https://soundcloud.com/alfian-chryz/vroom-vroom

Sabtu, 15 Oktober 2016

PENGERTIAN ANALISIS DATA MENURUT PARA AHLI


DOSEN PENGAMPU
Prof. Dr. Hj. Juairiah, M.Pd
Dr. Ridha Fadillah, M. Ed
MATA KULIAH
Metodologi Penelitian Pendidikan

PENGERTIAN ANALISIS DATA
MENURUT PARA AHLI

OLEH
NORA SUNARYO PUTRI
1502521458




INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
                 BANJARMASIN
2015



KATA PENGANTAR
بسم الله الرحمن الرحيم
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca pada mata kuliah Metodologi Penelitian pendidikan. Makalah ini disajikan dalam rangka memenuhi tugas setruktur mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan yang diasuh oleh Ibu Prof. Dr. Hj. Juairiah, M.Pd dan Bapak Dr. Ridha Fadillah,M.Ed dengan judul “Pengertian Analisis Data Menurut Para Ahli “.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki masih sangat kurang. Oleh kerena itu saya  harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Banjarmasin,  Nopember  2015

Penyusun




DAFTAR ISI

HALAMAN
HALAMAN COVER ........................................................................................    i
KATA PENGANTAR .......................................................................................    ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................    iii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................    1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian analisis data menurut para ahli...............................................    2
B.     Jenis-jenis analisis data............................................................................    3
C.     Proses analisis data kualitatif...................................................................    4
D.    Langkah – langkah analisis data………………………………………..    6
E.     Menginterprestasikan hasil analisis data ……………………………….    9
BAB III PENUTUP
       Simpulan ......................................................................................................    12
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG
Penelitian merupakan kegiatan yang terencana untuk mencari jawaban yang obyektif atas permasalahan manusia melalui prosedur ilmiah. Untuk itu didalam suatu penelitian dibutuhkan suatu proses analisis data yang berguna untuk menganalisis data-data yang telah terkumpul. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari berbagai catatan di lapangan, gambar, foto, dokumen, laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif oleh karena itu, analisis data  merupakan bagian yang amat penting karena dengan analisislah suatu data dapat diberi arti dan makna yang berguna untuk  masalah penelitian. Data yang telah dikumpulkan oleh peneliti tidak akan ada gunanya apabila tidak dianalisis terlebih dahulu.
Dalam proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan sebagainya.









BAB II
PEMBAHASAN
A.        PENGERTIAN ANALISIS DATA MENURUT PARA AHLI.
Kata analysis berasal dari bahasa Greek (Yunani), terdiri dari kata “ana” dan “lysis“. Ana artinya atas (above), lysis artinya memecahkan atau menghancurkan. Secara difinitif ialah: ”Analysis is a process of resolving data into its constituent components to reveal its characteristic elements and structure” Ian Dey (1995: 30). Agar data bisa dianalis maka data tersebut harus dipecah dahulu menjadi bagian-bagian kecil (menurut element atau struktur), kemudian mengaduknya bersama untuk memperoleh pemahaman yang baru.
Seperti dinyatakan oleh Milles and Huberman (1984), bahwa ” The most serious and central difficulty in the use of qualitative data is that methods of analysis are not well formulate”. Yang paling serius dan sulit dalam analisis data kualitatif adalah karena, metode analisis belum dirumuskan dengan baik. Selanjutnya Susan Stainback menyatakan :” There are no guidelines in qualitative research for determining how much data and data analysis are nacessary to support and assertion, conclusion, or theory”.Belum ada panduan dalam penelitian kualitatif untuk menentukan berapa banyak data dan analisis yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan atau teori.
Selanjutnya Nasution menyatakan bahwa: ” Melakukan analisis adalah pekerjaan yang sulit, memerlukan kerja keras. Analisis memerlukan daya kreatif serta kemampuan intelektual yang tinggi. Tidak ada cara tertentu yang dapat diikuti untuk mengadakan analisis, sehingga setiap penelitian harus mencari sendiri metode yang dirasakan cocok dengan sifat penelitiannya. Bahan yang sama bisa diklasifikasikan lain oleh penelitian yang berbeda”.
Analisis data, menurut Patton (1980:268), adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.
Spradley (1980) menyatakan bahwa ”analysis of any kind involve a way of thinking. It refers to sstematic examination of something to the whole. Analysis is a searchfor patterns” analisis dalam penelitian jenis apapun,  adalah merupakan cara berpikir. Hal itu berkaitan dengan menguji secara sistematis terhadap sesuatu untuk menentukan bagian, hubungan antar bagian, dan hubungannya dengan keseluruhan. Analisis adalah untuk mencari pola.
Dalam analisis data kualitatif Bogdan menyatakan bahwa: ” Data analysis is the proses of systematically searching and arranging the interview transcripts, fieldnotes, and other materials that you accumulate to increase your own understanding of them and to enable you to present what you have discovered to others” analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.
Berdasarkan hal tersebut diatas dapat dikemukakan di sini bahwa, analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri endiri maupun orang lain.

B.     JENIS-JENIS ANALISIS DATA
Analisis data merupakan salah satu langkah penting dalam rangka memperoleh temuan-temuan hasil penelitian. Hal ini disebabkan, data akan menuntun kita ke arah temuan ilmiah, bila dianalisis dengan teknik-teknik yang tepat. Data yang belum dianalisis masih merupakan data mentah. Dalam kegiatan penelitian, data mentah akan memberi arti, bila dianalisis dan ditafsirkan.
Dalam rangka analisis dan interpretasi data, perlu dipahami tentang keberadaan data itu sendiri. Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu :
1.      Data bermuatan kualitatif
                        Data bermuatan kualitatif disebut juga dengan data lunak. Data semacam ini diperoleh melalui penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, atau penilaian kualitatif. Keberadaan data bermuatan kualitatif adalah catatan lapangan yang berupa catatan atau rekaman kata-kata, kalimat, atau paragraf yang diperoleh dari wawancara menggunakan pertanyaan terbuka, observasi partisipatoris, atau pemaknaan peneliti terhadap dokumen atau peninggalan. Untuk memperoleh arti dari data semacam ini melalui interpretasi data, digunakan teknik analisis data kualitatif, seperti yang telah diuraikan.
2.      Data bermuatan kuantitatif
Keberadaan data bermuatan kuantitatif adalah angka-angka (kuantitas), baik diperoleh dari jumlah suatu penggabungan ataupun pengukuran. Data bermuatan kuantitatif yang diperoleh dari jumlah suatu penggabungan selalu menggunakan bilangan cacah. Contoh data seperti ini adalah angka-angka hasil sensus, angka-angka hasil tabulasi terhadap jawaban terhadap angket atau wawancara terstruktur. Adapun data bermuatan kuantitatif hasil pengukuran adalah skor-skor yang diperoleh melalui pengukuran, seperti skor tes prestasi belajar, skor skala motivasi, skor timbangan, dan semacamnya.

C.    PROSES ANALISIS DATA KUALITATIF
2.             Proses Analisis data kualitatif
Analisis data kualitatif dilakukan dari sebelum penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian.
a.    Analisis sebelum di lapangan
            Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan. Focus penelitian ini masih bersifat sementara dan berkembang setelah memasuki dan selama di lapangan.
b.   Analisis selama di lapangan model Miles dan Huberman
                 Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Analisis data ini dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas hingga datanya sudah jenuh.
Analisis data dilakukan melalui 3 tahap, yaitu :
1)   Data Reduction (Reduksi Data)
Reduksi data berarti merangkum, memilih hal yang pokok, memfokuskan pada hal yang penting, dicari pola dan temanya.
Misal pada bidang pendidikan, setelah peneliti memasuki setting sekolah sebagai tempat penelitian, maka dalam meraduksi data peneliti akan memfokuskan pada murid yang memiliki kecerdasan tinggi dengan mengkatagorikan pada aspek gaya belajar, perilaku social, interaksi dengan keluarga dan lingkungan, dan prilaku didalam maupun luar kelas.
2)   Data Display (penyajian data)
Data display berarti mendisplay data yaitu menyajikan data dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar katagori, dsb. Dalam hal ini Miles and Huberman (1984) menyatakan ” the most frequent form of display data for qualitative research datain the past has been narrative tex”. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif  adalah dengan teks yang bersifat naratif. Ini dimaksudkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami.

3)   Conclusion Drawing / Verification
Langkah terakhir dari model ini menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal namun juga tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan berkembang setelah peneliti ada di lapangan. Kesimpulan penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum ada yang berupa deskripsi atau gambaran yang sebelumnya belum jelas menjadi jelas dapat berupa hubungan kausal / interaktif dan hipotesis / teori.

c.    Analisis data selama di lapangan model Spradley
Spradley membagi analisis data penelitian kualitatif berdasarkan tahapan dalam penelitian kualitatif.
Tahapan penelitian ini adalah :
1)        Memilih situasi sosial
2)        Melaksanakan observasi partisipan
3)        Mencatat hasil observasi dan wawancara
4)        Melakukan onbservasi deskriptif
5)        Melakukan analisis domain
6)        Melakukan observasi terfokus
7)        Melaksanakan analisis taksonomi
8)        Melakukan observasi terseleksi
9)        Melakukan analisis komponensial
10)    Melakukan analisis tema
11)    Temuan budaya
12)    Menulis laporan penelitian kualitatif

Tahapan dalam analisis data penelitian kualitatif ini berangkat dari luas, memfokus dan meluas lagi. Analisis domain adalah langkah pertama yaitu memperoleh gambaran umum dan menyeluruh dari objek penelitian / situasi social. Analisis taksonomi adalah mencari bagaimana domain yang dipilih itu dijabarkan menjadi rinci. Selanjutnya analisis komponensial adalah mencari perbedaan yang spesifik setiap rincian yang dihasilkan dari analisis taksonomi. Dan terakhir adalah analisis tema, yaitu mencari hubungan anatara domain dan bagaimana hubungannya dengan keseluruhan selanjutnya dirumuskan dalam tema / judul penelitian.

D.        LANGKAH-LANGKAH ANALISIS DATA
Secara garis besar, analisis data meliputi 3 langkah, yaitu :
1.         Persiapan
Kegiatan dalam langkah persiapan ini antara lain :
a.      Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi.
b.     Mengecek kelengkapan data.
c.      Mengecek macam isian data. Jika didalam instrument termuat atau beberapa item yang diisi “tidak tahu” atau isian lain bukan yang dikehendaki peneliti, padahal isian yang diharapkan tersebut merupakan variabel pokok, maka item perlu didrop.
Apa yang dilakukan dalam langkah persiapan ini adalah memilih data sedemikian rupa sehingga data yang terpakai saja yang ditinggal. Langkah persiapan ini dimaksudkan untuk merapikan data agar bersih, rapi dan tinggal mengadakan pengolahan lanjutan atau menganalisis.

2.      Tabulasi
Tabulasi merupakan kegiatan menggambarkan jawaban responden dengan cara tertentu. Tabulasi juga dapat digunakan untuk menciptakan statistik deskriptif variabel-variabel yang diteliti.
G.E.R. Burroughas mengemukakan  klasifikasi analisis data sebagai berikut :
a.                                Tabulasi data (the tabulation of the data).
b.                               Penyimpulan data (the summarizing of the data).
c.                                Analisis data untuk tujuan testing hipotesis.
d.                               Analisis data untuk tujuan data penarikan kesimpulan.
Termasuk kedalam kegiatan tabulasi ini antara lain :
v  Memberikan  skor (scoring)terhadap item-item yang perlu diberi skor.
Misalnya : tes, angket bentuk pilihan ganda, rating scale, dsb.
v  Memberikan kode terhadap item-item yang tidak diberi skor.
Misalnya :
1.                                          Jenis kelamin:
Ø  laki-laki diberi kode 1
Ø  Perempuan diberi kode 0
2.    Tingkat pendidikan:
Ø  Sekolah Dasar diberi kode 1
Ø  Sekolah Menengah Pertama diberi kode 2
Ø  Sekolah Menengah Atas diberi kode 3
Ø  Perguruan Tinggi diberi kode 4
3. Banyaknya penataran yang pernah diikuti dikelompokkan dan diberi kode atas:
1)    Mengikuti lebih dari 10 kali, diberi kode 1
2)    Mengikuti antara 1 s.d. 9 kali, diberi kode 2
3)    Tidak pernah mengikuti penataran diberi kode 0
v  Mengubah jenis data, disesuaikan atau dimodifikasikan dengan teknik analisis yang akan digunakan.yaitu, Memberikan kode (coding) dalam hubungan dengan pengelolaan data jika akan menggunakan computer. Dalam hal ini pengolahan data memberikan kode pada semua variabel, kemudian mencoba menentukan tempatnya di dalam coding sheet (coding form), dalam kolom beberapa baris ke berapa. Apabila akan dilanjutkan, sampai kepada petunjuk penempatan setiap variabel pada kartu kolom (punc cord).  Contoh pedoman pengkodean untuk penelitian tentang buku catatan murid adalah sebagai berikut :
X1. Kepandaian Murid
Pandai 1.= nilai rata-rata (kolom 02)
Pandai 2.= nilai bahasa Indonesia (kolom 03)
Pandai 3.= frekuensi tidak naik kelas
X2. Latar belakang orang tua
Pendidikan orng tua = pendidikan orang tua (kolom 06 + 07)
Pekerjaan orang tua = pekerjaan orang tua (kolom 07 +08)
Dukungan = pemberian buku dengan segera (kolom 09)
X3. Kepedulian guru terhadap catatan
X4. Kepedulian  orang tua trhadap catatan

3.      Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian.
Maksud rumusan yang dikemukakan dalam bagian bab ini adalah pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus-rumus atau aturan-aturan yang ada, sesuai dengan pendekatan penelitian atau desain yang diambil. Untuk mempermudah cara mengikuti uraian pengolahan data, akan disajikan dengan sistematika yang te;lah disajikan dengan sistematika yang telah dikemukakan dalam bab sebelumnya, mengenai jenis-jenis permasalahan.Sebagai tambahan penjelasan, yang dimaksud dengan cara yang dterapkan dalam perhitungan adalah data yang disesuaikan dengan jenis data yakni diskrit, ordinal, interval, dan ratio.
Bagi peneliti yang menyukai statistik, bab ini menyajikan barbagai rumus yang dapat digunakan untuk mengolah data. Apabila peneliti berkeinginan untuk menggunalan jasa computer, dan tinggalmenunggu hasilnya. namun meskipun eneliti harus tetap mencermati rumus-rumus yang disajikan, sehunga apabila akan maju tidak ragu-ragu.
4.  Analisis data penelitian deskriptif
Data kuantitatif yang dikumpulkan dalam penelitian korelasional, komparatif , atay eksperimen diolah dengan menggunakan rumus-rumus statistik yang sudah disediakan ,baik secara menual maupun menggunakan jasa computer. Apapun jenis penelitianya, riset deskriptif yang bersifat eksploratif caranya dapat sama saja karena data yang diperoleh wujudnya sama. Yang berbeda adalah cara menginterpretasikan data dan mengambil kesimpulan. Apabila datanya telah terkumpul, maka diklasifikasikan menjadi dua kelompok data, yaitu data kuantitatif (angka-angka) dan kualitatif (kata-kata atau simbol).

E.     MENGINTERPRETASIKAN HASIL ANALISIS DATA
Penafsiran atau interpretasi tidak lain dari pencarian pengertian yang lebih luas tentang penemuan-penemuan. Penafsiran data tidak dapat dipisahkan dari analisis, sehingga sebenarnya penafsiran merupakan aspek tertentu dari analisis, dan bukan merupakan bagian dari analisis.
Berikut ini beberapa pengertian penafsiran data, menurut Moh. Nazir (2005) :
1)      Penafsiran adalah penjelasan yang terperinci tentang arti yang sebenarnya dari materi yang dipaparkan.
Data yang telah dalam bentuk tabel, misalnya, perlu diberikan penjelasan yang terperinci dengan cara :
v untuk menegakkan keseimbangan suatu penelitian, dalam pengertian menghubungkan hasil suatu penelitan dengan penemuan penelitian lainnya.
v untuk membuat atau menghasilkan suatu konsep yang bersifat menerangkan atau menjelaskan.
Misalnya, suatu penelitian tentang efektivitas beberapa jenis pupuk di suatu lapangan percobaan telah dilakukan di Aceh. Penafsiran diberikan terhaddap data percobaan tersebut dengan cara membandingkannya dengan performance dari jenis pupuk di tempat lain. Bagaimana pengaruh pupuk tersebut djika perlakuan diadakan di dataran tinggi di luar Aceh? Bagaimana penemuan tentang pupuk tersebut di daerah tropis lainnya? Mengapa berbeda denagn hasil penelitian di Filipina misalnya, dengan penelitian di Jawa Timur dan sebagainya.
2)      Penafsiran dapat menghubungkan suatu penemuan studi exsploratif menjadi suatu hipotesis untuk suatu percobaan yang lebih teliti lainnya.
Misalnya, seorang peneliti sedang mempelajari sikap dari para transmigran yang berasal dari Jawa Timur, Bali terhadap penduduk setempat di Aceh, maka dari data penelitian di Aceh perlu dibuat penafsiran untuk menyajikan kesinambungan penemuan tentang pengaruh pergaulan pribadi antara anggota transmigran dari kelompok sosial yang berbeda tersebut di daerah lain, misalnya di Sulawesi dengan penemuan di Aceh.
3)      Penafsiran berkehendak untuk membangun suatu konsep yang bersifat menjelaskan (exsplanatory concept)
Misalnya, dalam penelitian mengenai transmigran di Aceh seperti tersebut di atas, peneliti ingin mengadakan deduksi tentang proses dimana hubungan pribadi mempengaruhi sikap transmigran di Aceh. Data memperlihatkan bahwa para transmigran yang berintegrasi lebih erat dengan orang-orang Aceh memperlihatkan sikap yang lebih baik, atau memperlihatkan sikap yang besar. Peneliti harus membuat penafsiran dari hubungan di atas dengan mengadakan deduksi terhadap proses yang menyebabkan terjadinya hubungan pribadi telah mempengaruhi sikap transmigran. Jika analisis, misalnya memperlihatkan bahwa perbedaan sikap terhadap para tranmigran yang telah lebih dahulu mempunyai pengalaman dengan orang Aceh atau yang pernah membaca buku-buku tentang Aceh peneliti dapat menafsirkan bahwa pergaulan mengubah sikap dengan menghilangkan atau menghapuskan stereotipe.
Untuk itu, penafsiran data sangat penting kedudukannya dalam proses analisis data penelitian karena kualitas analisis dari suatu peneliti sangat tergantung dari kualitas penafsiran yang diturunkan oleh peneliti terhadap data.

Stringer (dalam Sukmadinata, 2009) mengemukakan beberapa teknik menginterpretasikan hasil analisis data kualitatif.
1)   Memperluas analisis dengan mengajukan pertanyaan. Hasil analisis mungkin masih miskin dengan makna, dengan pengajuan beberapa pertanyaan hasil tesebut bisa dilihat maknanya. Pertanyaan dapat berkenaan dengan hubungan atau perbedaan antara hasil analisis, penyebab, aplikasi dan implikasi dari hasil analisis.
2)   Hubungan temuan dengan pengalaman pribadi. Penelitian tindakan sangat erat kaitanya dengan pribadi peneliti. Temuan hasil analisis bisa dihubungkan engan pengalaman-pengalaman pribadi peneliti yang cukup kaya.
3)   Minat nasihat dari teman yang kritis. Bila mengalami kesulitan dalam menginterpretasikan hasil analisis, mintalah pandangan kepada teman yang seprofesi dan memiliki pandangan yang kritis.
4)   Hubungkan hasil-hasil analisis dengan literatur. Factor eksternal yang mempunyai kekuatan dalam memberikan interpretasi selain teman, atau kalau mungkin ahli adalah literature. Apakah makna dari temuan penelitian menurut pandangan para ahli, para peneliti dalam berbagai literature.
5)   Kembalikan pada teori. Cara lain utuk menginterpretasikan hasil dari analisis data adalah hubungkan atau tinjaulah dari teori yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.











BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Analisis data merupakan  proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.
Dalam rangka analisis dan interpretasi data, perlu dipahami tentang keberadaan data itu sendiri. Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu : data bermuatan kualitatif dan data bermuatan kuantitatif
Teknik analisis data kualitatif dilakukan dari sebelum penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian yang meliputi analisis sebelum di lapangan, teknik analisis selama di lapangan model Miles dan Huberman dan teknik analisis data menurut Spradley.
Secara garis besar, analisis data meliputi 3 langkah, yaitu : Persiapan, tabulasi, penerapan data sesuai dengam pendekatan penelitian. Penafsiran data sangat penting kedudukannya dalam proses analisis data penelitian karena kualitas analisis dari suatu peneliti sangat tergantung dari kualitas penafsiran yang diturunkan oleh peneliti terhadap data.











DAFTAR PUSTAKA

Ali, Mohammad. 1992. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa

Arikunto, Suhaisimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda

Nazir, Moh. 2005. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu

Sugiyono. 1999. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta

 ----------- .2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Suprayogo, Imam. 2001. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Bandung: Rosda

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda




 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar