Mata Kuliah : Filsafat Ilmu
Prodi/Konsentrasi : Semua
prodi/konsentrasi
Dosen Pengasuh : Kamrani Buseri bersama Rusydi.
Sifat : take home
Hari dan
Tanggal : Tgl. 8 sd 23 Januari 2016.
Kita telah mempelajari epistemologi
rasionalistik, bayani, positivistik, burhani, fenomonologik, irfani,
heurmeneutik, realisme metafisik dan paragmatisme. Utarakan dengan memakai
matrik ke sembilan epistemologi dimaksud menyangkut:
1. Sarana utama untuk mencapai
kebenaran/sarana untuk memperoleh ilmu;
2. Pangkal tolak/sumber utama;
3. Pendekatan/tata pikir;
4. Hasil/kebenaran yang dicapai;
5. Penerapan pada bidang ilmu;
6. Kelebihan;
7. Kekurangan.
Catatan: Sembilan macam epistemologi masukkan kedalam kolom dan
bentuk-bentuk yang dicari jawabannya (7 bentuk) masukkan ke dalam lajur.
Selamat mengerjakan.
MATRIK JAWABAN:
|
No.
|
Nama Epistemologi:
|
Sarana utama utk mencapai
kebenaran/sarana utk memperoleh ilmu
|
Pangkal tolak/sumber utama
|
Pendekatan/tata pikir
|
Hasil/kebenaran yang dicapai
|
Penerapan pada bidang ilmu
|
Kelebihan
|
Kekurangan
|
|
1
|
Rasionalistik
|
Pada zamannya
orang menghadapi kesimpang siuran metode dan bicara sendiri-sendiri untuk menyebut apa
kebenaran itu, karena itu harus kita ragukan kecuali satu hal yang tidak
boleh diragukan yaitu ragu-ragu itu sendiri
|
paham filsafat yang mengatakan
bahwa akal (reason) adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan
mengetes pengetahuan
|
Empirisme dalam arti modern lahir dari kata emperia = pengalaman yaitu
pada abad 16 yang peletak dasarnya Francis Bacon (1561-1626), seorang
Inggris. Pengetahuan harus diperbaharui dalam cara penemuannya karena berguna bagi manusia. Agama harus
dipisahkan dengan ilmu pengetahuan. Agama bisa dipertahankan bila
dogma-dogmanya tidak masuk akal sehingga persepsi manusia tidak lagi atas
dasar rasio tetapi pasrah.
|
Dengan kata lain manusia kembali kepada dirinya sendiri, menjadi
dasar sumber untuk berpengetahuan yang untuk itu manusia sejak semula telah
memiliki innate ideas (ide-ide
bawaan).
Innate ideas itu sudah
tertanam pada manusia dan apa yang disebut innate ideas adalah pengetahuan manusia berupa substansi, dan yang disebut substansi menurut Descartes adalah
tuhan, jiwa dan raga.
|
Selama ini pengetahuan manusia disesatkan oleh idola yakni sesuatu yang
digambarkan sebagai yang terbaik, idola ada 4 macam.
1.
Idola tribus : manusia menerima dan
menganggap apa yang menjadi pengetahuannya sudah semestinya, sudah dengan
sendirinya.
2.
Idola spicus : yang menganggap bahwa pengetahuan atau kebenaran itu ialah
sepanjang yang ia ketahui saja.
3.
Idola fari : pasar, yaitu
pengetahuan yang merupakan sesuatu yang tersebar dari mulut ke mulut.
4.
Idola theatri : yaitu kebenaran
yang dikomandangkan oleh mereka yang mempunyai otorita
|
Dalam menalar dan menjelaskan
pemahaman-pemahaman yang rumit, kemudian Rasionalisme memberikan kontribusi
pada mereka yang tertarik untuk menggeluti masalah – masalah filosofi.
Rasionalisme berpikir menjelaskan dan menekankan kala budi sebagai karunia
lebih yang dimiliki oleh semua manusia, mampu menyusun sistem-sistem
kefilsafatan yang berasal dari manusia
|
Memahami objek di luar cakupan
rasionalitas sehingga titik kelemahan tersebut mengundang kritikan tajam,
sekaligus memulai permusuhan baru dengan sesama pemikir filsafat yang kurang
setuju dengan sistem-sistem filosofis yang subjektif tersebut,
doktrin-doktrin filsafat rasio cenderung mementingkan subjek daripada objek,
sehingga rasionalisme hanya berpikir yang keluar dari akal budinya saja yang
benar, tanpa memerhatikan objek – objek rasional secara peka
|
|
2
|
Positivistik
|
Dari pemikiran inilah kemudian tahun 1925-an di AS muncul filsafat
pragmatisme.
Mengenai positivistis ini yang tidak baik adalah karena sesuatu yang
dianggap baik dan berguna itu hanya yang konkrit¸ nyata. Sesuatu yang abstrak
menjadi hilang. Hal-hal yang tidak kuantitatif dipandang tidak berguna.
|
sebagai suatu peristiwa yang
benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita
|
Istilah positif untuk pertama diangkat oleh Comte ke filsafat, diberi
arti:
1.
Konkrit dalam arti nyata sebagai
pengertian yang dilawankan dengan pengertian khayal.
2.
Eksak atau pasti sebagai lawan dari
pengertian meragukan.
3.
Tepat, akurat sebagai lawan dari
pengertian kabur.
4.
Bermanfaat sebagai lawan dari
pengertian mubazir.
5.
Sebagai lawan dari pengertian
sehari-hari yang dikenal dengan ”negatif”.
|
Setiap burhani – silogisme
>< setiap silogisme tdk burhani.
Setiap junub pasti mandi, setiap
mandi belum pasti junub lihat realitasnya (positifnya) apa.
Presmis mayor dan minor : manusia
berjiwa, berjiwa mati, maka manusia pasti mati.
|
Positivisme tidak mengakui metafisika, sedangkan materialisme mengakui.
Epistemologi yang diajarkan/mean of investigation:
1.
Observasi. Untuk mengamati fenomena
atau fakta secara indrawi sedemikian rupa sehingga melalui pengamatan orang
dapat membuat anggapan /asumsi dsb.
2.
Percobaan/eksprimentasi dalam arti
atas dasar asumsi orang mengadakan eksprimen sedemikian rupa yang dapat
memperkuat atau menggugurkan asumsi.
Apabila asumsi dapat
diperkuat, maka
3.
Mengadakan perbandingan atau
komparasi antara fakta yag satu dan yang lain. Dan apabila asumsi tadi sekali
lagi diperkuat, itulah yang disebut hukum atau teori yang dapat dipergunakan
untuk meramalkan masa depan.
4.
Namun Comte juga menyadari bahwa
dalam menghadapi masyarakat sebagai objek dimana di dalamnya terdapat
unsur-unsur kehidupan yang sangat kompleks, maka sarananya
5.
Historikal dalam arti
memperbandingkan peristiwa sejarah yang pernah terjadi dan pernah melahirkan
gejala-gejala dalam masyarakat kita.
|
optimisme
tentang masa depan umat manusia adalah terbaik, sebab masa depan dapat ditata
sebelumnya. Adanya optimisme menjadikan manusia selalu berkreasi.
|
Bahayanya
sangat besar yaitu hilangnya nilai-nilai kualitatif, tidak tersentuhnya
nilai-nilai universal/abstrak. Oleh sebab itu nilai-nilai ini menjadi
terlupakan
|
|
3
|
Phenomenologik
|
Fenomenologi menerima kebenaran di
luar empirik indrawi. Oleh sebab itu mereka menerima kebenaran sensual,
kebenaran logik, ethik dan transedental
|
sesuatu yang nampak atau disebut
“gejala”
|
berpusat pada analisis terhadap
gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita. Analisis menunjukkan bahwa
kesadaran itu sungguh-sungguh selalu terarah kepada obyek.
|
Fenomenologi keberan dibuktikan berdasarkan
ditemukannya yang essensial.
|
fenomenologi
lebih merupakan sikap bukan suatu prosedur khusus yang diikuti pemikirannya
(diskusi, induksi, observsi dll). Dalam hubungan ini hubungan langsung dengan
realitas berdasarkan intuisi.
|
Fenomenologi menyadarkan
adanya hal-hal yang tidak pernah dijangkau oleh epistemologi lain.
Fenomenologis menyadarkan keinginan
menempatkan kembali manusia pada hakikatnya. Juga bisa mencari makna dari
peningggalan sejarah dan peninggalan-peninggalan zaman dahulu
|
Hasilnya terlalu amat subjektif karena sulit ditentukan sampai sejauh
mana atau kapankah Aku murni atau Aku transendental telah mampu mencapai
Erlebnis, dan apa ukuran bagi Erlebnis sebagai jaminan bahwa sesuatu yang
maknawi itu bagi seseorang juga bermakna bagi orang lain.
|
|
4
|
Bayani
|
Sumber teks dalam studi Islam
dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni : teks nash (al-Qur`an dan Sunnah Nabi
Muhammad SAW) dan teks non-nash berupa karya para ulama.
|
sumber epistemologi bayani adalah
teks
|
pendekatan dengan cara menganilis
teks
|
Adapun corak berpikir yang
diterapkan dalam ilmu ini cenderung deduktif, yakni mencari (apa) isi dari
teks (analisis content).
|
Dalam aplikasinya, pendekatan
bayani akan memperkaya lilmu fikih dan ushul fikih, lebih-lebih qawaidul
lughahnya.
|
memahami teks sebagai pengetahuan
jadi dan langsung mengaplikasikan tanpa perlu pemikiran
|
Karena otoritas ada pada teks, dan
rasio hanya berfungsi sebagai pengawal teks, sementara sebuah teks belum
tentu diterima oleh golongan lain, maka ketika berhadapan, Nalar Bayani
menghasilkan sikap mental yang dogmatis, defensif dan apologetik, sehingga
dari sikap ini muncul suatu konsep atau sikap, pemahaman dengan semboyan
kurang lebi
|
|
5
|
Burhani
|
Ilmu
al-lisan, yang pertama membicarakan lafz-lafz, kaifiyyah, susunan, dan rangkaiannya
dalam ibarat-ibarat yang dapat digunakan untuk menyampaikan makna, serta cara
merangkainya dalam diri manusia. Tujuannyaadalahuntukmenjagalafz al-dalalah
yang dipahamidanmenetapkanaturan-aturanmengenailafztersebut. dan
Ilmu
al-mantiq, yang membahasmasalahmufradatdansusunan yang
dengannyakitadapatmenyampaikansegalasesuatu yang bersifatinderawidanhubungan
yang tetapdiantarasegalasesuatutersebut, atauapa yang
mungkinuntukmengeluarkangambaran-gambarandanhukum-hukumdarinya.Tujuannyaadalahuntukmenetapkanaturan-aturan
yang digunakanuntukmenentukancarakerjaakal, ataucaramencapaikebenaran yang
mungkindiperolehdarinya.
|
sumber pengetahuan dengan nalar
burhani adalah realitas dan empiris yang berkaitan dengan alam, social, dan
humanities
|
Corak model berpikir yang
digunakan adalah induktif, yakni generalisasi dari hasil-hasil penelitian
empiris.
|
Corak model berpikir yang
digunakan adalah induktif, yakni generalisasi dari hasil-hasil penelitian
empiris.
|
sosiologi (sosiulujiyyah),
antropologi (antrufulujiyyah), kebudayaan (thaqafiyyah) dan sejarah
(tarikhiyyah),
|
Ada kesinambungan historis antara
bangunan pemikiran lama yang baik dengan lahirnya pemikiran keislaman baru
yang lebih memadai dan up to date
|
sering tidak sinkronnya teks dan
realitas.
|
|
6
|
Irfani
|
ta'wil 'irfani terhadap Al-Qur'an
bukan merupakan istinbat, bukan ilham, bukan pula kashf. tetapi ia merupakan
upaya mendekati lafz-lafz Al-qur'an lewat pemikiran yang berasal dari dan
berkaitan dengan warisan 'irfani yang sudah ada sebelum Islam, dengan tujuan
untuk menangkap makna batinnya
|
Ilham/ Intuisi
|
pendekatan pemahaman yang bertumpu
pada instrumen pengalam batin, dhawq, qalb, wijdan, basirah dan intuisi.
Sedangkan metode yang dipergunakan meliputi manhaj kashfi dan manhaj
iktishafi.
|
pengetahuan 'irfani bersifat
subyekyif, namun semua orang dapat merasakan kebenarannya
|
Implikasi dari pengetahuan 'irfani
dalam konteks pemikiran keislaman, adalah mengahmpiri agama-agama pada
tataran substantif dan esensi spiritualitasnya, dan mengembangkannya dengan
penuh kesadaran akan adanya pengalaman keagamaan orang lain (the otherness)
yang berbeda aksidensi dan ekspresinya, namun memiliki substansi dan esensi
yang kurang lebih sama.
|
Di antara keunggulan irfani adalah
bahwa segala pengetahuan yang bersumber dari intuisi-intuisi, musya>hadah,
dan muka>syafah
lebih dekat dengan kebenaran dari pada ilmu-ilmu yang digali dari
argumentasi-argumentasi rasional dan akal.
|
bahwa ia hanya dapat dinikmati
oleh segelintir manusia yang mampu sampai pada taraf pensucian diri yang
tinggi. Di samping itu, irfani sangat subjektif menilai sesuatu karena ia
berdasar pada pengalaman individu manusia
|
|
7
|
Hermeneutik
|
Hermeneutik
sangat erat kaitannya dengan bahasa, berpikir, berbicara, menulis, mengerti, membuat interpretasi dengan bahasa,
bahkan seni yang jelas tidak menggunakan bahasa pun berkomunikasi dengan
seni-seni yang lain juga dengan menggunakan bahasa. Semuanya diapresiasi melalui
bahasa
|
Secara
etimologis kata Hermeneutik berasal dari bahasa Yunani hermeneuein yang
berarti menafsirkan, maka kata benda hermeneia secara harfiah dapat diartikan
sebagai penafsiran atau interpretasi (E Sumaryono, 1999:23).
|
Memang semua ilmu yang termasuk
kedalam ilmu-ilmu kemanusiaan (geisteswissenschaften) atau ilmu-ilmu
kehidupan (life sciences) memerlukan hermeneutik, tidak untuk natural science.
|
Hermeneutika berarti penafisran
terhadap teks, tetapi berbeda dengan ilmu tafsir. Ilmu tafsir memiliki kaedah
nahu-sharf; muhkamat-mutasyabihat; nasakh-mansukh; manthuq-mafhum; mafatih
al-anwar; maqashid al-syari’, asbabal-nuzul,
dll.
|
Secara konkrit hermeneutik dapat
diterapkan pada bidang-bidang ilmu
agama, sejarah, hukum, filsafat, seni lebih-lebih lagi linguistik. Ilmu yang
terkait dengan agama khususnya yang berkenaan dengan kitab
suci, hermeneutik menjadi sangat penting, meskipun hermeneutik yang
dipergunakan dalam menafsirkan Alquran masih ada sebagian ulama yang menolak.
|
dapat menjawab persoalan sekarang
dengan penafsiran kontekstual,
|
subyektif.
|
|
8
|
Realisme Metafisik
|
fakta
konstruktif human pada dataran metaphisik. Untuk menangkap atau mengobservasi
fakta konstruktif tersebut perlu memiliki pandangan human. yaitu: pandangan
yang memahami benar tentang sifat human
|
Realisme
suatu aliran filsafat yang berupaya melihat semua hal sebagaimana aselinya
tanpa idealitas, spekulasi atau idolisasi dan berpijak pada fakta murni. Sementara
istilah metaphisik secara etimologis berasal dari bahasa Latin yang artinya
”sesudah”, ”setelah” atau ”melebihi” menyangkut alam. Jadi, maksudnya dapat
berarti sesuatu yang berbeda di balik alam atau berbagai macam alam.
Belakangan metaphisika mempunyai arti tersendiri, yaitu sebuah ilmu yang
kajiannya bergelut dengan permasalahan metaphisika atau apa yang melampaui
pisik.
|
sesuatu yang
umum, universal dan objektif serta bersipat
intransendental.
|
Disebut
objektif karena kebenarannya bebas (independen) dari subjektivitas
individual. Disebut universal karena bebas dari kasus, tempat dan waktu
|
Eksistensi
untuk modal pemahamannya memerlukan antara lain telaah psikologik, telaah
sosiologik dan keyakinan agama
|
Tidakbergantungpadasegalapengetahuan
|
Menganggapbahwarealitasitutidaksekedarapa yang dapatdilihatsecara
real, tetapirealitasituadalahpemikiranatau ide-ide.
|
|
9
|
Pragmatisme
|
menolak segala intelektualisme dan
absolutisme serta merendahkan logika formal
|
Paragmatisme
berasal dari bahasa Yunani pragma yang berarti tindakan atau
perbuatan. Pragmatisme secara harfiah berarti filsafat atau aliran pemikiran
tentang tindakan, maksudnya yang benar adalah apa saja yang membuktikan
dirinya sebagai sesuatu yang bermanfaat seara praktis, misalnya berbagai
pengalaman pribadi tentang kebenaran mistik, asalkan dapat membawa
kepraktisan dan bermanfaat. Segala sesuatu dapat diterima asalkan bermanfaat
bagi kehidupan.
|
Pragmatisme
disebut juga sebagai aliran yang mengajarkan bahwa yang benar ialah apa yang
membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang
bermanfaat secara praktis. Pegangan pragmatisme adalah logika pengamatan. Ia
bersedia menerima segala sesuatu asal saja membawa akibat praktis, pengalaman-pengalaman
pribadi diterimanya asal bermanfaat
|
Aliran yang
tersebar luas dalam filsafat modern ini merupakan inti filsafat pragmatis dan
menentukan nilai pengetahuan berdasarkan kegunaan praktisnya bukan pengakuan
kebenaran objektif dengan kriterium praktik, tetapi apa yang memenuhi
kepentingan-kepentingan subjektif individu
|
Workability (keberhasilan),
satisfaction (kepuasan), konsekuensi dan result (hasil) adalah kata-kata
kunci dalam konsepsi pragmatisme tentang kebenaran
|
kemunculan pragmatis sebagai
aliran filsafat dalam kehidupan kontemporer, khususnya di Amerika Serikat,
telah membawa kemajuan-kemnjuan yang pesat bagi ilmu pengetahuan maupun
teknologi.
Pragmatisme telah berhasil
mendorong berfikir yag liberal, bebas dan selalu menyangsikan segala yang
ada..
Sesuai dengan coraknya yang
sekuler, pragmatisme tidak mudah percaya pada “kepercayaan yang mapan”.
|
Karena pragmatisme tidak mau
mengakui sesuatu yang bersifat metafisika dan kebenaran absolute (kebenaran
tunggal), hanya mengakui kebenaran apabila terbukti secara alamiah, dan
percaya bahwa duna ini mampu diciptakan oleh manusia sendiri, secara tidak
langsung pragmatisme sudah mengingkari sesuatu yang transcendental (bahwa
Tuhan jauh di luar alam semesta).
Karena yang menjadi kebutuhan
utama dalam filsafat pragmatisme adalah sesuatu yang nyata, praktis, dan
langsung dapat di nikmati hasilnya oleh manusia, maka pragmatisme menciptkan
pola pikir masyarakat yang matrealis.
Untuk mencapai matrealismenya,
manusia mengejarnya dengan berbagai cara, tanpa memperdulikan lagi dirinya
merupakan anggota dari masyarakat sosialnya.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar