol dan Sisilia. Disebut perang salib, karena ekspedisi militer Kristen
mempergunakan salib sebagai simbol pemersatu untuk menunjukkan bahwa peperangan
yang mereka lakukan adalah perang suci dan bertujuan untuk membebaskan kota
suci Baitulmakdis (Yerussalem) dari
tangan orang-orang Islam.
Penyebab langsung terjadinya Perang Salib adalah permintaan
Kaisar Alexius Connenus pada tahun 1095 kepada Paus Urbanus II. Kaisar dari
Bizantium meminta bantuan dari Romawi karena daerah-daerah yang tersebar sampai
ke pesisir laut Marmora “dibinasakan” oleh Bani Saljuk. Bahkan, kota
Konstantinopel diancamnya pula. Adanya permintaan ini, Paus melihat kemungkinan
untuk mempersatukan kembali (gereja Yunani dengan Romawi yang telah terpecah
tahun 1095-1054).
Penyebab lain perang salib adalah faktor sosial ekonomi.
Para pedagang besar yang berada di pantai Timur Laut Tengah, terutama yang
berada di kota Venezia, Ganoa, dan Pisa berambisi untuk menguasai sejumlah kota
dagang di sepanjang pantai Timur dan Selatan Laut Tengah untuk memperluas
jaringan perdagangan mereka. Perang Salib bagi bagi orang-orang Kristen
juerupakan jaminan untuk masuk Surga sebab mati dalam Perang Salib, menururt
mereka, adalah mati sebagai pahlawan agama dan langsung masuk surga walaupun
mempunyai dosa-dosa pada masa lalunya.
B. PERIODESASI PERANG SALIB
Philip K. Hitty menyederhanakan periodesasi perang salib
dalam 3 periode, yaitu :
1.
Masa penaklukan (1009-1144)
2.
Masa timbulnya reaksi umat
I slam (1144-1192)
3.
Masa perang saudara kecil-kecilan
yang beakhir sampai 1291 M.
C.
AKIBAT PERANG SALIB
Perang Salib menimbulkan beberapa akibat penting dalam
sejarah dunia. Perang Salib membawa Eropa ke dalam kontak langsung dengan dunia
muslim dan terjalinnya hubungan antara timur dan barat. Kontak ini menimbulkan
saling tukar pikiran antara kedua belah pihak. Melahirkan suatu bagian penting
dalam menumbuhkan renaisans di Eropa.
Keuntungan perang salib bagi Eropa adalah menambah lapangan
perdagangan, mempelajari kesenian, dan penemuan penting, seperti kompas pelaut,
kincir angin, dan sebagainya dari orang Islam. Mereka juga dapat mengetahui
cara bertani yang maju dan mempelajari kehidupan industri timur yang lebih
berkembang.
Kegiatan perdagangan tersebut lebih mengarah pada
perkembangan kegiatan Maritim di Laut Tengah. Orang-orang Islam yang pernah
menguasai Laut Tengah kehilangan kekuasaan, sementara orang Eropa bebas
menggunakan jalan Laut melalui Laut Tengah tersebut.
BAB XII
INVASI MONGOL
DAN AKIBATNYA
A.
SILSILAH BANGSA MONGOL
Fakta sejarah
mengungkapkan bahwa pelopor bangsa Mongol adalah Yesugay, ayah dari Chinggis
Khan. Setelah kematian Yesugay, Chinggis Khan memimpin bangsa mongol. Nama
jelas Chinggis adalah Temujin yang lahir pada tahun 1154 M. dan
mempromklamasikan sebagai Khan (Raja). Pada tahun 1219, bangsa mongol
menaklukan Cina seluruh bangsa Tartar. Sejak itu, umat Islam diatur oleh beberapa
dinasti baru.
B.
INVASI MONGOL SAMPAI BAGHDAD JATUH
Invasi Mongol terjadi pada masa pemerintahan Iitutmish pada tahun 1221
M. Orang-orang mongol muncul untuk pertama kalinya di tepi sungai Indus di bawah
pemimpin mereka yang terkenal, Jengis Khan. Jengis Khan menjadikan orang-orang
mongol sebagai kekuatan politik dan militer yang terbesar di Asia. Dia
menundukan negri-negri Asia tengah dan Asia barat dengat cepat, dan ketika dia
menyerang jalaluddin, syah Khawarizm
yang terakhir, syah tersebut melarikan diri ke Punjab dan mencari perlindungan
didaerah jajahan. Jajaluddin mengadakan persekutuan dengan bangsa kokar, dan
setelah mengalahkan Nasiruddin Qabacha dari multan, dia menjarah sind dan
Gujarat Utara dan pergi ke Persia. Orang-orang Mongol menjarah Sind dan Punjab
yang sangat panas dan mereka tidak maju kejantung India. Dengan demikian, India
selamat dari bencana yang hebat.
Kisah jatuhnya Ibukota Abbasiyah pada tahun 1258, yang didirikan
oleh khalifah kedua, Al-Mansur terjadi setelah blokade kota “seribu satu
malam”, dinding-dinding Baghdad yang kuat diserang oleh Hulako Khan pada
Januari 1258. Orang-orang Mongol tidak mau menerima syarat-syarat yang diajukan
oleh pihak Abbasiyah untuk menerima penyerahan kota. Pasukan Mongol menyerang kota pada tanggal 10 Februari 1258.
Khalifah beserta 300 pejabat tinggi Negara menyerah tanpa syarat. Sepuluh hari
kemudian, mereka dibunuh, termasuk sebagian keluarga khalifah dan penduduk yang
tidak berdosa. Akibat pembunuhan dan kerusakan kota itu, timbullah wabah
penyakit pes lantaran mayat-mayat yang bergelimpangan belum sempat dikebumikan.
C.
BATAS KEKUASAAN MONGOL
Wilayah kultur Arab menjadi jajahan Mongol setelah Baghdad ditaklukan
oleh Hulagu Khan pada tahun 1258. Ia membentuk kerajaan II Khaniyah yang
berpusat di Tabrisdan Maragha . Ia di percayai oleh saudaranya, Mongke Khan
untuk mengembalikan wilayah-wilayah Mongol di Asia barat yang telah lepas dari
kekuasaan Mongol setelah peninggalnya Chinggis. Ia pun berangkat disertai pasukan
, untuk melaksanakan tugasnya pada tahun 1253 dari Mongolia.
D.
AKIBAT SERANGAN MONGOL TERHADAP ISLAM
Ada dua dampak positif dan negative . dampak negative tentunya lebih
banyak bila di bandingkan dengan positifnya. Kehancuran di mana-mana akibat
serangan mongol sejak wilayah timur hingga kebarat. Kehancuran kota-kota dengan bangunan yang indah-indah dan
perpustakaan-perpustakaan yang mengoleksi banyak buku memperburuk situasi umat
Islam. Pembunuhan
terhadap umat islam yang tidak berdosa terjadi.
Yang lebih fatal lagi, ialah hancurnya Baghdad
sebagai pusat Dinasti Abbasiyah yang didalamnya terdapat berbagai tempat
belajar dengan fasilitas perpustakaan, hilang lenyap dibakar oleh Hulagu. Suatu
kerugian besar bagi khazanah ilmu pengetahuan yang dampaknya masih dirasakan
hingga kini.
Sedangkan dampak positifnya adalah para
pemimpin Dinasti Mongol masuk Islam. Disebabkan karena berasimilasi dan bergaul
dengan masyarakat muslim dalam jangka waktu yang panjang, seperti yang
dilakukan oleh Gazan Khan yang menjadikan Islam sebagai agama resmi
kerajaannya.
BAB XIII
ISLAM DI ASIA
TENGGARA
A.
ISLAM DI
INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN
1.
TEORI KEDATANGAN ISLAM DI INDONESIA
Kennet W. Morgan menerangkan bahwa berita yang
dapat dipercayai tentang Islam di Indonesia yang mula-mula sekali terdapat
dalam berita Marcopolo. Dalam perjalananya kembali ke Venezia pada tahun 692
(1292 M.), Marcopolo setelah bekerja pada kubilai Khan di Tiongkok, singgah di Perlak,
sebuah kota di pantai Utara Sumatra.
2.
SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
Perkembangan pelayaran dan perdagangan yang bersifat Internasional antara
Negara-negara di Asia bagian barat dan timur mungkin disebabkan oleh kegiatan
kerajaan Islam dibawah bani Umayah di bagian barat maupun kerajaan Cina zaman
dinasti T’ang di Asia Timur serta kerajaan Sriwijaya di Asia tenggara.
Upaya kerajaan Sriwijaya dalam memperluas kerajaannya ke Semenanjung Malaka
sampai kedah dapat di hubungkan dengan bukti-bukti Prasasti 775, berita-berita
Cina dan Arab Abad ke-8 sampai ke-10 M. Hal ini erat hubunganya dengan usaha
penguasaan Selat Malaka yang merupakan kunci bagi pelayaran dan perdagangan
internasional.
3.
AGAMA DAN KEKUATAN POLITIK PADA MASA PRA-PENJAJAH
Sebelum Islam datang, di Indonesia telah berkuasa kerajaan-kerajaan
Hindu dan Budha . di antaranya, ada kerajaan Bahari terbesar yang menguasai dan
mengadilkan pulau-pulau di Nusantara, yaitu kerajaan Sriwijaya di sekitar
Palembang, Sumatra Selatan, dan Singasari, selanjutnya yaitu Majapahit.
a.
Islam di Sumatra
Ada tiga kerajaan Islam terkenal di Sumatra yang telah memosisikan Islam
sebagai agama dan sebagai kekuatan politik yang mewarnai corak sosial
budayanya, yaitu kerajaan Perlak, Pasai dan Aceh
b.
Islam di Jawa
Ahli-ahli sejarah tampaknya sependapat bahwa penyebaran Islam di jawa
adalah para Wali Songo. Mereka tidak hanya berkuasa dalam lapangan keagamaan,
tetapi juga dalam pemerintahan dan politik. Bahkan, sering kali seorang raja
kalau ia sudah di akui dan di berkahi oleh Wali Songo.
C.
Islam di Kalimantan ,Maluku , dan Sulawesi
Pada awal abad
ke-16 , Islam masuk ke Kalimantan Selatan yaitu di kerajaan Daha (Banjar) yang
beragama hindu berkat bantuaan Sultan Demak, Trenggono (1521-1546) raja Daha dan
rakyatnya masuk Islam sehingga berdirilah kerajaan Islam Banjar. Dengan raja
pertamanya Pangeran Samudra yang di beri gelar pangeran Suryanullah atau Suriansah
.
Pada abad ke
-10 dan ke-11 di Maluku sudah ramai peniagaan rempah-rempah terutama cengkeh
dan pala yang dilakukan oleh para pedagang Arab dan Persia .
Berkenaan
dengan proses pembentukan Negara atau kerajaan Islam tersebut di atas , menurut
Taufik Abdullah setidak-tidaknya ada 3 pola pembentukan budaya yang tampak dari
proses tersebut yaitu :
1.
Pola Samudra Pasai :lahirnya Samudra Pasai berlangsung melalui
perubahan dari Negara yang segmeter ke Negara yang terpusat
2.
Pola Sulawesi Selatan :pola Islamisasi melalui keraton atau pusat
kekuasaan
3.
Pola Jawa :di Jawa Islam mendapatkan suatu system politik
dan struktur kekuasaan yang telah lama mapan .
B.
ISLAM DI INDONESIA PASCA –KEMERDEKAAN
1.
PENDAHULUAN
Lahirnya BPUPKI
(badan penyelidikan usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia )pada tanggal 9
April 1945 memiliki arti penting dalam lintasan sejarah panjang bangsa
Indonesia .
BPUPKI yang
terdiri atas 68 orang anggota terdiri atas komposisi 8 orang dari Jepang 15
orang dari golongan Islam .
Ketika
pembahasan dasar Negara itulah terjadi perdebatan ideologis yang sengit antara
golongan Islam dan Nasionalis Sekuler, di pandang dari sudut ini sebenarnya
yang di cita-citakan oleh tokoh-tokoh Islam dalam BPUPKI dan PPKI bukan
realisasi konsep Negara Islam, tetapi lebih tepat adanya jaminan pelaksanaan
syariat piagam Jakarta yang menunjukan bahwa identitas orang Islam perlu di
jamin secara konstitusional .
C. PERKEMBANGAN ISLAM DI ASIA TENGGARA
Islam yang disebar di kawasan Asia Tenggara telah lengkap
dengan berbagai aliran kalam, fiqh, tasawuf dan tarekat yang dikembangkan oleh
Ulama sebelumnya. Oleh karena itu terdapat dua kecenderungan umat Islam ketika
itu. Pertama, golongan tradisional yang mengikatkan diri pada madzhab atau
aliran tertentu, kedua, golongan modernis yang menganggap bahwa kemunduran
Islam karena pelaksanaan ajaran yang sudah tidak murni lagi.
Pembaharuan yang terjadi di dunia Islam yang dipelopori oleh
ulama modernis di berbagai Negara, yaitu Muhammad Ibn Al-wahab di Saudi Arabia,
Jamaludin Al-Afgani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridho di Mesir, bedampak ke
Indonesia bersamaan dengan kembalinya Haji Miskin (1802) setelah melakukan
ibadah haji dari Mekah. Pembaharuan pemahaman agama Islam ditunjukkan untuk :
a.
Menyucikan Islam dari pengaruh
bid’ah
b. Pendidikan yang lebih tinggi bagi
umat Islam
c.
Pembaharuan rumusan ajaran Islam
terhadap pengaruh Barat dan Kristen.
BAB XIV
KEKUASAAN ISLAM PERIODE TENGAH
A.
KERAJAAN MAMLUK MESIR (648 H./1250
M.-922 H./ 1517 M.)
1.
Mamluk Bahri (648-792 H./1250-1389M)
Dinasti Mamlukdidirikan oleh para budah. Mereka pada mulanya
adalah orang-orang yang ditawan oleh penguasa Dinasti Ayyubiyah sebagai budak,
kemudian dididik dan dijadikan tentaranya.
Kerajaan Mamluk dibagi menjadi dua periode berdasarkan
daerah asalnya. Golongan pertama dinamakan Mamluk Bahri (648-792 H./1250-1389
M.), yakni yang berasal dari kawasan Rusia Selatan, Mongol dan Kurdi. Golongan
kedua dinamakan Mamluk Burji (792-923 H./1389-1517 M.), yakni Mamluk yang
berasal dari etnik Syracuse di wilayah Kaukasus. Golongan kedua inilah yang
berhasil bertahan untuk berkuasa pada Dinasti Mamluk.
2.
Mamluk Burji (792-923 H./1389-1517M.)
Masa pemerintahan Mamluk Burji diawali dengan berkuasanya
Sultan Barquq setelah berhasil berhasil menggulingkan sultan terakhir dari
Mamluk Bahri, Shalih Haj bin Asyraf Sya’ban.
B. PERADABAN PADA DINASTI MAMLUK
Dalam bidang ekonomi, Dinasti Mamluk membuka hubungan dagang
dengan Perancis dan Italia melalui perluasan jalur perdagangan yang diliris
oleh dinasti Fatimiyah di Mesir sebelumnya. Dalam bidang ilmu pengetahuan,
Mesir menjadi tempat pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Baghdad dari serangan
tentara Mongol.
Oleh karena itu, ilmu-ilmu banyak berkembang di Mesir,
seperti sejarah, astronomi, matematika, dan ilmu agama.
C.
KERAJAAN USTMANI
Nama kerajaan Turki Ustmani diambil dan dibangsakan kepada
nenek moyang mereka yang pertama, Sultan Ustmani Ibnu Sauji Ibnu Orthogol Ibnu
Sulaiman Syah Ibnu Kia Alp, kepala kabilah kab di Asia Tengah. Raja pertama
Turki Ustmani adalah Ustman dengan gelar Padisya Alu Ustman. Berbeda
dengan kerajaan-kerajaan sebelumnya, kerajaan Turki Ustmani pada abad ke 17,
banyak mengalami kemunduran. Pada abad ke 17 hingga ke 18, terdapat perubahan
penting dalam sejarah Turki Ustmani. Berakhirnya ekspansi kerajaan Turki
Ustmani, lembaga-lembaga pemerintahan seringkali kehilangan kemampuan militer
dan administrasinya, dan kerajaan dalam posisi tertekan dengan regresi ekonomi,
pemberontakan rakyat, dan kekalahan militer serta perseteruan pemerintahan
pusat dengan elit lokal.
Walaupun di bidang politik dan ekonomin banyak kemunduran,
namun pada abad ke 17, kerajaan Turki Ustmani masih mengalami kemajuan dalam
bidang budaya dan seni. Di bidang syair yang menonjol pada abad ke 17
adalah Nefi dan Syekh Al-Islam Zekeria Zade Yahyat Efend. Dan pada abad ini
subur dengan karya populer yang berbentuk puisi dan cerita.
D. KERAJAAN SYAFAWI
Kerajaan Syafawi berdiri sejak tahun 1503-1722 M. kerajaan
ini berngkat dari sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil, sebuah kota
di Azerbaijan. Tarekat ini diberi nama tarekat syafawiyah.
Kondisi keagamaan pada masa kerajaan Syafawi tidak
memaksakan rakyatnya agar Syi’ah menjadi agama Negara, tetapi ia menanamkan
sikap toleransi. Stabilitas politik kerajaan Syafawi pada masa Abbas I ternyata
telah memacu perkembangan perekonomian Syafawi, terlebih setelah kepulauan
Hurmuz dikuasai dan pelabuhan Gumrun diubah menjadi Bandar Abbas. Disamping
sector perdagangan, kerajaan Syafawi juga mengalami kemajuan di sector
pertanian terutama di daerah bulan tsabit subur.
Dalam sejarah Islam, bangsa Persia dikenal sebagai bangsa
yang berperadaban tinggi dan berjasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Oleh
karena itu, tidaklah mengherankan apabila pada masa kerajaan Syafawi, khususnya
ketika masa Abbas I, tradisi keilmuwan terus berkembang.
E. KERAJAAN MUGHAL (INDIA)
Kerajaan Mughal berdiri seperempat abad sesudah berdirinya
kerajaan Syafawi. Jadi, diantara tiga kerajaan besar Islam tersebut, kerajaan
inilah yang termuda. Kerajaan Mughal didirikan oleh Zahirudin Babur, salah satu
dari cucu Timur Lenk. Kerajaan Mughal mulai berkuasa sejak tahun 1526 sampai
tahun 1707. Kerajaan ini mempunyai sultan-sultan yang besar dan terkenal pada
abad ke 17, yaitu Akbar (1556-1606), Jengahir (1605-1627) dengan permaisurinya
Nurjannah, Syah Jehan (1628-1658), dan Aurangzeb (1659-1707).
Di masa Akbar kerajaan tidak dijalankan dengan kekerasan. Ia
banyak menyatu dengan rakyat, bahkan rakyat dari berbagai agama tidak
dpandangnya sebagai orang lain dan dirinyapun dibuatnya menjadi orang Hindustan
sejati. Dalam urusan pemerintahan, dia menyusun pentadbiran secara teratur yang
jarang taranya, sehingga Inggris satu setengah abad kemudian setelah
menaklukkan India, tidak dapat memilih jalan lain, hanya meneruskan
administrasi Sultan Akbar.
Didalam permasalahan agama, beliau sangat toleran dan bagi
orang yang beragama Hindu dihormati oleh Akbar dan tidak dipaksa untuk memeluk
agama Islam. Dengan demikian, Akbar adalah seorang Reforman kerajaan Mughal
yang telah menata pemerintahan dengan sistem yang lebih baik disbanding kerajaan-kerajaan
sebelumnya.
Bersamaan dengan majunya bidang ekonomi kerajaan Mughal pada
abad ke 17, mengalami kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan budaya.
Di bidang pengetahuan kebahasaan Akbar telah menjadikan tiga bahasa sebagai
bahasa nasional, yaitu bahasa Arab sebagai bahasa agama, bahasa Turki sebagai
bangsawan dan bahasa Persia sebagai bahasa Istana dan kesusastraan.
Sementara karya seni yang paling menonjol adalah karya
sastra gubahan penyair Istana, baik yang berbahasa Persia maupun bahasa India.
Karya seni yang dapat dinikmati sekarang merupakan karya seni yang terbesar
yang dicapai kerajaan Mughal adalah karya-karya arsitektur yang indah dan
mengagumkan.
Berdasarkan uraian diatas, maka ilmu pengetahuan, seni, dan
budaya pada masa Kerajaan Mughal cukup pesat, khususnya pada masa Akbar dan
Aurangzeb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar