DOSEN
PENGAMPU
Prof. Dr. Hj. Juairiah, M.Pd
Dr. Ridha Fadillah, M. Ed
|
MATA KULIAH
Metodologi Penelitian Pendidikan
|
PENGERTIAN ANALISIS DATA
MENURUT PARA AHLI
OLEH
NORA SUNARYO PUTRI
1502521458
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
PASCASARJANA
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BANJARMASIN
2015
KATA PENGANTAR
بسم
الله الرحمن الرحيم
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas
segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat
menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca pada
mata kuliah Metodologi Penelitian pendidikan. Makalah ini disajikan
dalam rangka memenuhi tugas setruktur mata kuliah Metodologi Penelitian
Pendidikan yang diasuh oleh Ibu Prof. Dr. Hj. Juairiah, M.Pd dan Bapak Dr.
Ridha Fadillah,M.Ed dengan judul “Pengertian Analisis Data Menurut Para Ahli
“.
Harapan saya semoga makalah ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak
kekurangan karena pengalaman yang saya miliki masih sangat kurang. Oleh kerena
itu saya harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.
Banjarmasin, Nopember 2015
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
HALAMAN COVER ........................................................................................ i
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian analisis data menurut para ahli............................................... 2
B. Jenis-jenis analisis data............................................................................ 3
C. Proses analisis data kualitatif................................................................... 4
D. Langkah – langkah analisis data……………………………………….. 6
E. Menginterprestasikan hasil analisis data ………………………………. 9
BAB III PENUTUP
Simpulan ...................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Penelitian merupakan kegiatan yang terencana untuk mencari
jawaban yang obyektif atas permasalahan manusia melalui prosedur ilmiah. Untuk
itu didalam suatu penelitian dibutuhkan suatu proses analisis data yang berguna
untuk menganalisis data-data yang telah terkumpul. Data
yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari berbagai catatan di lapangan,
gambar, foto, dokumen, laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan
analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan,
memberikan kode, dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data
tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat
menjadi teori substantif oleh karena itu, analisis data merupakan bagian yang amat penting
karena dengan analisislah suatu data dapat diberi arti dan makna yang berguna
untuk masalah penelitian. Data yang telah dikumpulkan oleh peneliti tidak
akan ada gunanya apabila tidak dianalisis terlebih dahulu.
Dalam proses analisis data
dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu
dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan,
dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan sebagainya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN ANALISIS DATA
MENURUT PARA AHLI.
Kata
analysis berasal dari bahasa Greek (Yunani), terdiri dari kata “ana” dan “lysis“. Ana artinya atas (above), lysis artinya memecahkan atau
menghancurkan. Secara difinitif ialah: ”Analysis
is a process of resolving data into its constituent components to reveal its
characteristic elements and structure” Ian Dey (1995: 30). Agar data bisa
dianalis maka data tersebut harus dipecah dahulu menjadi bagian-bagian kecil
(menurut element atau struktur), kemudian mengaduknya bersama untuk memperoleh
pemahaman yang baru.
Seperti dinyatakan oleh Milles and Huberman (1984), bahwa
” The most serious and central difficulty
in the use of qualitative data is that methods of analysis are not well
formulate”. Yang paling serius dan sulit dalam analisis data kualitatif
adalah karena, metode analisis belum dirumuskan dengan baik. Selanjutnya Susan
Stainback menyatakan :” There are no
guidelines in qualitative research for determining how much data and data analysis
are nacessary to support and assertion, conclusion, or theory”.Belum ada
panduan dalam penelitian kualitatif untuk menentukan berapa banyak data dan
analisis yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan atau teori.
Selanjutnya Nasution menyatakan bahwa: ” Melakukan analisis
adalah pekerjaan yang sulit, memerlukan kerja keras. Analisis memerlukan daya
kreatif serta kemampuan intelektual yang tinggi. Tidak ada cara tertentu yang
dapat diikuti untuk mengadakan analisis, sehingga setiap penelitian harus
mencari sendiri metode yang dirasakan cocok dengan sifat penelitiannya. Bahan
yang sama bisa diklasifikasikan lain oleh penelitian yang berbeda”.
Analisis data, menurut Patton (1980:268), adalah proses
mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan
satuan uraian dasar.
Spradley (1980) menyatakan bahwa ”analysis of any kind
involve a way of thinking. It refers to sstematic examination of something to
the whole. Analysis is a searchfor patterns” analisis dalam penelitian jenis
apapun, adalah merupakan cara berpikir.
Hal itu berkaitan dengan menguji secara sistematis terhadap sesuatu untuk
menentukan bagian, hubungan antar bagian, dan hubungannya dengan keseluruhan.
Analisis adalah untuk mencari pola.
Dalam analisis data kualitatif Bogdan menyatakan bahwa: ”
Data analysis is the proses of systematically searching and arranging the
interview transcripts, fieldnotes, and other materials that you accumulate to
increase your own understanding of them and to enable you to present what you
have discovered to others” analisis data adalah proses mencari dan menyusun
secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan,
dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat
diinformasikan kepada orang lain.
Berdasarkan hal tersebut diatas dapat dikemukakan di sini
bahwa, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data
yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan
cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit,
melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang
akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri
endiri maupun orang lain.
B.
JENIS-JENIS ANALISIS DATA
Analisis data merupakan salah
satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian.
Hal ini disebabkan, data akan menuntun kita ke arah temuan ilmiah, bila
dianalisis dengan teknik-teknik yang tepat. Data yang belum dianalisis masih
merupakan data mentah. Dalam kegiatan penelitian, data mentah akan memberi
arti, bila dianalisis dan ditafsirkan.
Dalam
rangka analisis dan interpretasi data, perlu dipahami tentang keberadaan data
itu sendiri. Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua
jenis, yaitu :
1.
Data bermuatan kualitatif
Data
bermuatan kualitatif disebut juga dengan data lunak. Data semacam ini diperoleh
melalui penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, atau penilaian
kualitatif. Keberadaan data bermuatan kualitatif adalah catatan lapangan yang
berupa catatan atau rekaman kata-kata, kalimat, atau paragraf yang diperoleh
dari wawancara menggunakan pertanyaan terbuka, observasi partisipatoris, atau
pemaknaan peneliti terhadap dokumen atau peninggalan. Untuk memperoleh arti
dari data semacam ini melalui interpretasi data, digunakan teknik analisis data
kualitatif, seperti yang telah diuraikan.
2.
Data bermuatan kuantitatif
Keberadaan data bermuatan kuantitatif adalah angka-angka
(kuantitas), baik diperoleh dari jumlah suatu penggabungan ataupun pengukuran.
Data bermuatan kuantitatif yang diperoleh dari jumlah suatu penggabungan selalu
menggunakan bilangan cacah. Contoh data seperti ini adalah angka-angka hasil
sensus, angka-angka hasil tabulasi terhadap jawaban terhadap angket atau
wawancara terstruktur. Adapun data bermuatan kuantitatif hasil pengukuran
adalah skor-skor yang diperoleh melalui pengukuran, seperti skor tes prestasi
belajar, skor skala motivasi, skor timbangan, dan semacamnya.
C.
PROSES ANALISIS DATA KUALITATIF
2.
Proses
Analisis data kualitatif
Analisis data kualitatif dilakukan dari sebelum
penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian.
a.
Analisis
sebelum di lapangan
Penelitian kualitatif telah
melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan. Focus penelitian ini masih bersifat sementara dan
berkembang setelah memasuki dan selama di lapangan.
b. Analisis selama di lapangan model Miles dan Huberman
Analisis
data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data
berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu.
Analisis data ini dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus
menerus sampai tuntas hingga datanya sudah jenuh.
Analisis
data dilakukan melalui 3 tahap, yaitu :
1) Data
Reduction (Reduksi Data)
Reduksi data berarti merangkum, memilih hal yang pokok,
memfokuskan pada hal yang penting, dicari pola dan temanya.
Misal
pada bidang pendidikan, setelah peneliti memasuki setting sekolah sebagai
tempat penelitian, maka dalam meraduksi data peneliti akan memfokuskan pada
murid yang memiliki kecerdasan tinggi dengan mengkatagorikan pada aspek gaya belajar,
perilaku social, interaksi dengan keluarga dan lingkungan, dan prilaku didalam
maupun luar kelas.
2) Data
Display (penyajian data)
Data
display berarti mendisplay data yaitu menyajikan data dalam bentuk uraian
singkat, bagan, hubungan antar katagori, dsb. Dalam hal ini Miles and Huberman
(1984) menyatakan ” the most frequent form of display data for qualitative
research datain the past has been narrative tex”. Yang paling sering digunakan
untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Ini
dimaksudkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya
berdasarkan apa yang dipahami.
3) Conclusion
Drawing / Verification
Langkah terakhir dari model ini menurut Miles and
Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam
penelitian mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal
namun juga tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian
kualitatif masih bersifat sementara dan berkembang setelah peneliti ada di
lapangan. Kesimpulan penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang
sebelumnya belum ada yang berupa deskripsi atau gambaran yang sebelumnya belum
jelas menjadi jelas dapat berupa hubungan kausal / interaktif dan hipotesis /
teori.
c.
Analisis
data selama di lapangan model Spradley
Spradley membagi
analisis data penelitian kualitatif berdasarkan tahapan dalam penelitian
kualitatif.
Tahapan
penelitian ini adalah :
1)
Memilih situasi
sosial
2)
Melaksanakan
observasi partisipan
3)
Mencatat hasil
observasi dan wawancara
4)
Melakukan
onbservasi deskriptif
5)
Melakukan analisis domain
6)
Melakukan
observasi terfokus
7)
Melaksanakan analisis taksonomi
8)
Melakukan
observasi terseleksi
9)
Melakukan analisis komponensial
10) Melakukan analisis tema
11) Temuan
budaya
12) Menulis
laporan penelitian kualitatif
Tahapan dalam analisis data penelitian kualitatif ini
berangkat dari luas, memfokus dan meluas lagi. Analisis domain adalah langkah
pertama yaitu memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari objek penelitian /
situasi social. Analisis taksonomi adalah mencari bagaimana domain yang dipilih
itu dijabarkan menjadi rinci. Selanjutnya analisis komponensial adalah mencari
perbedaan yang spesifik setiap rincian yang dihasilkan dari analisis taksonomi.
Dan terakhir adalah analisis tema, yaitu mencari hubungan anatara domain dan
bagaimana hubungannya dengan keseluruhan selanjutnya dirumuskan dalam tema /
judul penelitian.
D.
LANGKAH-LANGKAH
ANALISIS DATA
Secara garis besar, analisis data meliputi 3 langkah,
yaitu :
1.
Persiapan
Kegiatan
dalam langkah persiapan ini antara lain :
a.
Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi.
b.
Mengecek kelengkapan data.
c.
Mengecek macam isian data. Jika didalam instrument
termuat atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” atau isian lain bukan yang
dikehendaki peneliti, padahal isian yang diharapkan tersebut merupakan variabel
pokok, maka item perlu didrop.
Apa
yang dilakukan dalam langkah persiapan ini adalah memilih data sedemikian rupa
sehingga data yang terpakai saja yang ditinggal. Langkah persiapan ini
dimaksudkan untuk merapikan data agar bersih, rapi dan tinggal mengadakan
pengolahan lanjutan atau menganalisis.
2. Tabulasi
Tabulasi
merupakan kegiatan menggambarkan jawaban responden dengan cara tertentu.
Tabulasi juga dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif
variabel-variabel yang diteliti.
G.E.R.
Burroughas mengemukakan klasifikasi
analisis data sebagai berikut :
a.
Tabulasi data (the tabulation of the data).
b.
Penyimpulan data (the summarizing of the data).
c.
Analisis data
untuk tujuan testing hipotesis.
d.
Analisis data
untuk tujuan data penarikan kesimpulan.
Termasuk kedalam kegiatan
tabulasi ini antara lain :
v Memberikan skor
(scoring)terhadap item-item yang perlu diberi skor.
Misalnya : tes, angket bentuk pilihan ganda, rating
scale, dsb.
v
Memberikan kode terhadap item-item yang tidak diberi
skor.
Misalnya :
1.
Jenis kelamin:
Ø laki-laki diberi
kode 1
Ø
Perempuan diberi kode 0
2.
Tingkat pendidikan:
Ø
Sekolah Dasar diberi kode 1
Ø
Sekolah Menengah Pertama diberi kode 2
Ø
Sekolah Menengah Atas diberi kode 3
Ø
Perguruan Tinggi diberi kode 4
3.
Banyaknya penataran yang pernah diikuti dikelompokkan dan diberi kode atas:
1)
Mengikuti lebih dari 10 kali, diberi kode 1
2)
Mengikuti antara 1 s.d. 9 kali, diberi kode 2
3)
Tidak pernah mengikuti penataran diberi kode 0
v
Mengubah jenis data, disesuaikan atau dimodifikasikan
dengan teknik analisis yang akan digunakan.yaitu, Memberikan kode (coding)
dalam hubungan dengan pengelolaan data jika akan menggunakan computer. Dalam
hal ini pengolahan data memberikan kode pada semua variabel, kemudian mencoba
menentukan tempatnya di dalam coding sheet (coding form), dalam kolom beberapa
baris ke berapa. Apabila akan dilanjutkan, sampai kepada petunjuk penempatan
setiap variabel pada kartu kolom (punc cord).
Contoh
pedoman pengkodean untuk penelitian tentang buku catatan murid adalah sebagai
berikut :
X1. Kepandaian Murid
Pandai
1.= nilai rata-rata (kolom 02)
Pandai
2.= nilai bahasa Indonesia (kolom 03)
Pandai
3.= frekuensi tidak naik kelas
X2.
Latar belakang orang tua
Pendidikan
orng tua = pendidikan orang tua (kolom 06 + 07)
Pekerjaan
orang tua = pekerjaan orang tua (kolom 07 +08)
Dukungan
= pemberian buku dengan segera (kolom 09)
X3. Kepedulian guru
terhadap catatan
X4. Kepedulian orang tua trhadap catatan
3. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian.
Maksud rumusan yang dikemukakan dalam bagian bab ini
adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus-rumus atau
aturan-aturan yang ada, sesuai dengan pendekatan penelitian atau desain yang
diambil. Untuk mempermudah cara mengikuti uraian pengolahan data, akan
disajikan dengan sistematika yang te;lah disajikan dengan sistematika yang telah
dikemukakan dalam bab sebelumnya, mengenai jenis-jenis permasalahan.Sebagai
tambahan penjelasan, yang dimaksud dengan cara yang dterapkan dalam perhitungan
adalah data yang disesuaikan dengan jenis data yakni diskrit, ordinal,
interval, dan ratio.
Bagi peneliti yang menyukai statistik, bab ini menyajikan
barbagai rumus yang dapat digunakan untuk mengolah data. Apabila peneliti
berkeinginan untuk menggunalan jasa computer, dan tinggalmenunggu hasilnya.
namun meskipun eneliti harus tetap mencermati rumus-rumus yang disajikan,
sehunga apabila akan maju tidak ragu-ragu.
4. Analisis data penelitian deskriptif
Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian
korelasional, komparatif , atay eksperimen diolah dengan menggunakan
rumus-rumus statistik yang sudah disediakan ,baik secara menual maupun
menggunakan jasa computer. Apapun jenis penelitianya, riset deskriptif yang
bersifat eksploratif caranya dapat sama saja karena data yang diperoleh
wujudnya sama. Yang berbeda adalah cara menginterpretasikan data dan mengambil
kesimpulan. Apabila datanya telah terkumpul, maka diklasifikasikan menjadi dua
kelompok data, yaitu data kuantitatif (angka-angka) dan kualitatif (kata-kata
atau simbol).
E. MENGINTERPRETASIKAN HASIL ANALISIS DATA
Penafsiran atau interpretasi tidak lain dari pencarian
pengertian yang lebih luas tentang penemuan-penemuan. Penafsiran data tidak
dapat dipisahkan dari analisis, sehingga sebenarnya penafsiran merupakan aspek
tertentu dari analisis, dan bukan merupakan bagian dari analisis.
Berikut ini beberapa pengertian penafsiran data, menurut
Moh. Nazir (2005) :
1)
Penafsiran adalah penjelasan yang terperinci tentang arti
yang sebenarnya dari materi yang dipaparkan.
Data
yang telah dalam bentuk tabel, misalnya, perlu diberikan penjelasan yang
terperinci dengan cara :
v untuk menegakkan
keseimbangan suatu penelitian, dalam pengertian menghubungkan hasil suatu
penelitan dengan penemuan penelitian lainnya.
v untuk membuat atau
menghasilkan suatu konsep yang bersifat menerangkan atau menjelaskan.
Misalnya,
suatu penelitian tentang efektivitas beberapa jenis pupuk di suatu lapangan
percobaan telah dilakukan di Aceh. Penafsiran diberikan terhaddap data
percobaan tersebut dengan cara membandingkannya dengan performance dari jenis pupuk di tempat lain. Bagaimana pengaruh
pupuk tersebut djika perlakuan diadakan di dataran tinggi di luar Aceh?
Bagaimana penemuan tentang pupuk tersebut di daerah tropis lainnya? Mengapa
berbeda denagn hasil penelitian di Filipina misalnya, dengan penelitian di Jawa
Timur dan sebagainya.
2)
Penafsiran dapat menghubungkan suatu penemuan studi
exsploratif menjadi suatu hipotesis untuk suatu percobaan yang lebih teliti
lainnya.
Misalnya,
seorang peneliti sedang mempelajari sikap dari para transmigran yang berasal
dari Jawa Timur, Bali terhadap penduduk setempat di Aceh, maka dari data
penelitian di Aceh perlu dibuat penafsiran untuk menyajikan kesinambungan
penemuan tentang pengaruh pergaulan pribadi antara anggota transmigran dari
kelompok sosial yang berbeda tersebut di daerah lain, misalnya di Sulawesi
dengan penemuan di Aceh.
3) Penafsiran
berkehendak untuk membangun suatu konsep yang bersifat menjelaskan (exsplanatory concept)
Misalnya,
dalam penelitian mengenai transmigran di Aceh seperti tersebut di atas,
peneliti ingin mengadakan deduksi tentang proses dimana hubungan pribadi
mempengaruhi sikap transmigran di Aceh. Data memperlihatkan bahwa para
transmigran yang berintegrasi lebih erat dengan orang-orang Aceh memperlihatkan
sikap yang lebih baik, atau memperlihatkan sikap yang besar. Peneliti harus
membuat penafsiran dari hubungan di atas dengan mengadakan deduksi terhadap
proses yang menyebabkan terjadinya hubungan pribadi telah mempengaruhi sikap
transmigran. Jika analisis, misalnya memperlihatkan bahwa perbedaan sikap
terhadap para tranmigran yang telah lebih dahulu mempunyai pengalaman dengan
orang Aceh atau yang pernah membaca buku-buku tentang Aceh peneliti dapat
menafsirkan bahwa pergaulan mengubah sikap dengan menghilangkan atau
menghapuskan stereotipe.
Untuk
itu, penafsiran data sangat penting kedudukannya dalam proses analisis data
penelitian karena kualitas analisis dari suatu peneliti sangat tergantung dari
kualitas penafsiran yang diturunkan oleh peneliti terhadap data.
Stringer (dalam Sukmadinata, 2009) mengemukakan beberapa
teknik menginterpretasikan hasil analisis data kualitatif.
1)
Memperluas analisis dengan mengajukan pertanyaan. Hasil
analisis mungkin masih miskin dengan makna, dengan pengajuan beberapa
pertanyaan hasil tesebut bisa dilihat maknanya. Pertanyaan dapat berkenaan
dengan hubungan atau perbedaan antara hasil analisis, penyebab, aplikasi dan
implikasi dari hasil analisis.
2)
Hubungan temuan dengan pengalaman pribadi. Penelitian
tindakan sangat erat kaitanya dengan pribadi peneliti. Temuan hasil analisis
bisa dihubungkan engan pengalaman-pengalaman pribadi peneliti yang cukup kaya.
3)
Minat nasihat dari teman yang kritis. Bila mengalami
kesulitan dalam menginterpretasikan hasil analisis, mintalah pandangan kepada
teman yang seprofesi dan memiliki pandangan yang kritis.
4)
Hubungkan hasil-hasil analisis dengan literatur. Factor
eksternal yang mempunyai kekuatan dalam memberikan interpretasi selain teman,
atau kalau mungkin ahli adalah literature. Apakah makna dari temuan penelitian
menurut pandangan para ahli, para peneliti dalam berbagai literature.
5)
Kembalikan pada teori. Cara lain utuk menginterpretasikan
hasil dari analisis data adalah hubungkan atau tinjaulah dari teori yang
relevan dengan permasalahan yang dihadapi.
BAB
III
PENUTUP
KESIMPULAN
Analisis data merupakan proses
mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan
uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja
seperti yang didasarkan oleh data.
Dalam
rangka analisis dan interpretasi data, perlu dipahami tentang keberadaan data
itu sendiri. Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua
jenis, yaitu : data bermuatan kualitatif dan data bermuatan kuantitatif
Teknik analisis data kualitatif dilakukan dari sebelum
penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian yang meliputi analisis
sebelum di lapangan, teknik analisis selama di lapangan model Miles dan
Huberman dan teknik analisis data menurut Spradley.
Secara garis besar, analisis data meliputi 3 langkah,
yaitu : Persiapan, tabulasi, penerapan data sesuai dengam pendekatan
penelitian. Penafsiran data sangat penting kedudukannya dalam proses analisis
data penelitian karena kualitas analisis dari suatu peneliti sangat tergantung
dari kualitas penafsiran yang diturunkan oleh peneliti terhadap data.
DAFTAR PUSTAKA
Ali,
Mohammad. 1992. Strategi Penelitian
Pendidikan. Bandung: Angkasa
Arikunto,
Suhaisimi. 2006. Prosedur Penelitian.
Jakarta: Rineka Cipta
Moleong,
Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian
Kualitatif. Bandung: Rosda
Nazir,
Moh. 2005. Metode Penelitian. Bogor:
Ghalia Indonesia
Sarwono,
Jonathan. 2006. Metode Penelitian
Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu
Sugiyono.
1999. Metode Penelitian Bisnis.
Bandung: Alfabeta
----------- .2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Suprayogo,
Imam. 2001. Metodologi Penelitian
Sosial-Agama. Bandung: Rosda
Sukmadinata,
Nana Syaodih. 2009. Metodologi Penelitian
Pendidikan. Bandung: Rosda

Tidak ada komentar:
Posting Komentar