https://soundcloud.com/alfian-chryz/vroom-vroom

Jumat, 20 Januari 2017

TELAAH RENCANAAN KERJA JANGKA MENENGAH ( RENCANA STRATEGIS ) DAN ANALISIS SWOT DI SMP SMIP 1946 BANJARMASIN.
http://jurnal.iain-antasari.ac.id/index.php/moe/article/view/347



         DOSEN PENGAMPU
Prof Dr. H. Kamrani Buseri, MA
MATA KULIAH
Kepemimpinan LPI


TELAAH RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RENCANAAN STRATEGIS) DAN ANALISIS SWOT DI SMP SMIP 1946 BANJARMASIN


Diajukan untuk memenuhi Tugas Final Mata Kuliah
KEPEMIMPINAN LPI

OLEH
NORA SUNARYO PUTRI
1502521458




INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BANJARMASIN
2017


 
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.
           
            Segala puji bagi ALLAH SWT sedalam-dalamnya yang telah melimpahkan rahmatnya, bagi semua mahluk didunia. Sehingga kita masih bisa diberi kesempatan untuk menuntut ilmu. Tanpa karunia yang diberikan, mungkin kita semua tidak bisa melaksanakan kewajiban kita yaitu mencari ilmu. Maka sayogjanya kita harus mensyukuri nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada kita. Karena nikmat-nikmat allah itu andaikan kita hitung dengan alat-alat yang serba bertehnologi tidak mungkin bisa menghitungnya.
            Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada rosul kita, yang telah membawa ajaran-ajaran wahyu dari sang pencipta alam semesta, yang wajib kita ta’ati perintahnya dan jauhi semua larangannya sehingga kita nanti mendapatkan syafa’atnya dihari dimana manusia tidak bisa berbuat apa-apa. kecuali meminta pertolongan kepada nya. Yaitu hari qiyamah. Semoga kita semua bisa ditolong rosul kita amin.
            Dalam kesempatan ini penulis  mengucapkan beribu – ribu terimah kasih, kepada pengampu mata kuliah Kepemimpinan LPI beliau adalah bapak Prof Dr. H. Kamrani Buseri, MA karena merekalah kita tahu dan paham bagaimana menjadi guru yang profesional. Dan saya ucapkan terima kasih kepada kepala sekolah SMP SMIP 1946 banjarmasin yaitu ibu Dra. Hj. Rajihah M. Pd.I yang telah bersedia membantu saya menyelesaikan tugas final saya. Sebelum saya mengakhiri saya menyadari bahwa saya masih awam dan banyak kekurangan dalam penulisan  ini, saya mengharap  kritik dan sarannya dari bapak dosen pengampu untuk penyempurnaan penulisan ini. Atas kritik dan sarannya saya ucapkan banyak terimah kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb.
                                                                                                             Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A.                Latar Belakang Masalah
Keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah. Kepala sekolah yang berhasil apabila mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik serta mampu  melaksanakan peranan kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab memimpin sekolah. Keberhasilan kepala Sekolah dalam memimpin organisasi sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah adalah orang  yang menentukan titik pusat  dan irama suatu sekolah.
Kepala sekolah tentunya mempunyai perencanaan yang baik pada suatu kegiatan agar memperoleh kesuksesan. Pada saat ini kepala sekolah SMP SMIP 1946 telah menyusun perancanaan kegiatan, yang tentunya akan banyak peluang untuk menuju kesuksesan. Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri dan ketentuan lain yang menunjang juga telah dibuat sebagai landasan dalam penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM). Karena semua ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan yang baik serta dapat mengetahui kendala yang akan terjadi nantinya sehingga dapat mencari jalan keluar dari segala permasalahan yang ada.

B.                 Landasan Hukum
1.      Undang-Undang Dasar 1945
2.      Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3.      Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
4.      Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
5.      Permen Diknas RI No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
6.      Permen Diknas RI No 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
7.      Permen Diknas RI No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permen Diknas RI No. 22, 23 tahun 2006
8.      Permen Diknas RI No 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan.
9.      Permendiknas RI No. 63 / 2009 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan




























BAB II
PEMBAHASAN

A.                 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
            Lokasi penelitian adalah di SMP SMIP (Sekolah Menengah Islam Pertama) 1946 Banjarmasin yang merupakan sebuah lembaga pendidikan formal yang berada di bawah  naungan Kementerian  Pendidikan  Nasional  dan  Kementerian Agama kota Banjarmasin. Alamat sekolah di jalan Mesjid Jami No.41 RT.02 Kelurahan Surgi Mufti Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin, Kode Pos 70122, Telp. 05114364216.
            SMP SMIP 1946 terakreditasi B pada tahun 2010 dengan nomor SK. DP010664 dikeluarkan tanggal 23 Nopember 2010.[1] Adapun  mengenai  gambaran umum lokasi penelitian dapat dilihat pada uraian di bawah ini :

1.      Sejarah Singkat Berdirinya SMP SMIP 1946
            SMP SMIP 1946 Banjarmasin awal didirikannya pada tahun 1946, tepatnya didirikan secara resmi pada tanggal 15 Oktober 1946 setahun dua bulan setelah kemerdekaan RI diproklamirkan.
            Pendirian SMIP 1946 ini didasari oleh pemikiran para tokoh Islam yang mempunyai gagasan perlunya sebuah lembaga pendidikan Islam yang benar-benar handal, dapat direalisasikan idealistis pendidikan Islam, dan menampung segenap aspirasi masyarakat Islam dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa di alam kemerdekaan[2].
            Gagasan pendiriannya mula-mula dicetuskan oleh Persatuan Guru Sekolah Indonesia (PGSI) yang saat itu dipimpin oleh Khatib Syarbaini Yasir bersama-sama beberapa pemuka masyarakat dan tokoh alim ulama di Kota Banjarmasin, diantaranya : H. Hanafi Gobit, H. Ahmad Amin, H. A. Gazali, H. Busyra Qasim, H. Hasan Mugni Marwan, H. M. Yasin Amin, Abu Bakar Razy, H. Jailani Sahari, H. Djarkasyi, H. Hasan Baseri, H. M. Dahlan, H. Masykur, H. Raden, dll.
PGSI lahir karena situasi obyektif  yang sedang meliputi umat Islam di kala itu terutama di bidang pendidikan keagamaan pada umumnya tidak lagi terbina serta terawat sebagaimana mestinya pada masa pendudukan Jepang dan juga pada zaman Nica. Di samping itu memang kenyataan pula bahwa khususnya di Banjarmasin, bahkan di Kalimantan Selatan pada umumnya, belum ada sebuah sekolah agama atau madrasah yang bertingkat menengah yang selain memberikan pengetahuan agama juga memberikan pengetahuan umum.
Hasrat tersebut, Alhamdulillah segera dapat terwujud, berkat niat dan ikhlas serta kerja keras para pendiri, ditambah lagi oleh sambutan masyarakat yang begitu besar  dan penuh antusias yang  memang   menyadari betapa pentingnya arti lembaga pedidikan yang akan mereka dirikan itu, baik ditinjau dari segi tanggung jawab seorang muslim maupun dari segi perjuangan bangsa yang ingin membebaskan diri dari belenggu penjajahan dikala itu. Maka dengan bermodalkan uang yang berasal dari hasil pasar amal (bazar) yang mereka adakan pada waktu itu berhasillah terkumpul uang sebesar Rp. 3.000,- (tiga ribu rupiah) dari para dermawan penyumbang dan dengan ucapan “BISMILLAH” diresmikanlah berdirinya sebuah sekolah menengah Islam yang mereka beri nama “Sekolah Menengah Islam Pertama” disingkat SMIP  pada tanggal 15 Oktober 1946 bertepatan dengan Tanggal 20 Dzul Qa’dah 1365 H .
Istimewanya, idealistis pendidikan Islam yang dijawantahkan dalam institusi pendidikan menengah tersebut, bukan saja tingkat pengetahuan yang disajikan dalam kurikulumnya cukup tinggi, tetapi juga memadukan antara aspek-aspek pendidikan keagamaan dengan aspek-aspek pendidikan umum. Hal ini ditujukan untuk menyalurkan hasrat dan aspirasi umat Islam agar dapat eksis secara nyata dengan keyakinan keIslaman yang yang mantap dalam menghadapi perkembangan diberbagai bidang pengetahuan dan keterampilan pada umumnya, yang tidak membatasi diri pada pengetahuan agama semata-mata.
Ada beberapa keistimewaan yang perlu dicatat dalam pengembangan SMIP 1946 sehingga mendapat kepercayaan masyarakat Islam dan menjadi model bagi pendirian sekolah sejenis :
a.       SMIP 1946 didirikan dalam rangka merealisasikan misi pendidikan Islam untuk mencapai kesejahteraan hidup didunia dan menuju keridhaan akhirat yang langgeng.
b.      SMIP 1946 didirikan juga dimaksud untuk mengisi kemerdekaan berbangsa dan bernegara, dalam hal ini antara lain untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
c.       SMIP 1946 tidak berpandangan sektarian dalam kehidupan beragama dalam pengembangan sumber daya manusia, SMIP 1946 tidak membeda-bedakan aliran atau golongan yang ada dalam masyarakat Islam.
d.      SMIP 1946 sejak awal didirikan tidak menyajikan kurikulum yang sempit, tetapi kurikulum yang disajikan adalah kurikulum yang memadukan antara aspek-aspek pendidikan keagamaan dan aspek-aspek pendidikan umum yang sangat diperlukan untuk menjawab tantangan kemajuan zaman dalam kehidupan yang selalu bergerak dan berkembang.
            SMIP 1946 dengan kurikulum yang khas, tadinya untuk jenjang pendidikan menengah pertama tidak mendapat kesulitan bagi kelanjutan pendidikan siswa-siswanya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tamatan SMIP 1946 terbuka dapat melanjutkan ke Aliyah, SMA ataupun sekolah yang sederajat, karena kurikulum SMIP 1946 disusun untuk menjawab secara aspiratif terhadap perkembangan pendidikan yang ada.
            Demikianlah SMIP 1946 akhirnya mengalami kenyataan ini, sehingga pada tahun 1978, yang didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 6 Tahun 1975, terdapat dua lembaga pendidikan yang jenjang Sekolah Lanjutan Pertama yaitu Sekolah Tsanawiyah (Mts) yang bernaung dibawah Departemen Pendidikan Agama (DEPAG) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang bernaung dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DEPDIKBUD). Dengan kurikulum yang diatur oleh masing-masing Departemen/Kementerian. Menghadapi kebijakan tersebut, maka Yayasan membagi dua lembaga pendidikan yang ada yaitu SMP dan Sekolah Tsanawiyah yang sekarang dinamai, untuk SMP yaitu SMP “ SMIP 1946 ” Banjarmasin dan yang Tsanawiyah dinamai Madrasah Tsanawiyah Al Islamiyah "SMIP 1946"  Banjarmasin (MTs Al Islamiyah "SMIP 1946" Banjarmasin)
            Sejak berdirinya sekolah ini pada tahun (1946) sampai dengan sekarang (2017), SMP “ SMIP 1946 “ Banjarmasin telah mengalami 9 (Sembilan) periode pergantian kepemimpinan Kepala Sekolah, sebagaimana tercantum dalam tabel berikut ini.
Tabel 4.1.       Periodesasi Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMIP 1946 Banjarmasin
No
Periode
Nama Kepala Sekolah
Masa Jabatan
1
( 1 )
Khatib Syarbani Yasir
1946 -1951
2
( 2 )
H. Hasan Mugni Marwan
1951 – 1958
3
( 3 )
H. Ijab
1958 – 1964
4
( 4 )
H. Syahrani
Pjs
5
( 5 )
Aspan
1964 – 1967
6
( 6 )
H. Abdul Majid Salman
1968 – 1972
7
( 7 )
Abdurrahman
1973 – 1976
8
( 8 )
Aliansyah Ismail
1976 – 1995
9
( 9 )
Dra. Hj. Rajihah
1995 – Sekarang

Sumber : Hasil Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Dengan Kepala Sekolah dan Kepala Tata Usaha SMP SMIP 1946 Tahun 2017
            Suasana lingkungan yang aman dan nyaman memungkinkan kelancaran siswa dan guru dalam proses pembelajaran, ditambah dengan bangunan fisik yang hamper seluruhnya dengan kondisi semi permanen yang didirikan di atas tanah 4.505 m2  serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap.

2.      Visi dan Misi SMP SMIP 1946 Banjarmasin
            Sejak berdirinya Sekolah ini dari tahun ke tahun telah mengalami peningkatan dan perkembangan. Dalam empat tahun terakhir ini dari tahun ajaran 2009/2013 perkembangan  kuantitas dan kualitas siswa mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan menggembirakan, dan diharapkan pada Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) tahun pelajaran 2014/2018 dapat lebih meningkat,  untuk mengimbangi hal tersebut pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah senantiasa mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengacu pada peningkatan mutu sekolah dengan berbagai upaya yang maksimal untuk mewujudkan visi dan misi sekolah
            Adapun visi dan misi SMP SMIP 1946 Banjarmasin sekarang adalah sebagai berikut:

Visi
Terwujudnya sekolah yang Islami, populis dan bermutu.
Indikator :
1.      Sekolah yang mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan.
2.      Sekolah yang memiliki kurikulum nasional.
3.      Guru memiliki kemampuan mengembangkan proses beljar dan belajar mengajar berbasis IT
4.      Sekolah yang mampu bersaing dibidang akademik dan non akademik
5.      Sekolah memiliki kemampuan membentuk jejaring dengan lembaga-lembaga lain
6.      Sekolah mampu melaksanakan sistem manajemen berstandar Nasional
7.      Warga sekolah yang mencintai tanah air.
8.      Warga sekolah memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap kelestarian lingkungan.

Misi Sekolah
1.      Meningkatkan perilaku siswa untuk menerapkan nilai keagamaan dalam kehidupan.
2.      Meningkatan efiensi dan efektifitas program pembelajaran dan bimbingan untuk mewujudkan siswa yang unggul dan berkualitas
3.      Meningkatkan prestasi siswa dalam bidang iptek, olahraga dan seni budaya secara globall.
4.      Meningkatkan kinerja sekolah melalui pengembangan Manajemen Berbasis Sekolah(MBS) dengan dukungan komite sekolah.
5.      Mewujudkan lingkungan bersih, indah dan nyamanbagi warga sekolah dan lingkungan.

3.      Keadaan Guru, Pegawai dan Struktur Organisasi SMP SMIP 1946 Banjarmasin
Sekarang ini tercatat ada 16 orang guru yang tercatat mengajar di SMP SMIP 1946 (termasuk Kepala Sekolah), terdiri dari 2 orang guru berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Guru Tetap dan 14 orang berstatus sebagai guru honorer atau Guru Tetap Yayasan. Selain itu untuk kelancaran program sekolah dalam hal ini ada 1 orang pegawai Tata Usaha (TU) yang di bantu dengan 1 orang tenaga administrasi sebagai karyawan tata usaha dan 1 orang pesuruh.
Untuk lebih jelasnya mengenai data tentang keadaan guru ataupun pegawai di SMP SMIP 1946 Banjarmasin  dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2.       Keadaan Guru SMP SMIP 1946 Banjarmasin Tahun Ajaran 2016/2017
No
Nama / NIP
Ijasah
Jabatan/Mengajar Pada
Ket
1.
Dra. Hj. Rajihah
NIP.196210261989032007
S1
Kepala Sekolah
PNS
2.
H. Seman Hapizi, S Pd
NIP.195806221981101002
S1
Wakil Kepala Sekolah
PNS
3.
Husyaini
S1
Guru
GTY
4.
Khairunnisa, S Ag
S1
Guru, Bendahara
GTY
5.
Rizki Aulia Mz,S.Pd
S1
Guru
GTY
6.
Mariyati, S Ag
S1
Guru
GTY
7.
Inayati Ghazali,S Pd
S1
Guru
GTY
8.
Norhana, S.Pd
S1
Guru
GTY
9.
Dra. Elly Muliyani
S1
Guru
GTY
10.
Mahrita, S Pd
S1
Guru
GTY
11.
Nora Sunaryo Putri S.Pd.I
SI
Guru, TU
GTY
12.
Wartati S.Pd.I
SI
Guru, Pustakawan
GTY
13.
Drs. M. Saukie
S1
Guru
GTY
14.
Lailan Najmi, S.Pd
S1
Guru
GTY
15.
Fitri Jayanti
M. Aliyah
Guru
GTY
16.
M. Zaid Tsabit
M. Aliyah
Guru
PNS
17.
Firdaus Muslim
SMA
Kepala TU
GTY
18.
M. Aini Hasan
SR/SD/1956

Pesuruh

Sumber : Hasil Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Dengan Kepala Tata Usaha SMP SMIP 1946 Tahun 2017
Tabel 4.3.       Keadaan Pegawai Administrasi SMP SMIP 1946 Banjarmasin Tahun Ajaran 2016/2017
NO
Nama / NIP
Pendidikan
Terakhir
Jabatan
Ket
1.
FIRDAUS MUSLIM
MA
KEPALA TU

2.
NORA SUNARYO PUTRI S.Pd.I
SI
STAF TU

3
M. AINI HASAN
SR/SD/1956
PESURUH


Sumber : Dokumentasi Tata Usaha SMP SMIP 1946 Banjarmasin 2017





TABEL 4. 4
STRUKTUR ORGANISASI DI SMP SMIP 1946 BANJARMASIN
TAHUN AJARAN 2016/2017








 

















Sumber : Hasil Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Dengan Kepala Tata Usaha SMP SMIP 1946 Tahun 2017

4.      Keadaan Siswa SMP SMIP 1946 Banjarmasin
Jumlah siswa pada tahun pelajaran 2016/2017 sekarang ini tercatat sebanyak  138 orang, yang terdiri dari  82 orang laki-laki dan  56 orang perempuan, dibagi dalam tiga kelas, yaitu Kelas VII, VIII, IX dan masing-masing kelas 1 ada 1 lokal, Kelas 2  terdapat 3 lokal, yaitu A, B, dan C dan kelas 3 terdapat 2 lokal, yaitu A dan B. Kebanyakan siswa sekolah ini berasal dari Kecamatan Banjarmasin Utara itu sendiri.
Adapun mengenai kegiatan ekstra kulikuler maupun kegiatan organisasi kesiswaan yang di kembangkan para siswa pada SMP SMIP 1946 Banjarmasin diantara adalah : OSIS/ Organisasi Siswa, Pramuka, Komputer, PMR (Palang Merah Remaja), Olah Raga dan Sanggar Kesenian
Untuk lebih jelasnya mengenai data tentang keadaan siswa di SMP SMIP 1946 Banjarmasin dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.5.       Keadaan Siswa SMP SMIP 1946 Banjarmasin Tahun Ajaran 2016/2017
No
Kelas
Siswa
Jumlah
Laki-laki
Perempuan
1.
VII
13
7
20
2.
VIII
33
29
62
3.
IX
36
20
56
Jumlah
82
56
138

Sumber : Hasil Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Dengan  Kepala Tata Usaha SMP SMIP 1946 Tahun 2017
                                                                                                                                                                                                                                                          
5.      Keadaan Sarana dan Prasarana SMP SMIP 1946 Banjarmasin
            Sarana prasarana dan fasilitas sekolah yang dimiliki SMP SMIP 1946 Banjarmasin dapat dikatakan sudah cukup lengkap dan memadai sebagaimana sebuah lembaga pendidikan yang kondusif dan refresentatif.
            Adapun sarana prasarana dan fasilitas yang dimiliki oleh sekolah yang penulis dapatkan melalui observasi di lapangan dan dokumentasi dari pihak sekolah dapat diperoleh data yang antara lain dapat dilihat pada tabel berikut ini.




Tabel 4.6.       Daftar Sarana dan Prasarana yang dimiliki SMP SMIP 1946 Banjarmasin 2017

No.
SARANA/ PRASARANA
YANG ADA
(Tanah dan Bangunan)

JUMLAH
RUANG

LUASNYA
KETERANGAN
(Milik/Sewa/Pinjam/
……………………)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.

Tanah
Ruang Kepala Sekolah
Ruang Guru
Ruang Tata Usaha
Ruang Kelas
Ruang Lab. IPA
Ruang Lab. Bahasa
Ruang Lab. IPS
Ruang Perpustakaan
Ruang Keterampilan
Ruang/ Gudang
Ruang UKS
Mushalla
Sanggar PKG
Catatan: SMP “SMIP 1946” Banjarmasin memohon pembangunan ruang kegiatan belajar
-
1
1
1
8
1
1
-
1
1
-
1
-
-

12.350 m2
13 m2
72 m2
20 m2
314 m2
120 m2
54 m2
-
56  m2
120 m2
-
10,5 m2
-
-

Milik
Sda
Sda
Sda
Sda
Sda
Sda
-
Milik
Milik
-
Sda
-
-

Sumber : Hasil Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Dengan Kepala Tata Usaha SMP SMIP 1946 Tahun 2017



B.     PENYAJIAN DATA
Data yang akan disajikan adalah analisis SWOT di SMP SMIP 1946 Banjarmasin. Data-data yang akan disajikan penulis didapatkan dari hasil wawancara, observasi, dan dokumenter  yang telah dilaksanakan serta diajukan kepada pihak-pihak terkait yang dijadikan sebagai responden dan informan dalam penelitian ini.
Seluruh data yang terkumpul yang penulis dapatkan akan disajikan dalam bentuk deskriptif yaitu dengan mengemukakan data yang diperoleh ke dalam bentuk penjelasan melalui uraian kata sehingga menjadi kalimat yang mudah dipahami.
Untuk lebih memudahkan dalam memahami data yang disajikan, maka penulis membaginya menjadi dua sub bahasan sesuai dengan permasalahan yang diteliti, yaitu perencanaan strategis 5 tahun kedepan serta analisis SWOT, di SMP SMIP 1946 Banjarmasin.

A)    ANALISIS, TUJUAN DAN PROGRAM STRATEGIS SMP SMIP 1946 BANJARMASIN
1.      Analisis
a.                   Analisis Lingkungan Strategis
Era globalisasi yang tak terbendung akan membawa dampak perubahan pada berbagai  bidang kehidupan masyarakat, baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, politik,  keamanan, maupun kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Perkembangan  dan perubahan di berbagai bidang tersebut secara langsung ataupun tidak langsung  akan berpengaruh terhadap perkembangan dunia pendidikan. Pengaruh secara langsung  yang dihadapi dunia pendidikan adalah perubahan sikap masyarakat terhadap dunia  pendidikan. Perhatian masyarakat terhadap dunia pendidikan semakin tinggi.
Masyarakat mempunyai harapan yang besar terhadap pendidikan. Pendidikan diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan zaman dan menghasilkan output yang siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompetitif; sedangkan pengaruh tidak langsung, dunia  pendidikan mau tidak mau harus terus berbenah agar keberadaannya benar-benar  mampu menjawab kebutuhan zaman. Oleh karena itu, berbagai upaya inovasi dan  perubahan baik, dari sisi filosofi maupun manajemen pendidikan harus selalu berubah
dan berkembang selaras dengan paradigma perkembangan ilmu pengetahuan dan  teknologi.
Masyarakat modern dengan berbagai pergeseran corak budaya serta kehidupan sosial ekonomi dan politiknya   menuntut agar pendidikan benar-benar mampu mencetak genarasi yang paripurna, siap bersaing di kancah global.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, mau tidak mau harus diakomodasi oleh lembaga pendidikan. Sosok sekolah harus mampu mengikuti arus perkembangan tersebut dan untuk selanjutnya mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk membentuk output yang melek teknologi. Pendidikan yang berbasis teknologi adalah jawaban yang tidak bisa ditawar-tawar.
Pada intinya, perubahan pranata sosial, ekonomi, budaya, dan ilmu pengetahuan serta teknologi harus senantiasa terakses dan terwadahi dalam rangka menentukan arah kebijakan pendidikan. Dengan demikian, pendidikan di Indonesia akan semakin berkualitas dan berdaya saing tinggi.

b.                  Analisis Pendidikan Masa Datang
Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, misalnya pengembangan kurikulum nasional dan lokal, peningkatan kompetensi guru melalui  pelatihan, pengadaan bahan ajar yang relevan,pengadaan dan perbaikan sarana dan  prasarana pendidikan, serta peningkatan mutu manajemen sekolah. Berbagai produk  perundangan dan kebijakan dalam bidang pendidikan pun sudah dicanangkan, misalnya
pencanangan wajib belajar 9 tahun, Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan 23 Tahun 2006.
Berbagai usaha tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang dapat dilihat dari indikator ketercapaian sebagai berikut.
1.                  Anak usia sekolah, terutama sekolah dasar dan menengah mendapat pelayanan pendidikan yang memadai tanpa membedakan gender, tingkat sosial ekonomi, agama, suku bangsa, dan sebagainya.
2.                  Terpenuhinya standar nasional pendidikan yang mencakup standar isi, standar proses,  standar lulusan, standar pendanaan, standar manajeman, standar sarana prasarana,  standar pendidik dan tenaga kependidikan, dan standar penilaian pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah.

c.       Analisis Pendidikan Masa Sekarang
Salah satu permasalahan pendidikan dewasa ini yang dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang. Menurut Human Development Index (HDI) tahun 2004, pendidikan di Indonesia menduduki peringkat ke-111 dari 147 negara. Bahkan pendidikan di negara kita jauh tertinggal dari negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, bahkan Vietnam.
Rendahnya  kualitas  pendidikan  di  negara  kita  tidak  terlepas  dari  berbagai  faktor  penyebab, di antaranya adalah:
(a)                Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih terpuruk akibat krisis multidimensi yang mendera bangsa Indonesia 10 tahun terakhir,
(b)               Masih rendahnya perhatian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan,
(c)                Masih kurang optimalnya dana yang disalurkan oleh pemerintah melalui APBN untuk sektor pendidikan,
(d)                Letak geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sehingga daya
jangkau/akses pendidikan untuk daerah terpencil masih sangat minim,
(e)                Jumlah penduduk yang besar dengan keragaman budaya, agama, suku, bahasa, dan adat-istiadat.
(f)                Masih belum optimalnya pengelolaan manajemen pendidikan mulai dari
tingkat sekolah sampai tingkat pusat sehingga arah pendidikan kurang jelas dan terfokus dan
(g)               Masih terjadinya ketimpangan mutu dan kondisi yang sangat jauh antara sekolah di kota dengan di daerah-daerah terpencilserta faktor-faktor yang lain.
Dari sisi akses pendidikan, masih banyak bahkan jutaan anak Indonesia yang belum bisa menikmati dan mengenyam pendidikan minimal sampai tingkat menengah. Kondisi ini terjadi lebih disebabkan oleh keterbatasan faktor ekonomi keluarga dan tingginya biaya pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah perkotaan. Kalau kondisi ini tidak tertangani secara serius, kita akan menjadi bangsa yang semakin terpuruk dan tergilas dalam arus global.


2.      TUJUAN JANGKA SATU TAHUN DAN EMPAT TAHUN
Tujuan Jangka Satu Tahun
1)      Angka kelulusan meningkat
2)      Disiplin dalam belajar meningkat
3)      Berkurangnya absensi siswa
4)      Melaksanakan sholat berjamaah
5)      Melaksanakan latihan mukhadarah (ceramah, MC dan tadarus Al-Qur’an
6)      Meningkatkan kegiatan olah raga dan seni
7)      Pemilihan siswa teladan tiap tahun

Tujuan Jangka Empat Tahun
1.      Terwujudnya warga sekolah berprilaku sesuai dengan nilai-nilai dan budaya yang berlaku.
2.      Sekolah mampu melaksanakan Proses Belajar Mengajar berdasarkan kurikulum 2013
3.      Sekolah mampu menyelesaikan akreditasi nasional dengan nilai “A”
4.      Sekolah mampu menghasilkan pembelajaran inovatif, kreatif, variatif,  dan berbasis IT.
5.      Sekolah mampu menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang relevan, dan bertaraf nasional.
6.      Sekolah mampu memberikan pelayanan dan pengembangan ektra kulikuler dalam rangka membentuk dan mengembangkan karakter siswa.
7.      Sekolah mampu menghasilkan pendidikan dan tenaga kependidikan beretos kerja, tangguh, profesional, dan memiliki kompetensi nasional
8.      Sekolah mampu menghasilkan prestasi dibidang akademik dan non akademik yang kompetitif tingkat nasional dan internasional.
9.      Sekolah mampu mengembangkan budaya baca, budaa bersih, budaya taqwa, dan budaya sopan santun.
10.  Sekolah mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, rindang, asri dan bersih sesuai dengan konsep adiwiyata dalam mendukung pencapaian prestasi.

3.      PROGAM STRATEGI DAN STRATEGI PENCAPAIAN
a.       Progam Strategi
1.      Pengembangan dokumen 1,2,dan 3 KTSP.
2.      Supervisi perencanaan dan pelasanaan pembelajaran, MONEVA perencanaan dan pelaksanaan KBM, peningkatan kompetensi pendidik tentang metode-metode dan strategi pembelajaran, optimalisasi Pengelolaan dan pengendalian kegiatan pembelajaran diri.
3.      Pemantapan persiapan UN, kegiatan pembiasaan, pembinaan prestasi, mental, akhlak, penerapan nillai agama, budaya dan norma-norma.
4.      Peningkatan kopetensi tenaga kependidikan, pemenuhan kebutuhan TAS, pemenuhan tenaga tehnisi laboratium dan perpustakaan.
5.      Peningkatan standar sarana ruang kelas, ruang pimpinan, ruang guru, laboratium IPA, laboratium TIK dan multi media, ruang OSIS dan kelengkapan lainnya, pengadaan sarana 7K serta ruang TAS
6.      Penyesuaian VISI, misi, tujuan dan situasi, kondisi dan kebutuhan sekolah, penyusunan pedoman operasional stadar sekolah, peningkatan efektifitas rencana kerja agar memiliki tujuan yang jelas dan perbaikan berkelanjutan. Peningkatan akurasi dan validitas pengumpulan serta pengguna data yang handal dan Valid serta peningkatan efetifitas kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
7.      Peningkatan standar pengeloann keuangan, peningkatan akuntabilitas pelaporan keuangan, penggalian sumber-sumber keuangan yang syah danTidak menyalahi aturan.
8.      Peningkatan efektifitas dan akuntabilitas sistem penilaan dan pelaksaan progam penilaian dan pelaporan hasil belajar siswa.

b.      Strategi Pencapaian
1.      Standar isi dengan cara pengembangan dokumen 1,2 dan 3 KTSP.
2.      Standar  proses dilaksanakan melalui supervisi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran , MONEVA perencannan dan pelaksanaan KBM,  peningkatan kompetensi pendidik tentang metode-metode dan starategi pembelajaran,  optimalisasi pengeloaan dan pengendalian kegiatan pembelajaran, optimalisasi kegiatan layanan konselling, optimalisasi kegiatan pengembangan diri.
3.      Standar kompetensi lulusan dengan cara pemantapan persiapan UN, Kegiatan pembiasaan, pembiaan pretasi, mental, akhlak, penerapan nilai Agama, budaya dan norma-norma.
4.      Standar pendidikan dan tenaga kependidikan dengan cara peningkatanKompetensi tenaga kependidikan, pemenuhan kebutuhan TAS, pemenuhan tenaga tehnisi laboratium dan perpustakaan.
5.      Standar sarana dan prasarana dengan cara peningkatan standar sarana Ruang kelas , ruang pimpinan, ruang guru, laboratium IPA, laboratium TIK dan multi media, ruang OSIS dan kelengkapan lainnya, pengadaan sarana 7K serta ruang TAS.
6.      Standar pengelolaan dengan cara penyesuaian VISI, misi, tujuan dan Situasi, kondisi dan kebutuhan sekolah, peyusunan pedoman, operasional Standar sekolah, peningkatan efektifitas rencana kerja agar memiliki Tujuan yang jelas dan perbaikan  berkelajutan, peningkatan akurasi dan Validitas pengumpulan serta penggunaan data yang handal dan valid serta peningkatan efektifitas kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
7.      Standar pembiayaan dengan cara peningkatan standar pengelolaan ke uangan, peningkatan akuntabilisasi pelaporan keuangan, penggalianSumber-sumber keuangan yang syah dan tidak menyalahi aturan.
9.      Standar penilaian pendidikan dengan cara peningkatan efektifitas dan akuntabilitas sistem penilaan dan pelaksaan progam penilaian dan pelaporan hasil belajar siswa.[3]
c.       Indikator Keberhasilan (Milestone)
Hasil yang diharapkan dalam pengembangan sekolah selama 4 tahun adalah sebagai berikut :
1.      Terealisasinya dokumen 1,2,dan 3 KTSP serta revitalisasi
2.      Terealisasinya proses pembelajaran sesuai dengan aturan yang ada.
3.      Terealisasinya kompetensi lulusan yag baik.
4.      Terealisasinya pendidik dan tenaga kependidikan.
5.      Terealisasinya sarana dan prasarana yang lengkap
6.      Terealisasinya pengelolaan sekolah yang baik.
7.      Terealisasinya pembiyayaan  sekolah yang cukup.
8.      Terealisasinya penilaian pendidikan.[4]

B)                SUPERVISI, MONITORING, DAN  EVALUASI
Program supervisi, monitoring, dan evaluasi yang dilakukan sekolah dalam empat tahun ke depan adalah sebagai berikut.
1.      Mewujudkan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya.
2.      Mewujudkan supervisi klinis pengembangan SKL, Kurikulum, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Proses Pembelajaran, Manajemen Sekolah, Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Penilaian Bertaraf Internasional (membuat instrumen, memvalidasi,  melaksanakan, menganalisis, membuat laporan, tindak lanjutnya)
3.      Mewujudkan supervisi klinis CTL, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kooperatif, Pembelajaran Aktif, dan sebagainya.
4.      Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah secara internal pada setiap  akhir tahun pelajaran dengan tahapan:
a) Menentukan tim,
b) Membuat instrumen,
c) memvalidasi,
d) melaksanakan,
e) menganalisis,
f) membuat laporan, dan
g) tindak lanjutnya.

Rincian Program Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi SMP SMIP 1946 Banjarmasin selama empat tahun  tahun ajaran 2014/2015 sd 2017/2018 adalah sebagai berikut:
No
Program
Tahun Pelaksanaan, Prioritas Program
14/15
15/16
16/17
17/18
1
Pembentukan Tim Pelaksana Supervisi,
Monitoring, danEvaluasi Intern Sekolah
ü   
ü   
ü   
ü   
2
Analisis Kebutuhan dan Pengadaan Instrumen Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi
ü   
ü   
ü   
ü   
3
Pemenuhan Supervisi Klinis Administrasi Sekolah
ü   
ü   
ü   
ü   

a. Kegiatan Pembelajaran
ü   
ü   
ü   
ü   

b.Administrasi Kurikulum
ü   
ü   
ü   
ü   

c. Administrasi Kesiswaan
ü   
ü   
ü   
ü   

d.                                                                      Administrasi Sarana Prasarana
ü   
ü   
ü   
ü   

e. Administrasi Keuangan dan pembiayaan
ü   
ü   
ü   
ü   

f. Administrasi Manajemen Sekolah
ü   
ü   
ü   
ü   

g.Administrasi Ketenagaan (Ditendik)
ü   
ü   
ü   
ü   

h.Administrasi Bimbingan Konseling
ü   
ü   
ü   
ü   
i.  Administrasi Budaya Dan Lingkungan Sekolah
ü   
ü   
ü   
ü   
4
Monitoring Pelaksanaan Program Sekolah
ü   
ü   
ü   
ü   

a. Pemenuhan SKL dan Prestasi Sekolah/ Siswa
ü   
ü   
ü   
ü   

b.Pengembangan Standar Isi
ü   
ü   
ü   
ü   

c. Pengembangan Proses Pembelajaran
ü   
ü   
ü   
ü   

d.                  Pengembangan Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan
ü   
ü   
ü   
ü   

e. Pemenuhan Sarana dan Prasarana
ü   
ü   
ü   
ü   

f. Pemenuhan Standar Pengelolaan/  Manajemen
ü   
ü   
ü   
ü   

g.Pemenuhan Standar Pendanaan  Pendidikan
ü   
ü   
ü   
ü   

h.Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan
ü   
ü   
ü   
ü   

i.  Pengembangan Budaya Sekolah
ü   
ü   
ü   
ü   

j.  Pengembangan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal
ü   
ü   
ü   
ü   
5
Pemenuhan Evaluasi Kinerja Sekolah RSMABI
ü   
ü   
ü   
ü   
6
Pemenuhan Evaluasi Kinerja Pendidik
dan Tenaga Kependidikan
ü   
ü   
ü   
ü   
7
Tindak lanjut hasil supervisi, monitoring, dan evaluasi
ü   
ü   
ü   
ü   

Pelaksanaan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi
1. Internal
a) Kepala sekolah
b) Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah
2. Eksternal
a) Yayasan Pendidikan “SMIP 1946”
b) Komite sekolah
c) Dinas Pendidikan  Kota Banjarmasin
d) Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan

Waktu Pelaksanaan
1. Supervisi dan Monitoring
a. Internal: dilaksanakan setiap dua bulan sekali
b. Eksternal: sesuai jadwal monitoring
2. Evaluasi
a. Internal: dilaksanakan akhir tahun pelajaran
b. Eksternal: sesuai jadwal evaluasi

Sumber Data
1.      Dokumen
2.      Hasil Pengamatan
3.      Hasil Wawancara
4.       Instrumen ME [5]




C)    ANALISIS SWOT SMP SMIP 1946 BANJARMASIN.
            Analisis SWOT (Strengths/Kekuatan, Weaknesses/Kelemahan, Opportunities/Peluang, dan Threats/Ancaman) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka mempersiapkan suatu perencanaan. Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Disebut sistematis karena perencanaan itu dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip tertentu di dalam proses pengambilan keputusan, penggunaan pengetahuan dan teknik/ pendekatan secara ilmiah, serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi.
Perencanaan dilakukan untuk menyusun rangkaian kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya. Untuk menyusun rencana yang dapat direalisasikan dalam kegiatan nyata dan berhasil, diperlukan bebagai pendekatan untuk mengetahui atau memahami sejumlah informasi yang diperlukan, baik aspek internal maupun aspek ekternal. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah analisis ”SWOT” (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).
Pendekatan berupa analisis SWOT merupakan pendekatan yang efektif bagi suatu perencanaan di suatu lembaga/organisasi, hingga perencanaan tersebut terbentuk / dibuat, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan visi misi. Analisa SWOT, visi, misi sebagai sebuah konsep memiliki interaksi yang erat, kesemuanya itu merupakan suatu bagian integral dari sebuah organisasi/lembaga.
Analisis SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats.[6] Analisis SWOT sudah menjadi alat yang umum digunakan dalam perencanaan strategis pendidikan, namun ia tetap merupakan alat yang efektif dalam menempatkan potensi intitusi. SWOT dapat dibagi ke dalam dua elemen, analisis internal yang berkosentrasi pada prestasi institusi itu sendiri, dan analisis lingkungan.
Analisis SWOT adalah satu pekerjaan yang cukup berat karena hanya dengan alternatif-alternatif strategik dapat disusun. Kegagalan menganalisisnya berarti gagal dalam mencari relasi dan titik temu antara faktor-faktor strategik dalam lingkungan internal yang terdapat dalam lingkungan eksternal, sambil mencari hubungannya dengan misi, tujuan, dan sasaran organisasi, juga merupakan kegagalan dalam mempersiapkan suatu keputusan strategik yang baik. Hanya dengan analisis SWOT, keputusan-keputusan strategik yang baik dapat dihasilkan.
Menurut Sharplin dalam Sagala (2007:140) memasukkan analisis SWOT untuk melihat kekuatan melihat kekuatan dan kelemahan di dalam sekolah sekaligus memantau peluang dan tantangan yang dihadapi sekolah. Analisis SWOT adalah salah satu tahap dalam manajemen strategik yang merupakan pendekatan analisis lingkungan. Proses penilaian kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatan secara umum menunjuk pada dunia bisnis sebagai analisis SWOT.[7] Analisis SWOT menyediakan para pengambil keputusan organisiasi akan informasi yang dapat menyiapkan dasar dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Jika keputusan itu diterapkan secara efektif akan memungkinkan sekolah mencapai tujuannya.
Analisis lingkungan adalah studi tentang “kekuatan” dan “kelemahan” sebagai elemen internal, “peluang” dan “ancaman” sebagai elemen eksternal suatu organisasi, masa kini, dan berpotensi diperkirakan akan muncul di masa depan, sebagai data/bahan untuk menetapkan dan menyusun perencanaan strategis organisasi masa depan (Theresia, 2003:118).[8]
Analisis lingkungan terdiri dari dua unsur yaitu analisis lingkungan eksternal dan analisis lingkungan internal (analisis organisasi) berupa potensi internal sekolah. Analisis lingkungan eksternal meliputi identifikasi dan evaluasi aspek-aspek sosial, budaya, politis, ekonomis, dan teknologi serta kecendrungan yang mungkin berpengaruh pada organisasi.
Kecendrungan ini biasanya merupakan sejumlah faktor yang sukar diramalkan atau memiliki derajat ketidakpastian tinggi. Hasil dari analisis lingkungan eksternal adalah sejumlah peluang atau Opportunities yang harus dimanfaatkan oleh organisasi dan ancaman atau Threats yang harus dicegah atau dihindari. Analisis lingkungan internal terdiri dari penentu persepsi yang realistis atas segala kekuatan atau Strengths dan kelemahan atau Weaknesses yang dimiliki organisasi. Suatu organisasi harus mengambil manfaat dari kekuatannya secara optimal dan berusaha untuk mengatasi kelemahannya agar terhindar dari kerugian baik waktu maupun anggaran.
Analisis SWOT dalam penyelenggaraan sekolah dapat membantu pengalokasian sumber daya seperti anggaran, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, fasilitas sekolah, potensi lingkungan, dan sebagainya yang lebih efektif. Analisis SWOT dalam program sekolah dapat dilakukan dengan membuat matrik SWOT. Matrik ini terdiri dari sel-sel daftar kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penyelenggaraan program sekolah. Untuk memperoleh mutu sekolah dapat dilakukan strategi SO (menggunakan kekuatan dan memanfaatkan peluang). Strategi WO (memperbaiki kelemahan dan mengambil manfaat dari peluang). Strategi ST (menggunakan kekuatan dan menghindari ancaman). Strategi WT (mengatasi kelemahan dan menghindari ancaman).
Dalam memperhatikan lingkungan eksternal sekolah ini diperlukan langkah atau upaya mengumpulkan informasi yang relevan dengan cara-cara yang sistematis dan melakukan evaluasi dan analisis dan analisis hasil evaluasi. Sehingga dapat digunakan untuk pertimbangan menentukan kebijakan selanjutnya. Analisis SWOT memungkinkan sekolah mengeksploitasi peluang-peluang masa depan ketika melawan tantangan dan persoalan-persolan, dan melakukan penemuan strategis pada kompetensi dan kekuatan khusus. Keseluruhan proses manajemen strategik secara konseptual menjadi analisis SWOT. Alasannya sebuah SWOT mungkin memberi kesan sebuah perubahan lainnya di dalam misis, tujuan, kebijakan dan strategi sekolah.
Titik Singgung Unsur/Faktor Analisis. Dengan memanfaatkan perencanaan strategik yang efektif, dapat membantu mencari titik kecocokan antara ketiga elemen penting tersebut. Sehubungan dengan itu pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab ialah “apakah visi/misi organisasi telah jelas?”. “Apakah visi/misi itu cocok dengan apa yang diperlukan dan dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terutama konsumen yang dilayani”. Dan, “apakah organisasi telah memiliki sumber daya dan kemampuan yang cukup dan memadai untuk melakukan apa yang dibutuhkan tersebut?. Andaikata tidak, bagaimana menyelesaikannya.
Peluang yang tersedia tidak selamanya dapat mendukung visi/misi yang ada. Apabila terdapat titik singgung, sesungguhnya organisasi sudah dapat menciptakan suatu strategi yang sangat menguntungkan dan memuaskan.
Miles dan Snow dalam Theresia (2003) mengartikan titik singgung sebagai suatu proses, dan suatu pernyataan –yaitu suatu penyelidikan dinamis yang mencoba menyatukan atau memadukan organisasi dengan lingkungannya, dan mengatur sumber daya internal untuk mendukung perpaduan itu. Dalam istilah praktisnya, mekanisme perpaduan yang menjadi basisnya ialah strategi, sedangkan pengaturan internal adalah struktur organisasi dan proses manajemen”.[9] Konsep ini masih bersifat makro karena masih perlu dianalisis lebih jauh, pada titik mana faktor-faktor yang saling menguntungkan dan meringankan itu bertemu satu dengan lain.
Titik singgung di sini hendaknya tidak dipahami dalam artian yang sempit, tetapi dalam pengertian kesesuaian dan kecocokan antara faktor-faktor strategik, yaitu antara faktor eksternal, innternal, dan visi/misi organisasi. Konsep titik singgung ini tidak akan pernah sempurna karena terjadinya perubahan-perubahan yang berfluktuasi dalam lingkungan.
1.      Strengths (Kekuatan)
Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.[10]
Strengths atau kekuatan jika dikaitkan dengan sekolah merupakan sesuatu faktor pendukung sebuah lembaga sekolah dalam mencapat tujuannya, sehingga sekolah mampu bersaing antar lembaga pendidikan lainya.
            Berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumenter penulis dengan Kepala Sekolah, penulis mengajukan pertanyaan apa saja keunggulan yang dimiliki oleh SMP SMIP 1946 dilihat dari segi fisik, seperti Sumber Daya Manusia dan lain-lain.
            Menurut beliau Strengths (Kekuatan) yang dimiliki SMP “SMIP 1946” Banjarmasin saat ini adalah:
a.       Mempunyai letak geografis yang sangat strategis dan lahan yang cukup luas.
b.      Tanah dan gedung milik sendiri
c.       Daya dukung yang sangat positif dari masyarakat sehingga dapat meningkatkan hubungan kerja sama antara sekolah, komite, orang tua siswa dan masyarakat.
d.      Yayasan yang mengayomi
e.       Motivasi guru dan siswa cukup tinggi sehingga mampu mengembangkan metode pembelajaran yang evektif dan disertai dengan penerapan iman dan takwa sehingga siswanya cukup antusias dalam merespon setiap pembelajaran.
f.       Pembiasaan
·         Pada setiap awal pembelajaran membaca al-Quran dan Asmaulhusna.
·          Pada akhir pelajaran dilaksanakan sholat dzuhur bersama secara bergilir setiap tingkatan kelas.
·         Setiap hari Jumat pagi kegiatan Jumsih bagi guru dan siswa selama 30 menit.
·         Setiap pagi lima menit pertama mengkondisikan kebersihan kelas.
g.       Hubungan yang baik antara guru dengan guru ataupun guru dengan siswa sangat kondusif baik dalam kegiatan ektrakurikuler ataupun pembelajaran untuk membentuk kwalitas siswa yang positif
h.      Dalam segi pendekatan, metode yang diajarkan  guru yang bervariasi sehingga guru menggunakan  metode pembelajaran yang bervariasi agar siswa dapat mengembangkan diri sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
i.        Tenaga pengajar atau pendidik yang sudah sarjana dan professional yang mana tingkat pendidikan guru S1 adalah 95 %
j.        Kegiatan pembelajaran ekstrakulikuler yang sangat efektip dengan tenaga operasional yang memadai khususnya bidang olahraga dan kesenian sangat diutamakan untuk  meningkatkan prestasi siswa sesuai dengan bakat, minat dan kreativitas.
k.      Adanya Fasilitas perpustakaan, lapangan olahraga, dan loboratorium yang memadai.

2.      Weakness (Kelemahan)
            Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.[11]
Jika dikaitkan kembali dengan sekolah merupakan kondisi yang menghambat atau kelemahan yang terdapat dalam lembaga sekolah. Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam  lembaga tersebut.
            Pada hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan penulis dengan Kepala Sekolah penulis mengajukan pertanyaan. Apa saja kelemahan yang dimiliki SMP SMIP 1946 dari segi fisik maupun Sumber Daya Manusia yang ada?
            Weakness (Kelemahan) yang dimiliki sekolah adalah :
a.       Rekrutmen guru dan staf yang terkadang tidak sesuai dengan latar belakang pendidik
b.      Keadaan guru sebagian besar masih berstatus honorer.
c.       Masih banyak guru yang belum bisa menggunakan komputer sebagai media pembelajaran.
d.      Penerimaan siswa Baru/pindahan, Peneriman siswa belum dilakukan dengan cara test.
e.       Sarana dan prasarana yang ada tidak dipergunakan secara maksimal oleh guru terutama di perpustakaan dan di loboratorium sehingga kurang kondusif dalam kelengkapan buku dan juga alat praktik  yang dimanfaatkan oleh siswa untuk penunjang pembelajaran.
f.       Gedung sekolah sudah membutuhkan banyak perbaikan seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan juga ruang kantor yang masih kurang memadai oleh sebab itu dilakukan renovasi secara bertahap.
g.      Sebagian siswa yang masuk kemampuan kecerdasannya di bawah standar
h.      Siswa belum terbiasa bertanya, berkonsultasi ataupun berdiskusi masalah pelajaran
i.        Minat belajar siswa masih kurang
j.        Daya saing dan kreatifitas siswa kurang
k.      Nilai hasil Ujian Akhir Nasional masih rendah
l.        Masih kurang disiplin waktu
m.    Kemampuan untuk bersaing rendah
n.      Pembiyaan Orang tua siswa dalam anggaran pembangunan sangat sulit dikarnakan kondisi perekonomian siswanya kebanyakan dibawah rata-rata.
o.      Tidak adanya jamsostek bagi guru – guru terutama Guru Honorer.

3.      Opportunities (Peluang)
            Merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.[12] Misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.
Peluang yang berkembang di SMP SMIP 1946 yaitu kondisi yang terjadi baik itu peluang dari luar sekolah maupun dari dalam sekolah. Penulis melakukan wawancara dan obsevasi dengan Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah, apa saja peluang yang dimiliki sekolah dengan adanya Bantuan Oprasional Sekolah tersebut?
            Opportunities (Peluang) yang dimiliki sekolah :
a.       Adanya kebijakan nasional yang mendorong untuk terus meningkatkan mutu dan wajib belajar 9 tahun yang juga merupakan kebijakan pemerintah menyebabkan adanya bantuan yang menguntungkan siswa dan meringankan beban orang tua siswa contoh bantuan yang diperoleh atau  didapat oleh pihak sekolah adalah: dana Bantuan Oprasional Sekolah atau yang sering kita singkat dengan dana BOS dan dana (Bantuan Siswa Miskin) yang sekarang diganti dengan  KIP (Kartu Indonesia Pintar)
b.      Dukungan pemerintah daerah dalam melengkapi sarana dan prasarana Sekolah dengan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah
c.       Secara bertahap kebutuhan sekolah diperhatikan dan dipenuhi.
d.      Keamanan lingkungan dan rasa memiliki dari masyarakat sekitar terhadap sekolah
e.       Pembangunan dengan tanah yang luas bisa memunjang ke arah yang refrisentatif (tepat).
f.       Sarana dan prasarana merupakan kekuatan yang telah ada agar bisa dipergunakan dan pemanfaatannya yang ada dan harus di kembangkan terus menerus.
g.      Dukungan masyarakat yang ingin menjadikan siswa/siswi kelak menjadi lebih berkwalitas di masyarakat dan ingin setelah lulus dari SMP “SMIP1946” Banjarmasin bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
h.      Mengingat lokasi yang srtrategis menjadi kekuatan dalam perkembangan sekolah dalam perekrutan lulusan SD berpeluang cukup besar
i.        Kesesuaian sarana dan prasarana sekolah dengan tuntutan potensi daerah dan per-kembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) serta IMTAK (Iman Dan Taqwa)
j.        Daya dukung orang tua yang tinggi dan terbukti dengan mendaftarkan anaknya di SMP “SMIP1946” Banjarmasin
Selain itu peluang yang dimiliki sekolah dengan adanya dana bantuan oprasional sekolah yaitu:
a)      Mengoptimalkan kopetensi yang dimiliki oleh tenaga pendidik dan kependidikan
b)      Mengoptimalkan bakat dan kemampuan yang dimiliki siswa
c)      Membina karakter keagamaan yang lebih universal
d)     Memamfaatkan seoptimal mungkin kepercayaan stake  holder (Pemangku Kepentingan) yang ada di lingkungan sekolah.

4.      Threats (Ancaman)
            Merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.[13] Jika berbicara tentang Threats/ancaman yang mana ancaman ini merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu sebuah lembaga/sekolah.
            Berdasarkan wawancara penulis dengan Kepala Sekolah, penulis mengajukan pertanyaan hal apa saja yang menjadi ancaman bagi SMP SMIP 1946 baik dari dalam maupun luar?
            Threats (Ancaman) Merupakan kondisi yang mengancam dari dalam sekolah atau pun dari luar sekolah, ancaman yang ada diantaranya yaitu:
a.       Jarak yang begitu dekat antara lembaga pendidikan yang setingkat dengan SMP dengan banyaknya SMP – SMP yang lebih berkwalitas.
b.      Bersebelahan/berdekatan dengan sekolah swasta (MTSs) yaitu MTSs SMIP 1946 banjarmasin
c.       Letak geografis SMP smip 1946 Banjarmasin yang berada ditengah kota dan   memungkinkan terjadinya gangguan terhadap kelancaran KBM. Gangguan tersebut dapat berupa :
·         Kebisingan yang disebabkan oleh lalu lintas kendaraan bermotor.
·         Kemacetan yang menyebabkan keterlambatan siswa atau guru pada jam pelajaran pertama
·          Tercemarnya udara disekitar lingkungan sekolah.
d.       Persaingan untuk masuk SMA/ Sekolah Menengah Atas yang lebih berkualitas nantinya dan setingkatnya banyak memperoleh persaingan dengan SMP-SMP yang lebih berkwalitas dalam tes masuk SMA Negeri.
e.       Fasilitas sarana dan prasarana yang lebih lengkap yang dimiliki sekolah-sekolah negeri sekitar.
f.       Kemajuan Teknologi Komputer dan Informatika Belum terlalu maksimal karena belum adanya laboraterium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah ini, jadi kemampuan dalam bersaing dengan SMP lainnya yang sudah mempunyai laboraterium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan lebih sulit.
g.      Belum banyak kegiatan yang dipusatkan di SMP “SMIP 1946” Banjarmasin ini
h.      Adanya lingkungan siswa yang kurang baik seperti tawuran, narkoba, dan sebagainya.
i.        Adanya ke tidak pengertian dari orang tua siswa akan kemajuan pendidikan

C.    ANALISIS DATA
            Dari penyajian data diatas, maka dapat dianalisis bahwa permasalahan yang ada di SMP “SMIP1946” Banjarmasin disaat penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan dilihat dari analisis SWOT dapat dijadikan sebagai acuan untuk sekolah untuk terus maju dan menjadi lebih baik, karena dengan adanya analisis SWOT tersebut sekolah dapat melihat apa saja kekuatan yang dimiliki sekolah seperti:
1.      Memiliki letak geoggrafis yang sangat strategis
2.      Daya dukung masyarakat yang positif
3.      Adanya berbagai fasilitas yang dimiliki sekolah
4.      Motivasi dan hubungan yang baik antara guru dan siswa
            Selain itu dengan adanya analisis SWOT tersebut sekolah juga dapat mengetahui apa saja kelemahan yang dimiliki sekolah seperti  rekrumen guru dan staf yang terkadang tidak sesuai dengan latar belakang pendidik, penerimaan murit baru tidak dilakukan dengan cara test, sarana dan prasarana yang ada tidak dipergunaka secara maksimal, gedung sekolah membutuhkan banyak perbaikan, dll.
            Sedangkan peluang yang dimiliki sekolah seperti dukungan dari pihak pemerintah, keamanan lingkungan, dukungan dari masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya  serta lokasi yang sangat strategis dapat dijadikan peluang oleh pihak sekolah untuk  dapat siaga terhadap ancaman yang akan datang  baik dari dalam maupun dari luar sekolah sehingga sekolah sudah siap untuk menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi seperti :
1)      Jarak yang begitu dekat dengan antara lembaga pendidikan yang setingkat dengan SMP dengan banyaknya SMP – SMP yang lebih berkwalitas.
2)      Kemajuan Teknologi Komputer dan Informatika Belum terlalu maksimal karena belum adanya laboraterium Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah ini.
3)      Belum banyak kegiatan yang dipusatkan di SMP “SMIP1946” Banjarmasin ini
4)      Adanya lingkungan siswa yang kurang baik seperti tawuran, narkoba, dan sebagainya.
5)      Adanya ke tidak pengertian dari orang tua siswa akan kemajuan pendidikan
            Dengan segala sesuatu yang telah dijelaskan penulis diatas  diharapkan sekolah juga mampu mengevaluasi suatu masalah yang dimilikinya dan dapat mencari solusi yang tepat untuk segala permasalahn yang dihadapi sekolah.























BAB V
PENUTUP

A.  Simpulan
                Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data tentang Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) maupun analisis SWOT, dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1.      Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) adalah sebuah dokumen perencanaan yang dibuat oleh “sekolah” untuk mengadakan perubahan fisik dan nonfisik sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan sekolah. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) menggambarkan peta perjalanan perubahan sekolah dari suatu kondisi sekarang menuju kondisi yang lebih baik dan lebih menjanjikan dalam kurun waktu 4 tahun ke depan.
2.      Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) menggambarkan sekolah sebagai suatu sistem dan bagian dari suatu sistem yang lebih luas yang berinteraksi secara berkesinambungan, memperoleh masukan dari masyarakat dan memberikan output kepada masyarakat. Sehingga mutu pelayanan sekolah sangat tergantung dari input yang diterimanya dan proses yang dikerjakannya. Oleh karena itu jika pelayanan sekolah ingin ditingkatkan maka input dan proses dalam sekolah itu harus disempurnakan.
3.      Sedangkan dilihat dari analisis SWOT dapat ditarik kesimpulan bahwa, dalam pelaksanaanya ada yang dapat menjadi motivasi terhadap lembaga seperti strengths (kekuatan yang dimiliki lembaga sekolah) serta peluang yang dimiliki sekolah. Akan tetapi disisi lain juga terdapat ancaman atau hambatan serta kelemahan yang perlu diperhatikan dan agar kiranya dengan adanya hal tersebut sekolah dapat lebih meningkatkan kualitasnya ke arah yang semakin lebih baik lagi dengan mengacu kepada peluang yang dimiliki serta kekuatan sekolah sehingga diharapkan sekolah juga mampu mengevaluasi suatu masalah yang dimilikinya dan dapat mencari solusi yang tepat untuk segala permasalahn yang dihadapi sekolah.

B.  Saran-saran
      Berdasarkan simpulan diatas ada beberapa saran yang ingin penulis kemukakan, sebagai berikut :
1.      Disarankan kepada Kementerian Pendidikan dan Budaya Kota Banjarmasin agar lebih memberikan perhatian dan motivasinya sekolah swasta pada umumnya dan kepada SMP SMIP 1946 Banjarmasin pada khususnya, agar diharapkan nantinya kualitas sekolah swasta dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain maupun sekolah Negeri.
2.      Disarankan kepada Kepala Sekolah, agar dalam pelaksanaan manajemen bantuan operasional sekolah agar terus ditingkatkan dan diarahkan kearah yang dapat meningkatkan kualitas sekolah, siswa, dan guru sehingga tujuan pendidikan yang diharapkan akan tercapai dengan maksimal.
3.      Disarankan kepada guru, sebaiknya secara bersama-sama berusaha meningkatkan mutu sekolah dan kualitas sekolah, sehingga dengan adanya hubungan yang erat antara pimpinan dan bawahan, maka akan tercipta sekolah yang baik.
4.      Disarankan kepada masyarakat agar selalu berperan aktif dan ikut serta dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
5.      Disarankan kepada peneliti lain, agar melakukan penelitian terhadap variabel lain yang berkenaan dengan masalah bantuan operasional sekolah atau madrasah. Hal tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia.


















DAFTAR PUSTAKA



Freddy Rangkuti.1998.Analisis Swot Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Ferrel,O.C and D, Harline.2005. Marketing Strategy. South Western: Thomson Corporation.
Guiltinan, Joseph.P. 1994. Strategi dan Program Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga
Hasibuan, M.S.P. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
Listyani, Theresia Tyas. 2003. Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Hutang, dan Pengaruhnya Terhadapa Kepemilikan Saham Isntitusional. Journal Maxi,  Vol.3: H. 118
Miles, R.E., & Snow, C.C., 1978. Organizational Stragy, Structure and Process.New York:Mc. Graw-Hill.
Profil SMP SMIP 1946 tahun 2011
Rajihah, Laporan OJL. 2014, Profesional Development  For  Education Personnel Program, Banjarmasin.
Sagala, Syaiful. 2007. Managemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Surat Keputusan tentang Akreditasi Sekolah
http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT


[1] Surat Keputusan tentang Akreditasi Sekolah hal.1
[2]  Profil SMP SMIP 1946 tahun 2011
[3]  Rajihah, Laporan OJL. Profesional Development  For  Education Personnel Program, Banjarmasin  2014. (tanpa halaman)
[4] Rajihah, Laporan OJL. Profesional Development  For  Education Personnel Program, Banjarmasin  2014. (tanpa halaman)
[5] Rajihah, Laporan OJL. Profesional Development  For  Education Personnel Program, Banjarmasin  2014. (tanpa halaman)
[6]    http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT
[7] Sagala, Syaiful. 2007. Managemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta, H. 140
[8]    Listyani, Theresia Tyas. 2003. Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Hutang, dan Pengaruhnya Terhadapa Kepemilikan Saham Isntitusional. Journal Maxi,  Vol.3: H. 118
[9]  Miles, R.E., & Snow, C.C., 1978. Organizational Stragy, Structure and Process.New York:Mc. Graw-Hill. H. 156
[10]   Hasibuan, M.S.P. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara,  H. 8
[11]  Guiltinan, Joseph.P. 1994. Strategi dan Program Manajemen Pemasaran. Jakarta:
Erlangga
[12]    Freddy Rangkuti.1998.Analisis Swot Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, H. 84
[13]   Ferrel,O.C and D, Harline.2005. Marketing Strategy. South Western: Thomson
Corporation. H. 154


Tidak ada komentar:

Posting Komentar