https://soundcloud.com/alfian-chryz/vroom-vroom

Rabu, 12 Oktober 2016

RESUME BUKU SEJARAH PERADAPAN ISLAM KARANGAN DEDI SUPRIYADI, M.AG



DOSEN PENGAMPU
Prof. Dr. H.A. Hafiz Anshary AZ, M.A
Dr. H. Faisal Mubarak, M.A
MATA KULIAH
Sejarah Pemikiran
dan
Peradaban Islam
                      
RESUME BUKU SEJARAH PERADAPAN ISLAM KARANGAN DEDI SUPRIYADI, M.AG

OLEH
NORA SUNARYO PUTRI
1502521458



INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BANJARMASIN
2015

DAFTAR ISI

BAB  1
MENGENAL KONSEP SEJARAH, KEBUDAYAAN, DAM PERADAPAN

A.        KONSEP SEJARAH
B.        KONSEP KEBUDAYAAN DAN PERADAPAN

1.          PENGERTIAN KEBUDAYAAN
2.          HUBUNGAN KEBUDAYAAN DAN PERADAPAN
BAB  2
PERIODESASI PERKEMBANGAN PERADAPAN ISLAM

A.        GAMBARAN UMUM PERIODESASI PERADAPAN ISLAM
B.        ISLAM PERIODESASI KLASIK

1.          KEMAJUAN ISLAM
2.          MASA DISINTEGRASI

C.        PERIODE PERTENGAHAN

1.          MASA KEMUNDURAN
2.          MASA TIGA KERAJAAN BESAR

D.        PERIODE MODERN
BAB  3
PERADAPAN ISLAM PADA MASA ARAB PRA-ISLAM

A.        SILSILAH BANGSA ARAB PRA-ISLAM
B.        PERADAPAN ARAB PRA-ISLAM
BAB  4
PERADAPAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW

A.        KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW
B.        GAMBARAN UMUM MISI MUHAMMAD SAW
C.        PERADABAN PADA MASA ROSULULLAH SAW

1.          PEMBANGUNAN MESJID NABAWI
2.          PERSAUDARAAN ANTARA KAUM MUHAJIRIN DAN ANSHAR
3.          KESEPAKATAN UNTUK SALING MEMBANTU ANTARA KAUM MUSLIMIN DAN NON-MUSLIMIN
4.          PELETAKAN ASAS-ASAS POLITIK , EKONOMI DAN SOSIAL
BAB  5
PERADABAN ISLAM PADA MASA KHULAFA AR-RASYIDIN

A.        KHALIFAH ABU BAKAR ASH SHIDIQ

1.          KELAHIRAN ABU BAKAR ASH SHIDIQ
2.          ABU BAKAR : PERAN DAN FUNGSINYA
3.          PENYEBARAN ISLAM PADA MASA ABU BAKAR
4.          FAKTOR KEBERHASILAN KHALIFAH ABU BAKAR
5.          PERADABAN PADA MASA ABU BAKAR

B.       KHALIFAH UMAR IBN AL-KHATHTHAB

1.          KELAHIRAN UMAR IBN AL-KHATHTHAB
2.          LATAR BELAKANG KEHIDUPAN UMAR IBN AL-KHATHTHAB
3.          PENGANGKATAN UMAR IBN AL-KHATHTHAB SEBAGAI KHALIFAH
4.          UMAR IBN KHATHTHAB: MADINAH SEBAGAI NEGARA ADIKUASA
5.          PERADAPAN PADA MASA KHALIFAH UMAR

C.        KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN

1.          KELAHIRAN UTSMAN BIN AFFAN
2.          PROSES PENGANGKATAN KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN
3.          VISI DAN MISI UTSMAN BIN AFFAN
4.          PERADABAN PADA MASA UTSMAN BIN AFFAN

D.        KHALIFAH ALI BIN ABU THALIB

1.          PROSES PENGANGKATAN ALI BIN ABI THALIB
2.          KEKHALIFAHAN ALI BIN ABI THALIB
3.          PERISTIWA TAHKIM PADA MASA ALI BIN ABI THALIB
BAB  6
PERADABAN ISLAM PADA MASA MUAWIYAH TIMUR (661-680 M.) DAN ANDALUSIA (705-680 M.)

A.        MASA UMAYAH DI TIMUR (661-680 M.)

1.          POLA ADMINISTRATIF PEMERINTAH UMAYAH
2.          EKSPANSI PADA MASA UMAYAH
3.          PERADABAN PADA MASA UMAYAH TIMUR
4.          ALIRAN-ALIRAN KEAGAMAAN PADA MASA UMAYAH

B.        PENDIRIAN UMAYAH DI ANDALUSIA
BAB  7
ISLAM DI ANDALUSIA (SPANYOL)

A.        PENDAHULUAN
B.        SEJARAH SINGKAT PENGUASAAN ISLAM ATAS SPANYOL
C.        KEMAJUAN ILMU  PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN

1.          FILSAFAT
2.          SAINS
3.          BAHASA SASTRA DAN MUSIK
4.          SEJARAH DAN GEOGRAFI
5.          FIQH
6.          KEMAJUAN PEMBANGUNAN FISIK

D.        KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN

1.          MUNCULNYA KHALIFAH-KHALIFAH YANG LEMAH
2.          KONFLIK ANTARA ISLAM DAN KRISTEN
3.          MUNCULNYA MULUK ATH-THAWAIR
4.          KEMEROSOTAN EKONOMI
5.          SISTEM PERALIRAN KEKUASAAN YANG TIDAK JELAS
BAB  8
PERADABAN ISLAM PADA MASA ABBASIYAH

A.        PERIODESASI MASA ABBASIYAH
B.        PENDIRIAN BANI ABBAS
C.        KEMAJUAN MASA ABBASIYAH
1.      BIRO-BIRO PEMERINTAHAN ABBASIAH
2.      SISTEM MILITER
3.      WILAYAH PEMERINTAHAN
4.      PERDAGANGAN DAN INDUSTRI
5.      PERKEMBANGAN BIDANG PERTANIAN
6.      ISLAMISASI MASYARAKAT
7.      BIDANG KEDOKTERAN
8.      PENDIDIKAN, PERPUSTAKAAN, DAN TOKO BUKU
D.        KEMUNDURAN DINASTI ABBASIYAH
1.      FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMUNDURAN
E.       SEBAB-SEBAB KEHANCURAN DINASTI ABBASIYAH
1.      FAKTOR INTERNAL
2.      FAKTOR EKSTERNAL
BAB  9
DINASTI-DINASTI KECIL DI BAGIAN TIMUR BAGHDAD

A.        PENDAHULUAN
B.        DINASTI THAHIRI (200-259 H /820-872 M)
C.        DINASTI SAFFARIAH (867-903 M)
D.        DINASTI SAMANIYAH (875-1004 M)
E.        KONDISI SOSIAL, POLITIK, DAN EKONOMI DINASTI-DINASTI KECIL DI TIMUR
BAB  10
DINASTI-DINASTI KECIL DI BARAT BAGHDAD

A.       PENDAHULUAN
B.       DINASTI IDRISIYAH (789-926 M)
C.       DINASTI AGHLABIYAH (800-909 M)
D.       DINASTI THULUNIAH (869-905 M)
E.       DINASTI IKHSIDIYAH (972-1150 M)
F.        DINASTI HAMDANIAH (972-1152 M)
BAB  11
PERANG SALIB DAN AKIBATNYA

A.    SEBAB TERJADINYA
B.     PRIODESASI PERANG SALIB
C.    AKIBAT PERANG SALIB
BAB  12
INVANSI MONGOL DAN AKIBATNYA

A.        SILSILAH BANGSA MONGOL
B.        INVASI MONGOL SAMPAI BAGHDAD JATUH
C.        BATAS KEKUASAAN MONGOL
D.        AKIBAT SERANGAN MONGOL TERHADAP ISLAM
BAB  13
ISLAM DI ASIA TENGGARA

A.        ISLAM DI INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN

1.          TEORI KEDATANGAN ISLAM DI INDONESIA
2.          SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
3.          AGAMA DAN KEKUATAN POLITIK PADA MASA PRA-PENJAJAH

B.         ISLAM DI INDONESIA PASCA-KEMERDEKAAN
1.      PENDAHULUAN
2.      ISLAM DALAM MASA REVOLUSI
3.      EKSISTENSI ISLAM DALAM DEMOKRASI PARLEMENTAL
4.      ISLAM DAN DEMOKRASI TERPIMPIN
C.        MALAKA
D.        SARAWAK, SULU, DAN MINDANAU
E.         THAILAN DAN BIRMA ( MYANMAR)
F.         SINGAPURA
G.        BRUNAI
H.        PERKEMBANGAN ISLAM DI ASIA TENGGARA
BAB  14
KEKUASAAN ISLAM PERIODE TENGAH

A.       KERAJAAN MAMLUK MESIR (648-922 H)
1.       MAMLUK BAHRI
2.      MAMLUK BURJI
3.      PERADAPAN PADA MASA DINASTI MAMLUK
4.      BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN MAMLUK BURJI
B.       KERAJAAN UTSMANI
1.      PENDAHULUAN
2.      ASAL USUL UTSMANI
C.    KERAJAAN SYAFAWI
1.      KONDISI POLITIK DAN SOSIAL KERAJAAN SYAFAWI
2.      KONDISI KEAGAMAAN
3.      KONDISI EKONOMI
4.      KONDISI BIDANG ILMU PENGERAHUAN
D.    KESULTANAN DELHI
E.     KERAJAAN MUGHAL
1.      KONDISI POLITIK DAN SOSIAL KERAJAAN MUGHAL ABAT KE 17
2.      KONDISI PENGETAHUAN SENI KERAJAAN MUGHAL ABAT KE 17


BAB I
MENGENAL KONSEP SEJARAH, KEBUDAYAAN, DAN PERADABAN

A.      KONSEP SEJARAH
                Sejarah, dalam bahasa Arab, tarikh atau history (inggris), adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkenaan dangan kronologi berbagai peristiwa. Definisi serupa diungkapkan oleh Abd. Ar-Rahman As-Sakhawi bahwa sejarah adalah seni yang berkaitan dengan serangkaian anekdot yang berbentuk kronologi peristiwa. Secara teknis formula, Nisar Ahmad Faruqi menjelaskan formula yang digunakan di kalangan sarjana Barat bahwa sejarah terdiri atas (man + time + space = history).
Secara ringkas, menurut Gottschalk, pengertian sejarah tidak lebih dari sebuah rekaman peristiwa masa lampau manusia dengan segala sisinya. Sementara itu, Ibn. Khaldun berpandangan bahwa sejarah tidak hanya dipahami sebagai suatu rekaman peristiwa masa lampau, tetapi juga penalaran kritis untuk menemukan kebenaran suatu peristiwa pada masa lampau. Dengan demikian, unsur penting dalam sejarah adalah adanya pelaku, yaitu manusia, dan daya kritis dari peneliti sejarah.

B.       KONSEP KEBUDAYAAN DAN PERADABAN
1.    Pengertian Kebudayaan
Pengertian culture/ kebudayaan dapat dipahami bahwa kebudayaan adalah pembangunan yang didasarkan pada kekuatan manusia, baik pembangunan jiwa, pikiran, dan semangat melalui latihan dan pengalaman.
Di dalam buku The World Book Encyclopedia menjelaskan secara rinci dan sistematik bahwa kebudayaan adalah semua aktivitas manusia yang nyata termasuk prestasi dalam berbagai bidang, yang berlangsung dari satu generasi manusia ke generasi berikutnya. Kebudayaan bermakna berbagai kegiatan yang menggunakan bahasa, menikah, membesarkan anak, mencari nafkah, menjalankan pemerintahan, berjuang dalam perang, dan ikut serta dalam berbagai kegiatan keagamaan.  Adapun kebudayaan dalam arti sempit adalah serangkaian cara hidup dari komunitas masyarakat.
Secara singkat dan sederhana, sebagaimana dipahami secara umu, kebudayaan adalah” semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

2.    Hubungan Kebudayaan dan Peradaban
Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat, sedangkan manifestasi-manifestasi kemajuan kemajuan mekanis dan teknologis lebih berkaitan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih direfleksikan dalam seni, sastra, religi (agama), dan moral, peradaban terefleksi dalam politik, ekonomi dan teknologi.
Menurut Koenjraningrat, kebudayaan mempunyai tiga wujud : 1. Wujud Ideal, 2. Wujud kelakuan, 3. Wujud benda. Adapun istilah peradaban biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah. Menurutnya, peradaban sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, seni bangunan, seni rupa, sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks.
Untuk memudahkan hubungan antara kebudayaan dan peradaban dalam studi ini, menurut pendapat Speengler yang dikutip oleh Samuel P. Huntington, bahwa kebudayaan adalah untuk menunjuk upaya-upaya manusia yang masih terus berlanjut, sedangkan peradaban untuk menunjukkan titik akhir dari kegiatan mereka.

BAB II
PERIODESASI PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM

A.      GAMBARAN UMUM PERIODESASI ISLAM
Di kalangan sejarahwan terdapat perbedaan tentang saat dimulainya sejarah Islam. Secara umum perbedaan pendapat tersebut dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, sebagian sejarahwan berpendapat bahwa sejarah Islam dimulai sejak Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul. Oleh karena itu, menurut pendapat ini, selama 13 tahun Nabi Muhammad SAW, tinggal di Mekah telah lahir masyarakat muslim walaupun belum berdaulat.
Kedua, sebagian sejarawan berpendapat bahwa sejarah umat islam dimulai sejak Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah karena masyarakat muslim baru berdaulat ketika Nabi Muhammad SAW tinggal di Madinah.
Di samping perbedaan mengenai awal sejarah umat islam, sejarawan juga berbeda dalam menentukan fase-fase atau periodesasi sejarah Islam. Paling tidak, ada dua periodesasi Islam yang dikemukakan oleh ulama Indonesia, yaitu A. Hasymy dan Harun Nasution. Menurut A. Hasymy, peridesasi sejarah Islam adalah sebagai berikut :
1.       Permulaan Islam (610-661 M)
2.       Daulah Ammawiyah (661-750 M)
3.       Daulah Abbasiyah I (750-847 M)
4.       Daulah Abbasiyah II (847-946 M)
5.       Daulah Abbasiyah III (946-1075 M)
6.       Daulah Mughal (1261-1520 M)
7.       Daulah Ustmaniyah (1520-1801)
8.       Kebangkitan (1801 sampe sekarang).
Harun Nasution dan Nourouzaman Shidiqi membagi sejarah islam menjadi tiga periode, yaitu :
1.       Periode Klasik (650-1250 M)
2.       Periode Pertengahan (1250-1800 M)
3.       Periode Modern (1800-sekarang)
Berbeda dengan kedua pakar di atas Badri yatim membagi priode sejarah peradapan Islam ke dalam delapan periode atau masa sebagai berikut:
1.    Masa kemajuan islam
2.    Masa disentegrasi
3.    Islam di spanyol dan pengaruhnya terhadap renaisans di eropa
4.    Masa kemunduran
5.    Masa tiga kerajaaan besar
6.    Kemunduran tiga kerajaan besar.
7.    Penjajahan Barat atas dunia islam dan perjuangann kemerdekaan negaara-negara islam
8.    Kedatangan islam di indonesia dan kerajaan-kerajaan islam di indonesia
Untuk kepentingan annalisis, prediodesasi sejarah islam yang digunakan dalam buku ini adalah prediosasi yang disepakati oleh para pakar islam pada umumnya, yaitu :
1.      SEJARAH ISLAM PADA ISLAM PERIODE KLASIK YAITU :
(a) kemajuan Islam 1(satu)
(b) masa disintegrasi ( 1000-1250 M

2.      PRIODE PERTENGAHAN ( 1250-1800 M.)
Dalam priode ini dapat pula dibagi ke dalam dua masa, yaitu masa kemunduran 1 (1250-1500 M.) dan masa tiga kerajaan besar (1500-1800 M), yang mana pada masa ini dapat pula dibagi ke dalam dua fase, yaitu fase kemajuan (1500-1700 M) dan fase kemunduran II (dua) (1700-1800M)

3.      PRIODE MODERN (1800 M)
 Yang mana pada priode ini merupakan Zaman Kebangkitan Islam.


BAB III
PERADABAN ISLAM PADA MASA ARAB PRA-ISLAM

A.      SILSILAH BANGSA ARAB PRA-ISLAM
Bangsa arab mempunyai akar panjang dalam sejarah, mereka termasuk ras atau rumpun bangsa Caucasoid, dalam subras Mediterranean yang anggotanya meliputi wilayah sekitar laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arabia, dan Irania.
Bangsa arab hidup berpindah-pindah, nomad, karena tanahnya terdiri atas gurun pasir yang kering dan sangat sedikit turun hujan. Perpindahan mereka dari satu tempat ke tempat lain mengikuti tumbuhnya stepa atau padang rumput yang tumbuh di tanah arab disekitar oasis atau genangan air setelah turun hujan. Padang rumput diperlukan oleh bangsa Arab yang disebut juga bangsa Badawi, Badawah, Badui,  untuk menggembalakan ternak mereka berupa domba, unta, dan kuda, sebagai binatang unggulan.
Mereka mendiami wilayah jazirah Arabia yang dahulu merupakan sambungan dari wilayah gurun yang membentang dari barat sahara di Afrika hingga ke timur meliputi Asia, Iran Tengah dan Gurun Gobi di Cina. Wilayah itu sangat kering dan panas karena uap air tidak memenuhi kebutuhan untuk mendinginkan daratan luas yang berbatu. Penduduk Arab tinggal di kemah-kemah dan hidup berburu untuk mencari nafkah, bukan bertani dan berdagang yang tidak diyakini sebagai kehormatan bagi mereka, memang negeri itu susah ditanami dan diolah.  Sekalipun demikian, wilayah ini subur dalam menghasilkan bahan perminyakan. 
Dalam analisis Philip K. Hitty, semenanjumg Arab dan orang-orang Arab sudah dikenal baik oleh orang Yunani dan Romawi. Sebab negeri tersebut berada di jalur perdagangan mereka meneju India dan Cina. Negeri ini dikenal sebagai penghasil berbagai komoditas yang sangat bernilai dipasaran barat. Penduduknya adalah pedagang perantara di laut-laut selatan, seperti halnya kerabat mereka, orang-orang pheonisia sebelumnya merupakan orang-orang Mediterania. 


B.       PERADAPAN ARAB PRA-ISLAM
Peradaban Arab adalah akibat pengaruh dari budaya bangsa-bangsa di sekitarnya yang lebih dahulu maju daripada kebudayaan dan peradaban Arab. Pengaruh tersebut masuk ke Jazirah Arab melalui beberapa jalur, yang terpenting diantaranya adalah: 1) melalui hubungan dagang dengan bangsa lain; 2) melalui kerajaan-kerajaan protektorat, Hirah dan Ghassan; dan 3) masuknya misi Yahudi dan Kristen.
  Mayoritas orang Arab menganut agama Yahudi, pandai bercocok tanam dan membuat alat-alat dari besi. Seperti perhiasan dan persenjataan. Sama dengan penganut agama Yahudi, orang-orang Kristen juga mendapat pengaruh dari kebudayaan Hellenisme dan pemikiran Yunani. Aliran Kristen yang masuk ke Jajirah Arab ialah aliran Nestorian di Hirah dan aliran Jacob-barady di Ghassan. Daerah Kristen yang terpenting adalah Najran, sebuah daerah yang subur. Penganut agama Kristen tersebut berhubungan dengan Habasyah (Ethiopia), Negara yang melindungi agama ini. Penganut aliran Nestorianlah yang bertindak sebagai penghubung antara kebudayaan Yunani dan kebudayaan Arab pada masa awal kebangkitan islam.
Walaupun agama Yahudi dan Kristen sudah masuk ke Jazirah Arab, bangsa Arab kebanyakan masih menganut agama asli mereka, yaitu percaya pada banyak dewa yang diwujudkan dalam bentuk berhala dan patung. Setiap kabilah mempunyai berhala sendiri. Berhala-berhala tersebut dipusatkan di Ka’bah, tetapi di tempat-tempat lain juga banyak terdapat berhala.
Orang-orang Arab adalah orang yang bangga, tetapi sensitif. Kebanggaan itu disebabkan bahwa bangsa Arab memiliki sastra yang terkenal, kejayaan sejarah Arab, dan mahkota bumi pada masa klasik dan bahasa Arab sebagai bahasa ibu yang terbaik di antara bahasa-bahasa lain di dunia.

BAB IV
PERADABAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW

A.       KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW
Nabi Muhammad di lahirkan pada Tahun Gajah–tahun ketika pasukan gajah Abrahah menyerang Mekah untuk menghancurkan Ka’bah namun pasukan abrahah mengalami kehancuran peristiwa itu terjadi kira–kira pada tahun 570 M. (12 rabiul awal ). Merupakan kebiasaan orang orang kaya dan bangsawan arab bahwa ibu–ibu tidak mengasuh anaknya tetapi mereka mengirimkan anak nya ke pedesaan, begitu pula, Muhammad, dia di percayakan kepada Halimah dari suku Banu Sa’ad untuk di asuh dan di besarkan selama 6 tahun, ketika dia di kembalikan kepada ibunya (Aminah ). Pada waktu itu, ibunya bermaksud menziarahi makam suaminya di Madinah namun di tengah perjalanan yaitu di Abwa, Madinah, Aminah menderita sakit dan menghembuskan nafas terakhirnya di sana. Dengan demikian pada usia 6 tahun Muhammad sudah kehilangan kedua orang tuanya .
Setelah aminah meninggal, Abdul Muthalib mengambil alih tanggung jawab merawat Muhammad. Namun, dua tahun, kemudian Abdull Muthalib meninggal dunia karena rentan. Tanggung jawab selanjutnya beralih kepada pamannya, Abu Thalib.
Selanjutnya, nabi Muhammad melakukan perjalanan untuk pertama kali dalam khalifah dagang ke Siria dalam usia 12 tahun. Dalam perjalanan ini, di Bushra sebelah selatan Siria ia bertemu dengan pendeta Kristen bernama Buhairah. Pendeta ini melihat tanda tanda kenabian pada Muhammad sesuai dengan petunjuk cerita-cerita Kristen .
Ketika nabi Muhammad berusia 25 tahun, ia berangkat ke Siria membawa barang dagangan seorang saudagar wanita kaya raya yang telah lama menjanda (Khadijah). Dalam perdagangan ini, Muhammad memperolehlaba yang besar. Khadijah kemudian melamarnya.  Lamaran itu di terima dan perkawinan segera di laksanakan. Ketika itu Muhammad berusia 25 dan Khadijah 40 tahun. Perkawinan bahagia dan saling mencintai itu di karuniai enam orang anak dua putra dan empat putri : “ Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayah, Ummu Kulsum, dan Fatimah, kedua putranya meninggal sewaktu kecil .

B.       GAMBARAN UMUM MISI MUHAMMAD SAW
 Secara historis, perjalanan Nabi SAW. sebagai misi risalah langit, terbagi dalam tiga priode, yaitu pertama , pra-kerasulan ; kedua, priode kerasulan  dan ketiga,  pasca-kerasulan. Tahap kedua sejarah kenabian ini diawali dengan dua kondisi demografis, sosiologis Arab, yakin kondisi pada masa Makiyyah dan Madaniyyah. Kehadiran nabi muhamad SAW, identik dengan latar belakang kondisi masyarakat Arab, khususnya orang orang Mekah. Para sejarawan, baik islam maupun non-islam tidak berbeda dalam melukiskan keberadaan mereka .
             Para Nabi dan rasul yang di utus oleh Allah, dilihat dari pendekatan visi dan misi, dapat dibagi kedalam dua bagian, pertama , Nabi yang hanya membawa doktrin teologis semata dan Nabi yang membawa doktrin teologis sekaligus membawa doktrin politis. Doktrin Teologis adalah doktrin yang menekankan substansi moral dalam mempersatukan ideal moral manusia dengan ideal moral Tuhan tanpa melakukan perubahan  sosial politik sebagai bagian dari proses ideal moral tersebut, sedangkan doktrin teologis politis adalah doktrin yang mengedepankan ajakan moral sekaligus berusaha melakukan perubahan system untuk menata intitusi-intitusi sosial dan politik.
Para nabi yang tergolong  pembawa doktrin teologis politis ini, di antaranya  adalah nabi-nabi yang bergelar  Ulul ‘ zmi . Nabi Muhammad SAW.

C.      PERADABAN PADA MASA RASULULLAH SAW .
            Peradaban atau kebudayaan pada masa rasulullah SAW. yang paling dahsyat  adalah perubahan sosial. Suatu perubahan mendasar dari masa kebobrokan moral menjadi moralitas yang beradab. Dalam tulisan Ahmad AL-Husairy diuraikan bahwa peradaban pada masa nabi di landasi dengan asa-asas yang diciptakan sendiri oleh Muhammad di bawah bimbingan wahyu. Di antaranya sebagai berikut . :

1.      Pembangunan Masjid  Nabawi
Dikisahkan bahwa unta tunggangan Rasulullah berhenti di suatu tempat maka Rasulullah memerintahkan agar di tempat itu di bangun  sebuah masjid .
2.      Persaudaraan antara Kaum Muhajirin dan Anshar
Rasulullah mempersaudarakan di antara kaum mislimin . mereka kemudian membagikan rumah yang mereka miliki , bahkan juga istri-istri dan harta mereka.
3.      Kesepakatan untuk Saling Membantu antara kaum Muslimin Non-Muslimin
Di madinah, ada tiga golongan manusia, yaitu kaum muslimin, orang orang Arab , serta kaum non-muslim , dan orang orang yahudi (bani Nadhir, bani Quraizhah, dan bani Qainuq’).
4.      Peletakan Asas-asas Politik , Ekonomi, dan Sosial
      Islam adalah agama sudah sepantasnya jika didalam Negara diletakan dasar-dasar islam maka turunlah ayat-ayat AL-Quran pada priode ini untuk membangun legalitas dari sisa-sisa tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah dengan perkataanya dan tindakanya. Hiduplah kota madinah dalam sebuah kehidupan yang mulia dan penuh dengan nilai-nilai utama.

BAB V
PERADABAN ISLAM PADA MASA KHULAFA AR – RASYIDIN

A.     KHALIFAH ABU BAKAR ASH SHIDDIQ
1.    Kelahiran Abu Bakar Ash-Siddiq
Abu ash siddiq ( nama lengkapnya ,Abu Bakar Abdullah bin Abi Quhafah bin Utsman bin Amr bin Masud bin Taim bin Murrah bin Ka’bah bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr At-Taimi Al-Quraisyi  dilahirkan pada tahun 573 M dia dilahirkan di lingkungan suku yang sangat berpengaruh dan suku yang banyak melahirkan tokoh-tokoh besar ayah nya bernama ( Abu Kuhafah ) sedangkan ibunya bernama Ummu Al Khair Salmah garis keturunan nya bertemu pada neneknya yaitu Ka’bah bin Sa’ad .
Abu Bakar merupakan orang yang pertama kali masuk Islam ketika Islam mulai didakwakan. Baginya, tidaklah sulit untuk mempercayai ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, dikarenakan sejak kecil, ia telah mengenal keagungan Muhammad. Setelah masuk Islam, ia tidak segan untuk menumpahkan segenap jiwa dan harta bendanya untuk Islam.
Pengorbanan Abu Bakar terhadap islam tidak dapat diragukan .ia juga pernah di tunjukan rasul sebagai pengganti nya untuk mengimami shalat ketika nabi sakit .nabi Muhammad Saw .pun wapat tak lama setelah kejadian tersebut. Karena tidak ada pesan mengenai siapa penggantinya di kemudian hari, pada saat jenazah Nabi belum dimakamkan diantara umat Islam, ada yang mengusulkan untuk cepat-cepat memikirkan pengganti Nabi.
Aturan-aturan yang jelas tentang pengganti Nabi tidak ditemukan, yang ada hanyalah sebuah mandat yang diterima Abu Bakar menjelang wafatnya Nabi untuk menjadi badal imam shalat.
Dalam pertemuan tersebut ,sebelum kaum Muhajirin datang golongan Khajraz telah sepakat mencalonkan Salad bin Ubadah, sebagai pengganti Rasul. Keadaan yang sudah tenang ini abu bakar berpidato “ ini Umar dan Abu Ubaidah , siapa yang kamu kehendaki di antara meraka berdua maka bai’atlah .
Baik Umar maupun Abu Ubaidah merasa keberatan atas ucapan Abu Bakar dengan mempertimbangakan sebagai alasan, diantara nya adalah di tunjuknya Abu Bakar sebagai pengganti Rasul dalam imam shalat dan ini membuat Abu Bakar lebih berhak menjadi pengganti Rasulullah SAW .
Pembahasan–pembahasan tentang khalifah ini pada akhirnya menimbulkan berbagai aliran pemikiran dalam islam,dengan terpilihnya Abu Bakar serta pembaiatan nya, resmilah berdiri kekhalifahan pertama di dunia islam.

2.    Abu Bakar :Peran Dan Fungsinya
Pidato yang di bacakan oleh Abu Bakar dalam kepemerintahan nya sebagai berikut :
“Wahai manusia sungguh aku telah memangku jabatan yang kamu percayakan , padahal aku bukan orang yang terbaik diantara kamu. Apabila aku melaksanakan tugasku dengan baik, bantulah aku, dan jika aku berbuat salah luruskanlah aku. Kebenaran adalah satu kepercayaan dan kedustaan adalah suatu penghianatan. Orang yang lemah diantara kamu adalah orang kuat bagiku sampai aku memenuhi hak-haknya dan orang kuat diantara kamu adalah lemah bagiku hingga aku mengambil haknya. Insya Allah janganlah salah seorang dari kamu meninggalkan jihad. Sesungguhnya kaum yang tidak memenuhi panggilan jihad maka Allah akan menimpakan atas mereka suatu kehinaan. Patuhlah kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya . jika aku tidak menaati Allah dan Rasulnya sekali kali jangan lah kamu mentaatiku. Dirikanlah shalat, semoga Allah merahmati kamu “.
Ucapan pertana ketika di bai’at , ini menunjukan garis besar politik dan kebijaksanaan Abu Bakar dalam pemerintahan.
Diantara kebijaksanaan nya ialah sebagai berikut :

a)      Kebijaksanaan Pengurus Terhadap Agama .
Pada awal pemerintahan nya ia di uji dengan adanya ancaman yang datang dari umat Islam sendiri yang menentang kepemimpinan nya di antara perbuatan makar tersebut ialah timbulnya orang-orang yang murtad, orang-orang  yang tidak mengeluarkan zakat, orang-orang yang mengaku jadi Nabi dan pemberontakan dari beberapa kabilah.

b)     Kebijaksanaan Kenegaraan
 Diantara kebijaksanaan Abu Bakar dalam pemerintahan atau kenegaraan sebagai pulungan ,di uraikan sebagai berikut :
1.    Bidang eksekutif
Pendelegasian terhadap tugas tugas pemerintahan di Madinah maupun daerah.
2.    Pertahanan dan keamanan
Dengan mengorganisasikan pasukan–pasukan yang ada untuk mempertahan kan eksistensi keagamaan dan pemerintahan .
3.      Yudikatif
Fungsi kehakiman dilaksanakan oleh Umar bin Khathab dan selama masa pemerintahan Abu Bakar tidak ditemukan suatu permasalahan yang berarti untuk di pecahkan .
4.      Sosial ekonomi
Sebuah lembaga mirip Bait Al Mal, di dalam nya di kelola harta benda yang di dapat dari Zakat , Infaq , Sedekah , Ghanimah dan lain lain .
             Dari pembahasan–pembahasan di atas, dapat di simpulkan bahwa,  pengangkatan khalifah dalam kekhalifahan pertama berjalan dengan musyawaroh dengan aklamasi menerima dan mengangkat Abu Bakar, walaupun di antara sahabat, ada yang tidak ikut dalam pembai’atan dan pada akhirnya mereka melakukan sumpah setia. Dengan demikian, secara nyata pengengkatan Abu Bakar sebagai khalifah di setujui.

3.    Penyebaran Islam Pada Masa Abu Bakar
Setelah pergolakan dalam negeri berhasil di padamkan ( terutama memerangi orang-orang murtad ) Khalifah Abu Bakar  menghadapi kekuatan Persia dan Romawi yang setiap saat berkeinginan menghancurkan eksistensi islam. Untuk menghadapi Persia, Abu Bakar mengirim tentara Islam dibawah pimpinan Khalid bin Walid dan Mutsana bin Haritsa dan berhasil merebut beberapa daerah penting Irak dan kekuasaan Persia. Adapun untuk menghadapi romawi Abu Bakar memilih empat panglima Islam terbaik untuk memimpin beribu ribu pasukan di empat front .

4.    Faktor keberhasilan khalifah Abu Bakar
Faktor keberhasilan Abu Bakar yang lain adalah dalam membangun pranata sosial di bidang politik dan pertahanan keamanan .
Untuk menjalankan tugas –tugas pemerintahan di madinah ia mengangkat Ali bin Abi Thalib , Utsman bin Affan dan Zaid bin Tsabit sebagai katib (sekertaris ) dan Abu Ubaidah sebagai bendaharawan untuk menurus Baitul Mal .

5.   Peradaban Pada Masa Abu Bakar
Bentuk peradaban paling besar dan luar biasa dan merupakan satu kerja besar yang di lakukan masa pemerintahan Abu Bakar adalah penghimpunan Al-Quran. Abu Bakar Ash Siddiq memerintah Zaid bin Tsabit untuk menghimpun Al-qur’an dari pelepah qurma, kulit binatang dan dari hapalan kaum muslimin. Hal ini dilakukan sebagai usaha menjaga kelestarian Al-Qur’an setelah syahidnya beberapa orang penghafal Al-Qur’an pada perang Yamamah .
Selain itu peradaban islam yang terjadi pada praktik pemerintahan Abu Bakar terbagi beberapa tahapan yaitu :
1. Dalam bidang pranata sosial ekonomi adalah mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial rakyat
2. Praktik pemerintahan khalifah Abu Bakar terpenting lain nya adalah mengenai suksesi kepemimpinan atas inisiatif nya sendiri dengan menunjukan Umar bin Khatab untuk menggantikan nya .
Sesuai dengan isi perjanjian tertulis tersebut, dan telah mendapat persetujuan dari sebagian muslimin, setelah ia meninggal, Umar bin Khatab di kukuhkan oleh kaum muslimin menjadi khalifah kedua dalam satu bai’at umum yang berlangsung di mesjid nabawi .
            Dari penunjukan umar tersebut, ada beberapa hal yang perlu dicatat :
1.      Abu bakar dalam menunjukan umar tidak meninggalkan asas musyawarah
2.      Abu bakar tidak menunjuk salah seorang  putranya atau kerabatnya melainkan memilih seorang yang  mempunyai nama dan mendapatkan tempat di hati masyarakat serta di segani oleh rakyat karena sifat sifat yang terpuji yang dimilikinya .
3.     Pengukuhan umar menjadi khalifah sepeninggalan abu bakar berjalan dengan baik dalam satu bai’at umum dan terbuka tanpa ada pertentangan di kalangan kaum muslimin sehingga obsesi  Abu Bakar untuk mempertahankan keutuhan umat Islam dengan cara penunjukan itu terjamin .
Akhirnya tatkala abu bakar merasa kematian nya telah dekat dan sakitnya semakin parah, dia ingin untuk memberikan kekhalifahan kepada seseorang sehingga di harafkan manusia tidak banyak terlibat konflik jatuhlah pilihan nya kepada Umar bin Khathab . dia meminta pertimbangan dari sahabat-sahabat senior . mereka semua mendukung pilihan Abu Bakar dia pun menulis wasiat untuk itu , lalu dia mambai’at Umar, beberapa hari setelah itu, Abu Bakar meninggal ini terjadi pada bulan Jumadil Akhir tahun 13 H /634 M.
Abu Bakar memanggil Utsman dan mendikktekan teks perintah yang menunjuk Umar sebagai penggantinya. Beliau meninggal dunia pada hari Senin 23 Agustus 624 M. Shalat jenazah di pimpin oleh Umar, dan beliau di makamkan di rumah  Aisyah, di samping makam Nabi beliau berusia 63 tahun ketika meninggal dunia , dan ke khalifahan nya berlangsung selama 2 tahun 3 bulan 11 hari .

B.   KHALIFAH UMAR IBN AL-KHATHTHAB
1.      Kelahiran Umar Ibn Al –Khaththab
Umar ibn Khaththab bin Nufail bin Abd Al-Uzza bin Ribah bin Abdillah bin Qart bin Razali bin ‘Adi bin Ka’ab bin Lu’ay adalah khalifah kedua yang menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dia adalah salah seorang sahabat terbesar sepanjang sejarah sesudah Nabi Muhammad SAW. Kebesarannay terletak pada keberhasilannya, baik sebagai negarawan yang bijaksana maupun sebagai mujtahid yang ahli dalam membangun Negara besar yang ditegakan atas prinsip-pirinsip keadilan, persamaan, dan persaudaraan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam banyak hal, Umar ibn Al-Khaththab di kenal sebagai tokoh yang sangat bijaksana dan kreatif, bahkan genius .

2.      Latar Belakang Kehidupan Umar ibn Al- Khaththab
Umar ibn Al-khaththab dilahirkan di Mekah dari keturunan suku Quraisy yang terpandang dan terhormat. Ia lahir empat tahun sebelum terjadinya perang Fijar atau sebagaimana yang ditulis oleh Muhammad Al-Khudari Bek, tiga belas tahun lebih muda dari Nabi Muhammad SAW .
        Sebelum masuk Islam, Umar termasuk di antara kaum kafir Quraisy yang paling di takuti oleh orang orang yang sudah masuk islam. Dia adalah musuh dan penentang Nabi Muhammad SAW yang paling ganas dan kejam, bahkan sangat besar keinginanya untuk membunuh Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya . Dia sering menyebar fitnah dan menuduh Nabi Muhammad sebagai penyair tukang tenung .

3.      Pengangkatan Umar ibn Al-Khaththab sebagai Khalifah
Abu Bakar sebelum meninggal pada tahun 634 M./ 13 H.menunjuk Umar ibn Al-Khaththab sebagai penggantinya. Kendatipun hal ini merupakan perbuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tampaknya menunjukan ini bagi Abu Bakar merupakan hal yang wajar untuk di lakukan. Ada beberapa faktor yang mendorong Abu Bakar untuk menunjuk Umar menjadi khalifah. Pertama, kekhawatiran peristiwa yang sangat menegangkan di Tsaqifah Bani Sa’idah yang nyaris menyeret umat Islam kejurang perpecahan akan terulang kembali, bila ia tidak menunjuka seorang yang akan menggantinya. Kedua, kaum Anshar dan Muhajirin saling mengklami sebagai golongan yang berhak menjadi khalifah. Ketiga, umat Islam pada saat itu baru saja selesai menumpas kaum Murtad dan pembangkang. Sementara sebagian pasukan mujahidin sedang bertempur di luar kota Madinah melawan tentara Persiadi satu pihak dan tentara Romawi di pihak lain.

4.      Ekspansi Islam Masa Pemerintahan Khalifah Umar Ibn Al-Khaththab
Selama sepuluh tahun pemerintah Umar (13 H, /634  M. -23 h. / 644 M.), sebagian besar ditandai oleh penaklukan-penaklukan untuk melembarkan pengaruh Islam keluar arab. Sejarah mencatat, Umar telah berhasil membebaskan negri-negri jajahan Imperium Romawi dan Persia yang di mulai dari awal pemerintahanya, bahkan sejak pemerintahan sebelumnya .
       Faktor-faktor yang melatar belakangi timbulnya konflik antara umat Islam dengan bangsa Romawi da Persia yang pada akhirnya mendorong umat Islam mengadakan penaklukan negeri Romawi dan Persia, serta negeri-negri jajahanya karena: PERTAMA, bangsa Romawi dan Persia tidak menaruh hormat terhadap maksud baik Islam ; KEDUA , semanjak Islam masih lemah , Romawi dan Persia selalu berusaha menghancurkan Islam ; KETIGA , bangsa Romawi dan Persia sebagai Negara yang subur dan terkenal dengan kemakmuranya , tidak berkenan menjalani hubungan perdagangan dengan Negara-Negara arab ; KEEMPAT, bangsa Romawi dan Persia bersikap ceroboh menghasut suku-suku Badui untuk menentang pemerintah Islam dan mendukung musuh –musuh islam ; dan KELIMA , letak geografis kekuasaan Romawi dan Persia sangat strategis untuk kepentingan keamanan dan pertahanan islam .
        Pada tahun 637 M./ 16H. , Persia bermaksud membalas kekalahannya , sehingga terjadi peperangan di Jakilah . Namun, maksud tersebut tidak dapat terwujud , bahkan pasukan Persia terdesak dan kota Hulwan dikuasai juga oleh pasukan Islam-Arab pertempuran terjadi di Nahawan pada tahun 642 m./21 H.  Dalam pertempuran ini, pasuka Persia dapat di tundukan secara mutlak. Dengan demikian, seluruh Wilayah kekuasaan menjadi wilayah kekuasaan pemerintah Islam .
       Kota Damaskus, salah satu pusat Siria yang paling jatuh di tangan pasukan Islam-Arab pada tahun 635 M./ 14 H. dibawah komando Abu Ubaidah. Ketika Romawi (bizantium) memutuskan untuk melakukan serangan balasan secara besar besaran terhadap para penyerang , pasukan Abu Ubaidah mampu menghadapinya dengan kekuatan penuh pada pertempuran Yarmuk pada tahun 16 H./ 631 M.
       Mesir secara keseluruhan berada di bawah kekuasaan Islam-Arab setelah penyerahan Iskandariyah (Alexsandaria), ibu kota Mesir dan ibukota kedua bagi kekaisaran Romawi timur pada tahun 642  M./21 H.
Peradaban yang paling signifikan pada masa Umar, selain pola administratif pemerintahan, peperangan, dan sebagainya adalah pedoman dalam peradilan. 

C.        KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN
1. Kelahiran Utsman bin Affan
Nama lengkapnya adalah Utsman bin Affan bin Abi Al-Ash bin Umayah bin Abd Al Manaf dari suku Quraisy. Lahir pada tahun 576 M, enam tahun setelah penyerangan Ka’bah oleh pasukan bergajah atau enam tahun setelah kelahiran Rasulullah SAW. Ibu khalifah Utsman bin Affan adalah Urwy bin Kuraiz bin Rubi’ah bin Habib bin Abdi Asy Syams bin Abd  Al-Manaf . Ia dijuluki dzun-nurain, karena menikahi dua putrid Rasulullah, secara berurutan setelah yang satu meninggal, yakni Ruqayyah dan Ummu Kulsum.

2.  Proses Pengangkatan Khalifah Utsman Bin Affan
Sebelum meninggal .’Umar telah memanggil 3 calon penggantinya , yaitu Utsman, Ali dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Umar berpesan agar penggantinya tidak mengangkat kerabat sebagai pejabat (Munawir Syadzali,1993:30)
Mekanisme pemilihan khalifah di tentukan sebagai berikut :
a.     Yang berhak menjadi khalifah adalah yang di pilih oleh anggota formatur dengan suara terbanyak .
b.    Apabila suara terbagi secara berimbang 3:3 Abdullah bin Umar yang berhak menentukan nya
c.     Apabila campur tangan Abdullah bin Umar tidak di terima calon yang di pilih oleh Abd Ar Rahman bin Auf harus di angkat menjadi khalifah
d.    Jika ada yang menentangnya wajib di bunuh .


3.      Peradaban Pada Masa Utsman Bin Affan
Karya besar monumental khalifah Utsman bin Affan adalah membukukan Mushaf AL-Qur’an. Pembukuan ini di dasarkan atas alasan dan pertimbangan untuk mengakhiri perbedaan bacaan di kalangan umat islam yang di ketahui pada saat ekspedisi militer ke Armenia dan Azerbaijian. Pembukuan ini di laksanakan oleh suatu panitia yang di ketuai oleh Zaid bin Tsabit.

D.                KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB
1.      Proses Pengangkatan Ali bin Abi Thalib
        Pengukuhan Ali menjadi khalifah tidak semulus pengukuhan tiga orang sebelumnya. Ali dibai’at di tengah-tengah susunan berkabung atas meninggalnya Utsman, pertentangan dan kekacauan, serta kebingungan umat islam Madinah .

2.      Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib
         Ali adalah putra Abi Thalib ibn Abdul Muthallib, ia adalah sepupu Nabi Muhammad SAW yang kemudian menjadi menantunya karena menikahi putri Nabi Muhammad SAW, Fatimah. Iya telah ikut bersama Rasulullah SAW sejak bahaya kelaparan mengancam kota Mekah dan tinggal di rumahnya. Ia masuk Islam ketika usianya sangat muda dan termasuk orang yang pertama masuk Islam dari golongan pria. Pada saat Nabi menerima wahyu pertama, Ali berumur 13 tahun, menurut A.M. Saban, sedangkan menurut Mahmudunnasir, Ali berumur 9 tahun .
Ali termasuk orang yang pandai memainkan pedang dan pena, bahkan dia dikenal sebagai seorang orator. Ia juga seorang yang pandai dan bijaksana.
Pemerintahan Khalifah Ali dapat dikatakan sebagai pemerintahan yang tidak stabil karena adanya pemberontakan dari kaum Muslimin. Pemberontakan diawali oleh penarikan bai’at oleh Thalhah dan Zubair, karena alasan bahwa Ali tidak memenuhi tuntutan mereka untuk menghukum pembunuh khalifah Ustman.
Khalifah Ali telah berusaha untuk menghindari pertumpahan darah dengan mengajukan kompromi, tetapi beliau tidak berhasil sampai akhirnya terjadi pertempuran antara khalifah Ali bersama pasukannya dengan Thalhah, Zubair, dan Aisyah bersama pasukannya. Perang ini terjadi pada tahun 36 H. Thalhah dan Zubair terbunuh ketika hendak melarikan diri dan Aisyah dikembalikan ke Madinah. Dan puluhan ribu umat Islam gugur dalam peperangan ini.
Peperangan antar umat Islam terjadi lagi yaitu antara khalifah Ali bersama pasukannya dan Muawiyah sebagai gubernur Suriah bersama pasukannya. Peperangan ini terjadi di kota Shiffin pada tahun 37 yang hampir saja dimenangkan oleh khalifah Ali. Namun, atas kecerdikan Muawiyah, yang mengacungkan Al-Qur’an dengan tombaknya, yang mempunyai arti bahwa mereka mengajak berdamai. Khalifah Ali mengetahui bahwa hal tersebut adalah tipu muslihat, namun karena didesak pasukannya, khalifah Ali menerima tawaran tersebut. Akhirnya terjadi peristiwa tahkim yang secara politis khalifah Ali mengalami kekalahan.

3.      Peristiwa Tahkim Pada Masa Ali bin Abi Thalib
          Konflik politik antara Ali ibn Abi Thalib dengan Mawiyah ibn Abi sufyan diakhiri dengan tahkim. Dari pihak Ali ibn Abi Thalib di utus seorang ulama yang terkenal sangat jujur dan tidak ‘’cerdik ‘’ dalam politik , yaitu Abu Musa Al-Asy’ari sebaliknya, dari pihak Muawuyah Ibn Abi Sufyan diutus seorang yang terkenal ‘’cerdik ‘’ dalam berpolitik yaitu Amr ibn Ash .
Dalam kisah lain di ceritakan bahwa kematian khalifah Ali di akibatkan oleh pukulan pedang beracun Abdurrohman ibn Muljah, sebagai mana di jelaskan Philip K hitty bahwa :
            “Pada 24 Januari 661 Ali sedang dalam perjalanan menuju mesjid Kufah ia terkena hantaman pedang beracun di dahinya. Pedang yang mengenai otaknya tersebut diayunkan oleh seorang pengikut kelompok khawarij Abd Ar-Rahman ibn Muljah yang ingin membalas dendam atas kematian keluarga seorang wanita ,temannya yeng terbunuh di Nahrawan. Suatu  tempat terpencil di dekat Kufah yang menjadi makam ali, kini masyad ali di Najaf, ber kembang menjadi salah satu pusat ziarah terbesar dalam agama Islam .


BAB VI
PERADABAN ISLAM PADA MASA MUAWIYAH TIMUR (661-668)
DAN
ANDALUSIA (661-680).

A.    Masa Umayah di Timur (661-680)
Hampir semua sejarawan membagi dinasti Umayah (umawiyah ) menjdi dua yaitu :
1.    Dinasti umayah yang di rintis dan didirikan oleh muawiyah ibn abi sofyan yang berpusat di damaskus (siria).fase ini berlangsung sekitar satu abad dan mengubah system pemerintahan dari system khalifah pada system mamlakat (kerajaan atau monarik ) .
2.    Dinasti umayah di Andalusia (sirebia) yang pada awalnya merupakan wilayah taklukan umayah di bawah pimpinan seorang gubernur pada zaman walid ibn abd Al-malik :kemudian menjadi kerajaan yang terpisah dan kekuasaan dinasti bani abbas setelah berhasil menaklukan dinasti umayah di damaskus .
Perintisan Dinasti Umayah dilakukan oleh Muawiyah dengan cara menolak membaiat Ali, berperang melawan Ali, dan melakukan perdamaian (tahkim) dengan pihak Ali yang secara politik sangat menguntungkan Muawiyah.
Keberuntungan Muawiah berikutnya adalah keberhasilan pihak Khawarij membunuh Khalifah Ali r.a. jabatan Khalifah setelah Ali r.a. wafat, dipegang oleh putranya , Hasan Ibn Ali selama beberapa bulan.
Pada masa itu, umat Islam telah bersentuhan dengan peradaban Persia dan Bizantium. Oleh karena itu, Muawiyah juga bermaksud meniru sukses kepemimpinan yang ada di Persia dan Bizantium, yaitu Monarki (Kerajaan).
.
1.      Pola Administratif Pemerintahan Umayah
             Khalifah Muawiyah mendirikan suatu pemerintahan yang terorganisasi dengan baik. ‘’ Ketika Muawiyah menjadi penguasa terjadi banyak kesulitan . Pemerintahan Imperium yang didesentralisasikan itu tanpak kacau . munculnya berbagai anarkisme dan ketidak disiplinan kaum nomad yang tidak lagi dikendalikan oleh ikatan agama dan moral menyebabkan ketidakstabilan dimana-mana dan hilangnya kesatuan .
Pemerintahan Bani Umayah dinisbatkan kepada Umayah bin Abd Syams bin Abdi Manaf. Muawiyah melaksanakan perubahan-perubahan besar dan menonjol dalam pemerintahan Negara itu. Angkatan daratnya kuat dan efisien. Dia dapat mengandalkan pasukan orang-orang siria yang taat dan setia, yang tetap berdiri di sisinya dalam keadaan yang paling berbahaya sekalipun.

2.      Ekspansi Pada Masa Umayah
             Secara umum, penaklukan Pemerintahan Bani Umayah , meliputi tiga wilayah . pertama, melawan pasukan Romawi di Asia Kecil . penaklukan ini sampai dengan pengepungan Konstantinopl dan beberapa kepulauan di laut Tengah. Kedua , Wilaya Afrika Utara , penaklukan ini sampai ke samudra Atlantikdan menyebrang ke gunung Thariq hingga ke Spanyol. Ketiga , Wilaya Timur. Penaklukan ini sampai ke sebelah timur irak. Kemudian , meluas ke wilayah Turkistan di Utara,  ke wilayah sindh di bagian selatan .
            Secara operasional , ahmad Al-Usairy menjelaskan lekak-likuk penaklukan tersebut bahwa ke wilayah Romawi (Turki) ketika itu selalu dilakukan pengintaian dan ekspedisi ke sana. Tujuan nya adalah melakukan Konstantinopel . Kota itu di kepung pada tahun 50H/670M dan tahun 53-61/672-680 M namun tidak berhasil di taklukan Muawiyah membentuk pasukan laut yang besar yang siaga di laut tengah dengan kekuatan 1.700 kapal .dengan kekuatan itu dia berhasil menaklukan pulau Jabra di Tunisia pada tahun 49 H /669 M ,.kepulauan Kreta pada tahun 55 H/ 680 M .

3.      Peradaban Pada Masa Umayah Timur
A.    Penyempurna Tulisan Al-Qur’an
            Menurut salah satu riwayat , ulama pertama yang memberikan baris dan titik pada huruf-huruf Al-Qur’an adalah hasan Al-Basri (642-728 M ) atas perintah Abd Malik Ibn Marwan (yang menjadi khalifah antara 685-705 M)
Abd Malik Ibn Marwan mengintruksikan kepada Al-Hajjaj untuk menyempurnakan tulisan Al-Qur’an : Al-Hajjaj meminta Hasan Al-Basri untuk menyempurnakannya dan Hasan Al-Basri di bantu oleh Yahya Ibn Ya’mura.
Dalam Riwayat lain dikatakan bahwa yang pertama membuat baris dan titik pada huruf huruf Al-Qur’an adalah Abu Al-aswad Ad-Dawuli .

B.     Penulisan Hadis
            Umar Ibn Abd Al-Aziz adalah khalifah yang memelopori penulisan (Tadwid) Hadis Beliau memerintahkan kepada Abu Bakar Ibn Muhammad Ibn Amr Ibn Hajm (120 M) , Gubernur Madinah , untuk menuliskan hadis yang ada dalam hafalan –hafalan penghafal hadis .
            Atas perintah khalifah , pengunpulan hadis dilakukan oleh ulama ,di antaranya adalah Abu Bakar Muhammad Ibn Muslim Ibn Ubaidillah Ibn Syihab Az-Zuhri (guru Imam Malik ) Akan tetapi , buku hadis yang di kumpulkan oleh Imam Az-Zuhri tidak diketahui dan tidak sampai kepada kita . Dalam sejarah tercatat bahwa ulama yang pertama membuktikan hadis adalah imam Az-zuhri .

4.      Aliran –Aliran Keagamaan Pada Masa Umayah
A.    Khawarij
Khawarij adalah kaum yang mendesak ali untuk menghentikan peperangan pada perang siffin dan menjalankan proses hokum melalui Al-Qur’an . namun kemudian menolak hasil perundingan antara pihak ali dan muawiyah .setelah itu mereka melakukan pemberontakan di harura dan melakukan kerusakan di muka bumi .
            Orang –orang khawarij adalah manusia –manusia kampungan yang kaku , keras kepala , dan menginginkan manusia hanya ada dalam dua kubu yaitu kafir dan mukmin .
B.     Murji’ah
Murji’ah secara bahasa murjiat berasal dari kata al-irja (mengakhirkan )arti pertama relavan dengan khawarij karena pandangan yang mereka gunakan yaitu maksiat tidak akan merusak iman dan taat tidak akan bermanfaat bagi kekafiran . makna kedua relavan dengan Khawarij karena tidak mau menentukan hokum bagi yang melakukan dosa besar di dunia ini apakah ia akan di tempatkan di surga atau di neraka dan sebagai antisetis dari Syi’ah yang menempatkan Ali sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW.

C.    Aliran Fiqh
Dalam (analisis Nurcholish Madjid) , di bawah pimpinan Khalifah Muawiyah . Masa kekhalifahanya disebut Ibn Taymiyyah sebagai permulaan masa “ kerajaan dengan rahmat “ (Al-Mulk Bi Al-Rahmah). Pada saat itu, kaum muslimin dapat di katakana kembali pada keadaan , seperti pada zaman Abu Bakar dan Umar zaman(Asy-Syaykhani, “dua tikoh”) yang amat di rindukan banyak orang , termasuk para “akitvis militant” yang membunuh Utsman (dan yang kemudian (ikut)mensponsori pengangkatan Ali, namun akhirnya berpisah dan menjadi golongan Khawarij) .

   B .  PENDIRIAN UMAYAH DI ANDALUSIA (705-1031 M.)
             Andalusia adalah nama bagi Semenanjung Iberia pada zaman kejayaan Umayah. Andalusia berasal dari Vandal , yang berarti negeri bangsa Vandal ; karena Semenanjung Iberia pernah dikuasai oleh bangsa Vandal sebelum terusir oleh bangsa Ghotia Barat( abat ke 5 M). Umat Islam mulai menaklukkan Semenanjung Iberia pada zaman Khalifah Al-Walid Ibn Abd Al-Malik (86-96 H. /705-715 M .)
Dari sisi operasional, pengintaian pertama dilakukan pada bulan Juli 710 M. Ketika Tharif, orang kepercayaan Musa bin Nushari, gubernur terkemuka di Afrika Utara pada priode Umayah, mendarat di Semenanjung kecil-membawa balatentara kekuataan seratus pasukan Kavaleri dan empat ratus pasuka Infanteri- yang terletak hamper di ujung paling selatan benua Eropa.
           Dengan kekuatan tambahan , Thariq yang mengepalai 12.000 pasukan, pada 19 Juli 711 M., berhadapan dengan pasukan raja Roderick dimulut sungai Barbate di pesisir Laguna Janda: Roderick berhasil naik tahta setelah menggulingkan pendahulunya , putra Witiza. Kendati berjumlah 25.000 orang, tentara Gotik Barat bias dikalahkan karena adanya penghianatan dari tentaranya . akhirnya, Thariq bin Ziyad berhasil menguasai hampir seluruh kota yang ada di semenanjung Iberia atas bantuan Musa bin Nusyair.

BAB VII
ISLAM DI ANDALUSIA (SPANYOL)

A.          PENDAHULUAN
Sebelum Islam masuk ke Spanyol, sekitar abad ke-5 M. Bangsa Jerman mendatangi Semenanjung  Iberia. Theodoric, Raja Ostogoth, mendirikan istananya di Toledo sekitar tahun 513 M. Kemudian, pada tahun 569 M, Leovigildo, seorang Raja Visigoth, menjadikan Toledo sebagai ibukota kerajaan Visigoth Spanyol. Sejak itulah, Toledo mengalami kejayaan yang pertama . Pada tahun 689 M. Raja Recaredo menjadikan Katholik sebagai agama resmi di Spanyol .
Pada awal abad ke-8 M. para pedatang baru berdatangan kedarataan Eropa (Spanyol). Pendatang tersebut adalah bangsa arab yang membawa agama Islam . sejak ekspansi Bani Umayah Spanyol menjadi bagian wilayah kekuasaan Islam (Ira M. Lapidus, 1993; 3790). Umat Islam berkuasa di Spanyol hampir delapan abad , yaitu dari tahun 711-1942 M .

B.           SEJARAH SINGKAT PERLUASAN ISLAM ATAS SPANYOL
Sebelum menaklukkan Spanyol, umat Islam terlebih dahulu menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi dari Dinasti Bani Umayah. 
Ekspansi umat Islam ke Spanyol terjadi pada masa Al-Walid menjabat khalifah. Al-Walid mengizinkan gubernurnya untuk mengirimkan pasukan militer ke Spanyol. Pada awalnya Musa bin Nusair mengutua Tharif bin Malik untuk memimpin pasukan ekspedisi yang bertujuan menjaga daerah-daerah sasaran. Musa bin Nusyair menugaskan Tariq bin Ziyad untuk memimpin pasukan tentara sebanyak 7000 orang. Thariq berlayar melalui Laut Tengah menuju daratan Spanyol dan berhasil mendarat di sebuah bukit yang kemudian dinamakan Gibraltar.
                Ketika Roderick mengetahui bahwa Thariq dengan pasukannya telah memasuki negeri Spanyol, ia mengumpulkan pasukan penangkal sejumlah 25.000 tentara. Menyadari jumlah musuh yang jauh berbeda, Thariq meminta bantuan kepada Musa bin Nusyair, dan Thariq mendapat tambahan pasukan sebanyak 12.000 tentara.
                Pada hari minggu tanggal 18 Juli 711 M, kedua pasukan bertemu di Danau Janda dekat mulut sungai Barbate. Pertemuan berlangsung selama 8 hari dan kemenangan berada pada pihak Thariq. Tentara Thariq dalam peperangan itu mendapat bantuan dari pasukan Roderick yang membelot, Thariq kemudian melakukan penaklukan di Toledo. Kemudian Archidona dan Granada dapat ditundukkan, dan satu datasemen yang dipimpin oleh Mughtr Ar-Rumi dapat menaklukkan kota Cordova yang kemudian dijadikan ibokota pemerintahan Islam.
Setelah Spanyol dan kota-kota yang pentingnya jatuh ke tangan umat Islam, sejak saat itu secara politik Spanyol berada di bawah kekuasaan Khalifah Bani Umayah.
Ada beberapa faktoryang mendukung proses penguasaan umat islam atas Spanyol :
1. Sikap penguasa Ghotic –sebutan lazim kerajaan Visighotie-yang tidak toleran terhadap aliran agama yang berkembang saat itu. Penguasa Visighotie memaksakan aliran agamanya kepada masyarakat. Penganut agama Yahudi yang merupakan komunitas terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis dan dibunuh (Syed Mahmudunnasir, 1981: 213).
2. Perselisihan antara Raja Roderick dengan Witiza (Wakilkota Toledo)di satu pihak dan Ratu Julian di pihak lain. Oppas dan Achila, kakek dan anak Witeza , menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Roderick, bahkan berkoalisi denagan kaum muslimin di Afirika Utara. Demikian pula, Ratu Julian , ia bahkan memberikan pinjaman 4 buah kapal yang di pakai oleh Tharif, Thariq, dan Musa (Ahmad Salabi III, 1965; 30).
3. Faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah bahwa tentara Roderick tidak mempunyai semangat perang (Ahmad Salabi, Jilid III, 1965; 30).

C.          KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN
Masuknya Islam di Spanyol pada sekitar permulaan abad ke 8 M., telah membuka cakrawala baru dalam sejarah Islam. Dalam rentang waktu selama kurang lebih tujuh setengah abad, umat Islam di Spanyol telah mencapai kemajuan yang pesat, baik di bidang ilmu pengetahuan maupun kebudayaan.
Kemajuan peradaban di Spanyol Islam pada saat ini berimbas pada bangkitnya renaisans dunia barat pada abad pertengahan sehingga dapat dikatakan bahwa Arab Spanyol adalah guru bagi Eropa dan Universitas Cordova, Toledo, sedangkan Seville berfungsi sebagai sumber asli kebudayaan Arab, non-Arab, Muslim, Kristen, Yahudi, dan agama lain sampai beberapa abad kemudian.
Cordova sebagai ibukota Spanyol merupakan pusat peradaban Islam yang tinggi yang dapat menyamai kemasyhuran Baghdad di tmur, dan Kairo di Mesir.
Kemajuan yang di raih umat Islam di Spanyol adalah maju dalam bidang filsafat, sains, bahasa sastra dan musik, sejarah dan geografi, fiqh serta kemajuan dalam pembangunan fisik.

1.    Filsafat
            Dalam bidang ini , Spanyol islam telah merintis pembangunannya sekitar abad ke-9 M. sejak abad ini , minat terhadap Filsafat dan ilmu pengetahuan mulai di kembangkaan, yakni selama pemerintahan Bani Umayah ke-5, Muhammad Ibn abd Ar-Rahman (832-886) (Majid Fahri, 1986;357).

2.    Sains
            Spanyol islam banya melahirkan tokoh dalam lapangan sains. Dalam bidang matematika, pakar yang sangat terkenal adalah Ibn sina.
        Dalam bidang Fisika dikenal seorang tokoh Ar-Razi . dialah yang meletakan dasar ilmu kimia dan menolak kegunaan yang bersifat takhayul.

3.    Bahasa Sastra dan Musik
            Bahasa arab dengan ketinggian sastra dan tata bahasanya telah mendorong lahirnya minat yang besar masyarakat Spanyol. Hal ini dibuktikan dengan dijadikanya bahasa ini menjadi resmi, bahasa pengantar, bahasa ilmu pengetahuan, dan administrasi .

4.    Sejarah dan Geografi          
Dalam bidang sejarah dan geografi, Spanyol islam khususnya wilayah islam bagian barat telah banyak melahirkan penulis terkenal, seperti Ibn Zubairdari Valancia, yang telah menulis sejarah tentang negri-negeri muslim Mediterania serta sisilia . Ibn Al-Khatib(1317-1375 M.)

5.    Fiqh
            Umat islam Spanyol di kenal sebagai penganut madzhab Maliki. Madzhab ini diperkenalkan oleh Ziyad Ibn abd Rahman yang selanjutnya dikembangkan oleh Ibn yahya yang menjadi Qadi pada masa Hisyam Ibn Abd Rahman .

6.    Kemajuaan Pembangunan Fisik
         Kemajuan pesat pada bidang intelektual tidak melalaikan para penguasa Spanyol islam untuk memerhatikan pembangunan fisik. Dalam pembangunan fisik umat islam di Spanyol telah membuat bangunan-bangunan fasilitas, seperti perpustakaan yang jumlahnya sangat banyak , gedung pertanian, jembatan-jembatan air, irigasi, roda air, dan lain-lain. Disamping itu , istana-istana, masjid yang besar-besar dan megah serta tempat pemandian dan taman-taman yang kesemuanya dipersatukan dalam kota yang di tata dengan teratur (Abd Rochim, 1983; 113).
Philip K. Hitti menyebutkan bahwa di Cordova terdapat 700 Masjid dan 300 pemandian umum. Kemudian, istana Raja Az-Zahra mempunyai 400 buah ruangan . Istana megah itu sengaja di bangun di kaki gunung dan menghadap sungai QuadaIquiurr yang di atasnya terdapat jembatan yang melintas sungai tersebut dengan konstruksi lengkung sebagai penyangga (Philip K. Hitti, Terjemah : 162).

D.          KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN
Suatu kebudayaan tentu akan mengalami pasangan surut sebagai mana berputarnya sebuah roda , kadang diatas kadang dibawah, hal ini tentu telah menjadi hukum alam, Demikian juga dengan kekuasaan sebuah imperium , satu saat dia muncul , berkembang pesat , lalu jatuh dan lilang.

1.      Munculnya Khalifah-Khalifah yang Lemah
Masa kejayaan Islam Di Spanyol mulai dari priode Abd. Rahman III yang kemudian di lanjutkan oleh putranya, yaitu Hakam. Sang penguasa yang cinta ilmu pengetahuan dan kolektor buku serta pendirian perpustakaan (K. Ali, 1981; 311). Pada masa kedua penguasa tersebut, keadaan politik dan ekonomi mengalami puncak kejayaan dan kestabilan.

2.      Konflik Antara Islam dan Kristen
Setelah menaklukan Spanyol, para penguasa muslim tidak menjalankan kebijakan Islamisasi secara sempurna. Penduduk Spanyol dibiarkan memeluk agamanya , mempertahankan hukum dan tradisi mereka. Penguasa Islam hanya mewajibkan mereka membayar upeti, dan tidak memberontak. Kebijakan ini ternyata menjadi bumerang.

3.      Munculnya Muluk Ath-Thawaif
Munculnya Muluk Ath-Thawaif (dinasti-dinasti kecil), secara politis telah menjadi indikasi akan memundurkan Islam di Spanyol, karena dengan terpecahnya kekuasaan khalifah menjadi dinasti-dinasti kecil, kekuatan pun terpecah-pecah dan lemah .
       Melemahnya kekuasaan Islam secara politis telah di baca oleh orang-orang Kristen dan tak di sia-siakan oleh pihak musuh untuk menyerang imperium tersebut. Pada tahun 1080 M. Al-Fonso dengan tiga kerajaan Kristen (Galicia, Leon, Castile,) berhasil menguasai Toledoda Bani Dzu An-Nur (Philip K. Hitti, 1974: 555). Demikian juga , kerajaan Kristen Aragon berhasil merebut Huesea (1096 M. )Saragosa , (1118 M.), Tyortosa (1148 M.), dan Kenida(1149 M.), (Ira M, Lapidus, 1993: 384).
        Pada tahun 1212 M, penaklukan Las Navas De Tolosa oleh koalisi raja-raja Kristen mengakibatkan dinasti Al-Muwahiddin yang selama beberapa waktu telah memulihkan keamanan Negara, stabilitas politik, dan lain-lain harus menarik diri dari Spanyol .
       Pada pertengahan abad ke-13, satu-satunya kota penting yang masih dikuasai islam adalah Granada di bawah pemerintahan Gani Ahmar.

4.      Kemerosotan Ekonomi
        Di paruh kedua masa islam Spanyol, para penguasa mementingkan pembangunan fisik dengan mendirikan bangunan-bangunan megah dan monumental . demikian juga, bidang IPTEK.

5.      Sistem Peralihan Kekuasaan Yang Tidak Jelas
        Salah satu penyebab kemunduran dan kehancuran satu dinasti adalah perebutan kekuasaan antara elit penguasa maupun antara putra mahkota.
        Dari uraian diatas , dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
a. Islam masuk Spanyol melalui arab Barbar. Hal ini terkait erat dengan sejarah penguasanya
b.  Spanyol islam dipimpin banyakdaulah yang silih berganti dengan berbagai karakter dalam rentang waktu yang cukup panjang ;
c. Terlepas dari perbedaan corak kemajuaan yang dicapai oleh setiap pemerintah, perlu dicatat beberapa hal berikut.
1)  Selama berlangsungnya kekuasaan islam di Spanyol telah lahir beberapa tokoh politik, ilmuan yang telah mengharumkan islam Spanyol, yang berpengaruh besar atas kemajuan peradaban Eropa sampai saat ini .
2)  Adanya kemanuan kehidupan sosial, ekonomi
3)  Perkembangan ilmu pengetahuan, kesusatraan, seni, dan arsitektur.

BAB VIII
PERADABAN ISLAM PADA MASA ABBASIYAH

A.       PERIODESASI MASA ABBASIYAH
Para sejarahwan mengklarifikasi peride Abbasiyah berbeda-beda. Al-Khudri, Guru Besar Ilmu Sejarah dari Universitas Mesir membagi ke dalam 5 masa :
1.        Masa kuat-kuasa dan bekerja membangun, berjalan 100 tahun lamanya, dari 132 sampai 232 H.
2.        Masa berkuasanya panglima-panglima Turki, berjalan 100 tahun lamanya dari 232 sampai 334 H.
3.        Masa berkuasanya Bani Buyah (Buwayhid), berjalan 100 tahun lamanya, dari 334 sampai 447 H.
4.        Masa berkuasanya Bani Saljuk (Seljuqiyak), berjalan 100 tahun lamanya, dari 447 sampai 530 H.
5.  Masa gerak balik kekuasaan politik khalifah-khalifah Abbasiyah dengan merajalelanya para panglima perang, selama 125 tahun, dari 530 H. sampai musnahnya  Abbasiyah dibawah serbuan Jengis Khan dan putranya Hulagu Khan dari Tartar pada tahun 656 H.
Menurut B.G. Stryzewki membagi masa pemerintahan dinasti Abbasiyah menjadi lima priode, yaitu;
1.    Priode pertama (132 H./750M.s,d.232 H./847M.).disebut priode pengaruh Persia pertama ;
2.    Priode kedua (232 H./874M.s,d.334 H,/945M.). disebut priode pengaruh Turki pertama
3.    Priode ketiga (334 H./945M.s,d.447 H./1105M.), masa kekuasaan dinasti Buwaihi dalam pemerintahan khalifah Abbasiyah . priode ini disebut juga pengaruh Persia kedua;
4.    Priode keempat (447H,/1105M.s.d.590H./1195M.), masa kekuasaan dinasti Saljuk yang bias di sebut masa pengaruh Turki kedua;
5.    Priode kelima (590H./1194M.s.d. 656 H ./1258 M.), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain ,tetapi kekuasaanya hanya efektif di Baghdad .

B . PENDIRIAN BANI ABBAS (750-857M.-132-232 H.)
             Babak ketiga dalam drama besar politik Islam di buka oleh Abu Al-Abbas (750-754) yang berperan sebagai pelopor. Irak menjadi punggung drama besar itu. Dalam khotbah penobatanya, yang disampaikan setahun sebelumnya di masjid Khufa, khalifah Abbasiyah pertama itu menyebut dirinya As-Saffih, penumpah darah, yang kemudian menjadi julukanya, julukan itu merupakan pertanda buruk karena dinasti yang buruk muncul ini mengisaratkan bahwa mereka lebih mengutamakan kekuatan dalam menjalankan kebijakannya. As-saffah menjadi pendiri dinasti arab Islam ketiga–setelah Khulafa Ar-Rasyidun dan dinasti Umayah–yang sangat besar dan berusia lama. Dari 750 M. hingga 1258 M..sebagai ciri khas keagamaan dalam istana kerajaannya, dalam berbagai kesempatan seremonial, seperti ketika dinobatkan sebagai khalifah dan pada salat Jumat’ khalifah mengenakan jubah (burdah) yang pernah dikenakan oleh saudara sepupuhnya, Nabi Muhammad. Akan tetapi, masa pemerintahanya, begitu singkat, As-Saffah meninggal (754-775). Karena penyakit cacar air ketika berusia 30-an.
Masa kejayaan Abbasiyah terletak pada khalifah setelah As-Saffah. Penulis Philip K. Hitty mengatakan bahwa masa keemasan Abbasiyah terletak pada 10 khalifah, kesepuluh khalifah tersebut adalah As-Saffah (750), Al-Mansur (754), Al-Mahdi (775), Al-Hadi (785), Ar-Rasyid (786), Al-Amin (809), Al-Ma’mun (813), Al-Mu’tashim (833), Al-Watsiq (842), dan Al-Mutawakkil (847).

C .  KEMAJUAN MASA ABBASIYAH
Masa ini adalah masa kejayaan umat Islamsebagai pusat dunia dalam berbagai aspek peradaban. Kemajuan itu hampir mencakup semua aspek kehidupan yaitu :
1.       Administratif pemerintahan dengan biro-bironya
2.       Sitem organisasi militer
3.       Administrasi wilayah pemerintahan
4.       Pertanian, perdagangan dan industri
5.      Kajian dalam bidang kedokteran, astronomi, matematika, geografi, historiografi, filsafat Islam, teologi, hukum (fiqh) dan etika Islam, sastra, seni, dan penerjemahan
6.       Pendidikan, kesenian, arsitektur, meliputi pendidikan mendasar (kuttab), menengah, dan perguruan tinggi, perpustakaan, dan toko buku, media tulis, seni rupa, seni musik dan arsitek.

D.   KEMUNDURAN DINASTI ABBASIYAH
Faktor-faktor penyebab kemunduran
Faktor intern
1.       Kemewahan hidup di kalangan penguasa
2.       Perebutan kekuasaan antara keluarga Bani Abbasiyah
3.       Konflik keagamaan
Faktor ekstern
1.       Banyaknya pemberontakan
2.       Dominasi bangsa Turki
3.       Dominasi bangsa Persia

E.     SEBAB-SEBAB KEHANCURAN DINASTI ABBASIYAH
1.      Faktor intern
2.      Factor ekstern

BAB IX
DINASTI-DINASTI KECIL DI BAGIAN TIMUR BAGHDAD

A.       FAKTOR TIMBULNYA DINASTI-DINASTI KECIL DI TIMUR BAGHDAD
Faktor-faktor yang mendorong berdirinya dinasti-dinasti kecil ini, yaitu adanya persaingan jabatan khalifah diantara keluarga raja dan munculnya sikap ashabiyah antara keturunan Arab dan non-Arab, tepatnya persaingan Arab dan Persia. Dinasti-dinasti tersebut adalah Dinasti Thahiri (200-259 H/820-872 M.), Dinasti Saffariah (867-903 M.), dan Dinasti Samaniyah (875-1004 M.).

B.      KONDISI SOSIAL, POLITIK, DAN EKONOMI DINASTI-DINASTI KECIL DI BAGHDAD BAGIAN TIMUR
Sebagian besar dinasti kecil yang tumbuh di Timur adalah keturunan Parsi. Meskipun secara politik tidak menimbulkan kesulitan bagi pemerintahan pusat di Baghdad, dari segi budaya dan corak perkembangan yang baru, yaitu kebangkitan kembali nasionalisme dan kejayaan bangsa Iran lama.
                Dilihat dari perkembangan sosial ekonomi, munculnya dinasti-dinasti tersebut memunculkan kota-kota pusat kegiatan ekonomi, seperti Samarkand atau Bukhara yang menjadi kota perdagangan utama. Dua kota tersebut menghubungkan rute perdagangan ke Cina atau ke Eropa.
Tiga dinasti yang ada di bagian timur Baghdad, seperti Thohiriyah, Samani, pada awalnya didirikan atas restu Baghdad sebagai pusat kekuasaan umat Islam pada saat itu. Restu dalam arti untuk memimpin sebuah wilayah kegubernuran. Akan tetapi, setelah mendapat kepercayaan Baghdad, mereka membelot dan ingin mendirikan negeri yang independen, berpisah dari Baghdad.
                Faktor yang mendorong timbulnya dinasti baru, disamping karena syu’ubiyah qabilah, juga adanya persaingan jabatan khalifah Baghdad pada waktu itu. Faktor lainnya karena lemahnya kontrol dari pemerintah Baghdad terhadap wilayah kekuasaannya.
                Dinasti-dinasti kecil ini sebenarnya tidak melepaskan diri secara total dari Baghdad. Bahkan bekerja sama berjalan dengan baik. Jadi, mereka bukan oposisi Baghdad, tapi tampak sebagai mitra Baghdad.

BAB X
DINASTI-DINASTI KECIL DI BARAT BAGHDAD

A.       DINASTI IDRISIYAH (789-926 M.)
Dinasti ini didirikan oleh salah seorang penganut Syi’ah, yaitu Idris bin Abdullah pada tahun 172 H./789 M. dinasti ini merupakan dinasti Syi’ah pertama yang tercatat dalam sejarah berusaha memasukkan Syi’ah ke daerah Maroko dalam bentuk yang sangat halus.
No,
Nama
Tahun
Keterangan
1
Idris I bin Abdullah
789-793 M

2
Idris II bin Idris
793-828 M

3
Muhammad bin Idris I
828-836 M

4
Ali bin Muhammad
836-849 M

5
Yahya I bin Muhammad
849-863 M

6
Yahya II bin Yahya I
863-866 M

7
Ali II bin Umar
866-?
Tidak diketahui tahun akhirnya
8
 Yahya III bin Al-Kasim
?-905 M
Tidak diketahui tahun awalnya
9
Yahya IV bin Idris bin Umar
905-920 M

10
Hassan Al-Hajjam bin Muhammad bin Al-Kasim
925-927 M

11
Kasim Ghannun bin Muhammad bin
Al-Kasim
937-948 M

12
Abu Aysh Ahmad bin Kasim Ghannun
948-954 M

13
Hasan bin Kasim Ghannun
958-978 M


B.      DINASTI AGHLABIYAH (800-909 M.)
Dinasti ini didirikan di Aljazariyah dan Sisilia oleh Ibrahim bin Aghlab, seorang yang dikenal mahir di bidang administrasi. Dengan keahlian itu ia bisa menjalankan roda pemerintahannya dengan baik.
Dinasti Aghlabiyah merupakan tonggak terpenting dalam sejarah konflik berkepanjangan antara Asia dan Eropa. Kontribusi terpenting dalam ekspedisi tersebut adalah menyebarnya peradaban Islam hingga ke Eropa. Bahkan Renaisans di Italia terjadi karena tranmisi ilmu pengetahuan melalui pulau Sisilia.
Dinasti ini juga terkenal dengan dengan prestasinya di bidang arsitektur, terutama dalam pembangunan masjid. Pada masa Ziyadatullah yang kemudian disempurnakan oleh Ibrahim II, berdiri dengan megahnya, yaitu masjid Qairawan.

C.       DINASTI THULUNIYAH (868-901)
Dinasti ini merupakan dinasti yang kecil pertama di Mesir pada pemerintahan Abbasiyah, yang memperoleh hak otonom dari Baghdad. Dinasti ini didirikan oleh Ahmad Ibn Thulun, yaitu seorang budak dari Asia Tengah. Beliau dikenal sebagai sosok yang dikenal kegagahan dan keberaniannya, dia juga seorang dermawan, haffidz, ahli di bidang syair, sastra, dan militer. 
Prestasi yang dicapai oleh dinasti ini adalah mampu mengukir dan memperkaya peradaban Islam yaitu dalam bidang seni arsitektur, telah berdirinya  masjid Ahmad ibn Thulun yang megah, pembangunan rumah sakit sampai 60.000 dinar, dan bangunan Istana Al-Khumarwaihi dengan balairung emasnya.

D.      DINASTI IKHSIDIYAH (935-969 M.)
Dinasti ini didirikan oleh Muhammad Ibn Tughi yang diberi gelar Al-Ikhsyid (pangeran) pada tahun 935 M. dinasti Ikhdisiyah mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menyokong dan memperkuat wilayah Mesir.
Pada masa Dinasti Ikhsidiyah ini juga terjadi peningkatan dalam dunia keilmuwan dan gairah intelektual, sepertio mengadakan diskusi-diskusi keagamaan yang dipusatkan di masjid-masjid dan rumah para menteri dan Ulama.  

E.      DINASTI HAMDANIYAH (972-1152 M.)
Dinasti ini didirikan oleh Hamdan Ibn Hamdun, seorang Amir dari suku Taghlib. Putranya Al-Husain adalah panglima pemerintahan Abbasiyah dan Abu Al-Hajja Abdullah diangkat menjadi gubernur Maosul oleh khalifah Al-Muktafi pada tahun 905 M.      
Pada masa dinasti ini terkenal sebagai pelindung kesusastraan Arab dan ilmu pengetahuan. Pada ma situ pula, muncul tokoh-tokoh cendekiawan besar, seperti Abi Al-Fath dan Usman Ibn Jinny yang menggeluti di bidang Ilmu Nahwu, Abu Thayyib Al-Mutannabi, Abu Firas Husain Ibn Nashr Ad-Daulah, Abu A’la Al-Ma’ari, dan Syaif Ad-Daulah sendiri yang mendalami Ilmu Sastra, serta lahir pula filosof besar, yaitu Al-Farabi.


BAB XI
PERANG SALIB DAN AKIBATNYA

A.       SEBAB TERJADINYA
Perang salib (1096-1291) terjadi sebagai reaksi dunia Kristen di Eropa terhadap dunia Islam di Asia, yang sejak 632 M., dianggap sebagai pihak “penyerang”, bukan saja di Siria dan Asia Kecil, tetapi juga di Spanyol dan Sisilia. Disebut perang salib, karena ekspedisi militer Kristen mempergunakan salib sebagai simbol pemersatu untuk menunjukkan bahwa peperangan yang mereka lakukan adalah perang suci dan bertujuan untuk membebaskan kota suci Baitulmakdis  (Yerussalem) dari tangan orang-orang Islam.
Penyebab langsung terjadinya Perang Salib adalah permintaan Kaisar Alexius Connenus pada tahun 1095 kepada Paus Urbanus II. Kaisar dari Bizantium meminta bantuan dari Romawi karena daerah-daerah yang tersebar sampai ke pesisir laut Marmora “dibinasakan” oleh Bani Saljuk. Bahkan, kota Konstantinopel diancamnya pula. Adanya permintaan ini, Paus melihat kemungkinan untuk mempersatukan kembali (gereja Yunani dengan Romawi yang telah terpecah tahun 1095-1054).
Penyebab lain perang salib adalah faktor sosial ekonomi. Para pedagang besar yang berada di pantai Timur Laut Tengah, terutama yang berada di kota Venezia, Ganoa, dan Pisa berambisi untuk menguasai sejumlah kota dagang di sepanjang pantai Timur dan Selatan Laut Tengah untuk memperluas jaringan perdagangan mereka. Perang Salib bagi bagi orang-orang Kristen juerupakan jaminan untuk masuk Surga sebab mati dalam Perang Salib, menururt mereka, adalah mati sebagai pahlawan agama dan langsung masuk surga walaupun mempunyai dosa-dosa pada masa lalunya.

B.      PERIODESASI PERANG SALIB
Philip K. Hitty menyederhanakan periodesasi perang salib dalam 3 periode, yaitu :
1.       Masa penaklukan (1009-1144)
2.       Masa timbulnya reaksi umat I     slam (1144-1192)
3.       Masa perang saudara kecil-kecilan yang beakhir sampai 1291 M.

C.       AKIBAT PERANG SALIB
Perang Salib  menimbulkan beberapa akibat penting dalam sejarah dunia. Perang Salib membawa Eropa ke dalam kontak langsung dengan dunia muslim dan terjalinnya hubungan antara timur dan barat. Kontak ini menimbulkan saling tukar pikiran antara kedua belah pihak. Melahirkan suatu bagian penting dalam menumbuhkan renaisans di Eropa.
Keuntungan perang salib bagi Eropa adalah menambah lapangan perdagangan, mempelajari kesenian, dan penemuan penting, seperti kompas pelaut, kincir angin, dan sebagainya dari orang Islam. Mereka juga dapat mengetahui cara bertani yang maju dan mempelajari kehidupan industri timur yang lebih berkembang.
Kegiatan perdagangan tersebut lebih mengarah pada perkembangan kegiatan Maritim di Laut Tengah. Orang-orang Islam yang pernah menguasai Laut Tengah kehilangan kekuasaan, sementara orang Eropa bebas menggunakan jalan Laut melalui Laut Tengah tersebut.

BAB XII
INVASI MONGOL DAN AKIBATNYA

A.    SILSILAH BANGSA MONGOL
Fakta sejarah mengungkapkan bahwa pelopor bangsa Mongol adalah Yesugay, ayah dari Chinggis Khan. Setelah kematian Yesugay, Chinggis Khan memimpin bangsa mongol. Nama jelas Chinggis adalah Temujin yang lahir pada tahun 1154 M. dan mempromklamasikan sebagai Khan (Raja). Pada tahun 1219, bangsa mongol menaklukan Cina seluruh bangsa Tartar. Sejak itu, umat Islam diatur oleh beberapa dinasti baru.

B.     INVASI MONGOL SAMPAI BAGHDAD JATUH
        Invasi Mongol terjadi pada masa pemerintahan Iitutmish pada tahun 1221 M. Orang-orang mongol muncul untuk pertama kalinya di tepi sungai Indus di bawah pemimpin mereka yang terkenal, Jengis Khan. Jengis Khan menjadikan orang-orang mongol sebagai kekuatan politik dan militer yang terbesar di Asia. Dia menundukan negri-negri Asia tengah dan Asia barat dengat cepat, dan ketika dia menyerang  jalaluddin, syah Khawarizm yang terakhir, syah tersebut melarikan diri ke Punjab dan mencari perlindungan didaerah jajahan. Jajaluddin mengadakan persekutuan dengan bangsa kokar, dan setelah mengalahkan Nasiruddin Qabacha dari multan, dia menjarah sind dan Gujarat Utara dan pergi ke Persia. Orang-orang Mongol menjarah Sind dan Punjab yang sangat panas dan mereka tidak maju kejantung India. Dengan demikian, India selamat dari bencana yang hebat.
Kisah jatuhnya Ibukota Abbasiyah pada tahun 1258, yang didirikan oleh khalifah kedua, Al-Mansur terjadi setelah blokade kota “seribu satu malam”, dinding-dinding Baghdad yang kuat diserang oleh Hulako Khan pada Januari 1258. Orang-orang Mongol tidak mau menerima syarat-syarat yang diajukan oleh pihak Abbasiyah untuk menerima penyerahan kota. Pasukan Mongol menyerang kota pada tanggal 10 Februari 1258. Khalifah beserta 300 pejabat tinggi Negara menyerah tanpa syarat. Sepuluh hari kemudian, mereka dibunuh, termasuk sebagian keluarga khalifah dan penduduk yang tidak berdosa. Akibat pembunuhan dan kerusakan kota itu, timbullah wabah penyakit pes lantaran mayat-mayat yang bergelimpangan belum sempat dikebumikan.

C.     BATAS KEKUASAAN MONGOL
        Wilayah kultur Arab menjadi jajahan Mongol setelah Baghdad ditaklukan oleh Hulagu Khan pada tahun 1258. Ia membentuk kerajaan II Khaniyah yang berpusat di Tabrisdan Maragha . Ia di percayai oleh saudaranya, Mongke Khan untuk mengembalikan wilayah-wilayah Mongol di Asia barat yang telah lepas dari kekuasaan Mongol setelah peninggalnya Chinggis. Ia pun berangkat disertai pasukan , untuk melaksanakan tugasnya pada tahun 1253 dari Mongolia.

D.    AKIBAT SERANGAN MONGOL TERHADAP ISLAM
        Ada dua dampak positif dan negative . dampak negative tentunya lebih banyak bila di bandingkan dengan positifnya. Kehancuran di mana-mana akibat serangan mongol sejak wilayah timur hingga kebarat. Kehancuran kota-kota dengan bangunan yang indah-indah  dan perpustakaan-perpustakaan yang mengoleksi banyak buku memperburuk situasi umat Islam. Pembunuhan terhadap umat islam yang tidak berdosa terjadi.
Yang lebih fatal lagi, ialah hancurnya Baghdad sebagai pusat Dinasti Abbasiyah yang didalamnya terdapat berbagai tempat belajar dengan fasilitas perpustakaan, hilang lenyap dibakar oleh Hulagu. Suatu kerugian besar bagi khazanah ilmu pengetahuan yang dampaknya masih dirasakan hingga kini.   
Sedangkan dampak positifnya adalah para pemimpin Dinasti Mongol masuk Islam. Disebabkan karena berasimilasi dan bergaul dengan masyarakat muslim dalam jangka waktu yang panjang, seperti yang dilakukan oleh Gazan Khan yang menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaannya.

BAB XIII
ISLAM DI ASIA TENGGARA

A.        ISLAM DI INDONESIA SEBELUM KEMERDEKAAN
1.      TEORI KEDATANGAN ISLAM DI INDONESIA
 Kennet W. Morgan menerangkan bahwa berita yang dapat dipercayai tentang Islam di Indonesia yang mula-mula sekali terdapat dalam berita Marcopolo. Dalam perjalananya kembali ke Venezia pada tahun 692 (1292 M.), Marcopolo setelah bekerja pada kubilai Khan di Tiongkok, singgah di Perlak, sebuah kota di pantai Utara Sumatra.

2.      SEJARAH AWAL MASUKNYA ISLAM KE INDONESIA
        Perkembangan pelayaran dan perdagangan yang bersifat Internasional antara Negara-negara di Asia bagian barat dan timur mungkin disebabkan oleh kegiatan kerajaan Islam dibawah bani Umayah di bagian barat maupun kerajaan Cina zaman dinasti T’ang di Asia Timur serta kerajaan Sriwijaya  di Asia tenggara.
        Upaya kerajaan Sriwijaya dalam memperluas kerajaannya ke Semenanjung Malaka sampai kedah dapat di hubungkan dengan bukti-bukti Prasasti 775, berita-berita Cina dan Arab Abad ke-8 sampai ke-10 M. Hal ini erat hubunganya dengan usaha penguasaan Selat Malaka yang merupakan kunci bagi pelayaran dan perdagangan internasional.

3.      AGAMA DAN KEKUATAN POLITIK PADA MASA PRA-PENJAJAH
        Sebelum Islam datang, di Indonesia telah berkuasa kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha . di antaranya, ada kerajaan Bahari terbesar yang menguasai dan mengadilkan pulau-pulau di Nusantara, yaitu kerajaan Sriwijaya di sekitar Palembang, Sumatra Selatan, dan Singasari, selanjutnya yaitu Majapahit.

a.       Islam di Sumatra
       Ada tiga kerajaan Islam terkenal di Sumatra yang telah memosisikan Islam sebagai agama dan sebagai kekuatan politik yang mewarnai corak sosial budayanya, yaitu kerajaan Perlak, Pasai dan Aceh

b.      Islam di Jawa
       Ahli-ahli sejarah tampaknya sependapat bahwa penyebaran Islam di jawa adalah para Wali Songo. Mereka tidak hanya berkuasa dalam lapangan keagamaan, tetapi juga dalam pemerintahan dan politik. Bahkan, sering kali seorang raja kalau ia sudah di akui dan di berkahi oleh Wali Songo.

C.       Islam di Kalimantan ,Maluku , dan Sulawesi
Pada awal abad ke-16 , Islam masuk ke Kalimantan Selatan yaitu di kerajaan Daha (Banjar) yang beragama hindu berkat bantuaan Sultan Demak, Trenggono (1521-1546) raja Daha dan rakyatnya masuk Islam sehingga berdirilah kerajaan Islam Banjar. Dengan raja pertamanya Pangeran Samudra yang di beri gelar pangeran Suryanullah atau Suriansah .
Pada abad ke -10 dan ke-11 di Maluku sudah ramai peniagaan rempah-rempah terutama cengkeh dan pala yang dilakukan oleh para pedagang Arab dan Persia .
Berkenaan dengan proses pembentukan Negara atau kerajaan Islam tersebut di atas , menurut Taufik Abdullah setidak-tidaknya ada 3 pola pembentukan budaya yang tampak dari proses tersebut yaitu :
1.      Pola Samudra Pasai :lahirnya Samudra Pasai berlangsung melalui perubahan dari Negara yang segmeter ke Negara yang terpusat
2.      Pola Sulawesi Selatan :pola Islamisasi melalui keraton atau pusat kekuasaan
3.      Pola Jawa :di Jawa Islam mendapatkan suatu system politik dan struktur kekuasaan yang telah lama mapan .


B.   ISLAM DI INDONESIA PASCA –KEMERDEKAAN

1.     PENDAHULUAN
Lahirnya BPUPKI (badan penyelidikan usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia )pada tanggal 9 April 1945 memiliki arti penting dalam lintasan sejarah panjang bangsa Indonesia . 
BPUPKI yang terdiri atas 68 orang anggota terdiri atas komposisi 8 orang dari Jepang 15 orang dari golongan Islam .
Ketika pembahasan dasar Negara itulah terjadi perdebatan ideologis yang sengit antara golongan Islam dan Nasionalis Sekuler, di pandang dari sudut ini sebenarnya yang di cita-citakan oleh tokoh-tokoh Islam dalam BPUPKI dan PPKI bukan realisasi konsep Negara Islam, tetapi lebih tepat adanya jaminan pelaksanaan syariat piagam Jakarta yang menunjukan bahwa identitas orang Islam perlu di jamin secara konstitusional .

C.      PERKEMBANGAN ISLAM DI ASIA TENGGARA
Islam yang disebar di kawasan Asia Tenggara telah lengkap dengan berbagai aliran kalam, fiqh, tasawuf dan tarekat yang dikembangkan oleh Ulama sebelumnya. Oleh karena itu terdapat dua kecenderungan umat Islam ketika itu. Pertama, golongan tradisional yang mengikatkan diri pada madzhab atau aliran tertentu, kedua, golongan modernis yang menganggap bahwa kemunduran Islam karena pelaksanaan ajaran yang sudah tidak murni lagi.
Pembaharuan yang terjadi di dunia Islam yang dipelopori oleh ulama modernis di berbagai Negara, yaitu Muhammad Ibn Al-wahab di Saudi Arabia, Jamaludin Al-Afgani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridho di Mesir, bedampak ke Indonesia bersamaan dengan kembalinya Haji Miskin (1802) setelah melakukan ibadah haji dari Mekah. Pembaharuan pemahaman agama Islam ditunjukkan untuk :
a.       Menyucikan Islam dari pengaruh bid’ah
b.      Pendidikan yang lebih tinggi bagi umat Islam
c.       Pembaharuan rumusan ajaran Islam terhadap pengaruh Barat dan Kristen.
 BAB XIV
KEKUASAAN ISLAM PERIODE TENGAH

A.           KERAJAAN MAMLUK MESIR (648 H./1250 M.-922 H./ 1517 M.)
1.      Mamluk Bahri (648-792 H./1250-1389M)
Dinasti Mamlukdidirikan oleh para budah. Mereka pada mulanya adalah orang-orang yang ditawan oleh penguasa Dinasti Ayyubiyah sebagai budak, kemudian dididik dan dijadikan tentaranya.
Kerajaan Mamluk dibagi menjadi dua periode berdasarkan daerah asalnya. Golongan pertama dinamakan Mamluk Bahri (648-792 H./1250-1389 M.), yakni yang berasal dari kawasan Rusia Selatan, Mongol dan Kurdi. Golongan kedua dinamakan Mamluk Burji (792-923 H./1389-1517 M.), yakni Mamluk yang berasal dari etnik Syracuse di wilayah Kaukasus. Golongan kedua inilah yang berhasil bertahan untuk berkuasa pada Dinasti Mamluk. 

2.      Mamluk Burji (792-923 H./1389-1517M.)
Masa pemerintahan Mamluk Burji diawali dengan berkuasanya Sultan Barquq setelah berhasil berhasil menggulingkan sultan terakhir dari Mamluk Bahri, Shalih Haj bin Asyraf Sya’ban.

B.      PERADABAN PADA DINASTI MAMLUK
Dalam bidang ekonomi, Dinasti Mamluk membuka hubungan dagang dengan Perancis dan Italia melalui perluasan jalur perdagangan yang diliris oleh dinasti Fatimiyah di Mesir sebelumnya. Dalam bidang ilmu pengetahuan, Mesir menjadi tempat pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Baghdad dari serangan tentara Mongol.
Oleh karena itu, ilmu-ilmu banyak berkembang di Mesir, seperti sejarah, astronomi, matematika, dan ilmu agama.  



C.       KERAJAAN USTMANI
Nama kerajaan Turki Ustmani diambil dan dibangsakan kepada nenek moyang mereka yang pertama, Sultan Ustmani Ibnu Sauji Ibnu Orthogol Ibnu Sulaiman Syah Ibnu Kia Alp, kepala kabilah kab di Asia Tengah. Raja pertama Turki Ustmani adalah Ustman dengan gelar Padisya Alu Ustman.  Berbeda dengan kerajaan-kerajaan sebelumnya, kerajaan Turki Ustmani pada abad ke 17, banyak mengalami kemunduran. Pada abad ke 17 hingga ke 18, terdapat perubahan penting dalam sejarah Turki Ustmani. Berakhirnya ekspansi kerajaan Turki Ustmani, lembaga-lembaga pemerintahan seringkali kehilangan kemampuan militer dan administrasinya, dan kerajaan dalam posisi tertekan dengan regresi ekonomi, pemberontakan rakyat, dan kekalahan militer serta perseteruan pemerintahan pusat dengan elit lokal.
Walaupun di bidang politik dan ekonomin banyak kemunduran, namun pada abad ke 17, kerajaan Turki Ustmani masih mengalami kemajuan dalam bidang budaya dan seni. Di bidang  syair yang menonjol pada abad ke 17 adalah Nefi dan Syekh Al-Islam Zekeria Zade Yahyat Efend. Dan pada abad ini subur dengan karya populer yang berbentuk puisi dan cerita.

D.      KERAJAAN SYAFAWI
Kerajaan Syafawi berdiri sejak tahun 1503-1722 M. kerajaan ini berngkat dari sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil, sebuah kota di Azerbaijan. Tarekat ini diberi nama tarekat syafawiyah.  
Kondisi keagamaan pada masa kerajaan Syafawi tidak memaksakan rakyatnya agar Syi’ah menjadi agama Negara, tetapi ia menanamkan sikap toleransi. Stabilitas politik kerajaan Syafawi pada masa Abbas I ternyata telah memacu perkembangan perekonomian Syafawi, terlebih setelah kepulauan Hurmuz dikuasai dan pelabuhan Gumrun diubah menjadi Bandar Abbas. Disamping sector perdagangan, kerajaan Syafawi juga mengalami kemajuan di sector pertanian terutama di daerah bulan tsabit subur.   
Dalam sejarah Islam, bangsa Persia dikenal sebagai bangsa yang berperadaban tinggi dan berjasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan apabila pada masa kerajaan Syafawi, khususnya ketika masa Abbas I, tradisi keilmuwan terus berkembang.

E.      KERAJAAN MUGHAL (INDIA)
Kerajaan Mughal berdiri seperempat abad sesudah berdirinya kerajaan Syafawi. Jadi, diantara tiga kerajaan besar Islam tersebut, kerajaan inilah yang termuda. Kerajaan Mughal didirikan oleh Zahirudin Babur, salah satu dari cucu Timur Lenk. Kerajaan Mughal mulai berkuasa sejak tahun 1526 sampai tahun 1707. Kerajaan ini mempunyai sultan-sultan yang besar dan terkenal pada abad ke 17, yaitu Akbar (1556-1606), Jengahir (1605-1627) dengan permaisurinya Nurjannah, Syah Jehan (1628-1658), dan Aurangzeb (1659-1707).
Di masa Akbar kerajaan tidak dijalankan dengan kekerasan. Ia banyak menyatu dengan rakyat, bahkan rakyat dari berbagai agama tidak dpandangnya sebagai orang lain dan dirinyapun dibuatnya menjadi orang Hindustan sejati. Dalam urusan pemerintahan, dia menyusun pentadbiran secara teratur yang jarang taranya, sehingga Inggris satu setengah abad kemudian setelah menaklukkan India, tidak dapat memilih jalan lain, hanya meneruskan administrasi Sultan Akbar.
Didalam permasalahan agama, beliau sangat toleran dan bagi orang yang beragama Hindu dihormati oleh Akbar dan tidak dipaksa untuk memeluk agama Islam. Dengan demikian, Akbar adalah seorang Reforman kerajaan Mughal yang telah menata pemerintahan dengan sistem yang lebih baik disbanding kerajaan-kerajaan sebelumnya.
Bersamaan dengan majunya bidang ekonomi kerajaan Mughal pada abad ke 17, mengalami kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan budaya. Di bidang pengetahuan kebahasaan Akbar telah menjadikan tiga bahasa sebagai bahasa nasional, yaitu bahasa Arab sebagai bahasa agama, bahasa Turki sebagai bangsawan dan bahasa Persia sebagai bahasa Istana dan kesusastraan.
Sementara karya seni yang paling menonjol adalah karya sastra gubahan penyair Istana, baik yang berbahasa Persia maupun bahasa India. Karya seni yang dapat dinikmati sekarang merupakan karya seni yang terbesar yang dicapai kerajaan Mughal adalah karya-karya arsitektur yang indah dan mengagumkan.
Berdasarkan uraian diatas, maka ilmu pengetahuan, seni, dan budaya pada masa Kerajaan Mughal cukup pesat, khususnya pada masa Akbar dan Aurangzeb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar