TELAAH RENCANAAN KERJA JANGKA MENENGAH ( RENCANA STRATEGIS ) DAN ANALISIS SWOT DI SMP SMIP 1946 BANJARMASIN.
http://jurnal.iain-antasari.ac.id/index.php/moe/article/view/347
http://jurnal.iain-antasari.ac.id/index.php/moe/article/view/347
|
DOSEN PENGAMPU
Prof
Dr. H. Kamrani Buseri, MA
|
MATA KULIAH
Kepemimpinan LPI
|
TELAAH
RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RENCANAAN STRATEGIS) DAN ANALISIS SWOT DI SMP
SMIP 1946 BANJARMASIN
Diajukan untuk memenuhi Tugas Final Mata Kuliah
KEPEMIMPINAN LPI
OLEH
NORA SUNARYO PUTRI
1502521458

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
PASCASARJANA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
BANJARMASIN
2017
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr.Wb.
Segala puji bagi ALLAH SWT sedalam-dalamnya yang telah melimpahkan rahmatnya, bagi semua mahluk didunia.
Sehingga kita masih bisa diberi kesempatan untuk menuntut ilmu. Tanpa karunia
yang diberikan, mungkin kita semua tidak bisa melaksanakan kewajiban kita yaitu
mencari ilmu. Maka sayogjanya kita harus mensyukuri nikmat-nikmat yang telah
diberikan kepada kita. Karena nikmat-nikmat allah itu andaikan kita hitung
dengan alat-alat yang serba bertehnologi tidak mungkin bisa menghitungnya.
Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada rosul kita, yang telah membawa ajaran-ajaran
wahyu dari sang pencipta alam semesta, yang wajib kita ta’ati perintahnya dan
jauhi semua larangannya sehingga kita nanti mendapatkan syafa’atnya dihari
dimana manusia tidak bisa berbuat apa-apa. kecuali meminta pertolongan kepada
nya. Yaitu
hari qiyamah. Semoga kita semua bisa ditolong rosul kita amin.
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan
beribu – ribu terimah kasih, kepada pengampu mata kuliah Kepemimpinan LPI beliau
adalah bapak Prof Dr. H. Kamrani Buseri, MA karena merekalah kita tahu dan paham bagaimana
menjadi guru yang profesional. Dan saya ucapkan terima
kasih kepada kepala sekolah SMP SMIP 1946 banjarmasin yaitu ibu Dra. Hj. Rajihah M. Pd.I yang telah bersedia
membantu saya menyelesaikan tugas final saya. Sebelum saya mengakhiri saya menyadari bahwa saya
masih awam dan banyak kekurangan dalam penulisan ini, saya mengharap kritik dan sarannya dari bapak
dosen pengampu untuk penyempurnaan penulisan ini. Atas kritik dan sarannya saya
ucapkan banyak terimah kasih.
Wassalamualaikum
Wr.Wb.
Penyusun
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Keberhasilan
sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah. Kepala sekolah yang berhasil
apabila mereka memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan
unik serta mampu melaksanakan peranan
kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggung jawab memimpin sekolah.
Keberhasilan kepala Sekolah dalam memimpin organisasi sekolah menunjukkan bahwa
kepala sekolah adalah orang yang menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah.
Kepala
sekolah tentunya mempunyai perencanaan yang baik pada suatu kegiatan agar
memperoleh kesuksesan. Pada saat ini kepala sekolah SMP SMIP 1946 telah
menyusun perancanaan kegiatan, yang tentunya akan banyak peluang untuk menuju
kesuksesan. Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri dan ketentuan lain yang
menunjang juga telah dibuat sebagai landasan dalam penyusunan Rencana Kerja
Jangka Menengah (RKJM). Karena semua ini menunjukkan betapa pentingnya
perencanaan yang baik serta dapat mengetahui kendala yang akan terjadi nantinya
sehingga dapat mencari jalan keluar dari segala permasalahan yang ada.
B.
Landasan Hukum
1.
Undang-Undang Dasar
1945
2.
Undang-Undang Nomor
20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3.
Undang-Undang Nomor
14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
4.
Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
5.
Permen Diknas RI
No. 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah
6.
Permen Diknas RI No
23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah
7.
Permen Diknas RI
No. 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permen Diknas RI No. 22, 23 tahun 2006
8.
Permen Diknas RI No
19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan.
9.
Permendiknas RI No.
63 / 2009 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
GAMBARAN
UMUM LOKASI PENELITIAN
Lokasi penelitian adalah di SMP SMIP
(Sekolah Menengah Islam Pertama) 1946 Banjarmasin yang merupakan sebuah lembaga
pendidikan formal yang berada di bawah
naungan Kementerian
Pendidikan Nasional dan
Kementerian Agama kota Banjarmasin. Alamat sekolah di jalan Mesjid Jami
No.41 RT.02 Kelurahan Surgi Mufti Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin,
Kode Pos 70122, Telp. 05114364216.
SMP SMIP 1946 terakreditasi B pada
tahun 2010 dengan nomor SK. DP010664 dikeluarkan tanggal 23 Nopember 2010.[1] Adapun mengenai
gambaran umum lokasi penelitian dapat dilihat pada uraian di bawah ini :
1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP SMIP 1946
SMP SMIP 1946 Banjarmasin awal
didirikannya pada tahun 1946, tepatnya didirikan secara resmi pada tanggal 15
Oktober 1946 setahun dua bulan setelah kemerdekaan RI diproklamirkan.
Pendirian SMIP 1946 ini didasari
oleh pemikiran para tokoh Islam yang mempunyai gagasan perlunya sebuah lembaga
pendidikan Islam yang benar-benar handal, dapat direalisasikan idealistis
pendidikan Islam, dan menampung segenap aspirasi masyarakat Islam dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa di alam kemerdekaan[2].
Gagasan pendiriannya mula-mula
dicetuskan oleh Persatuan Guru Sekolah Indonesia (PGSI) yang
saat itu dipimpin oleh Khatib Syarbaini Yasir bersama-sama beberapa pemuka
masyarakat dan tokoh alim ulama di Kota Banjarmasin, diantaranya : H. Hanafi
Gobit, H. Ahmad Amin, H. A. Gazali, H. Busyra Qasim, H. Hasan Mugni Marwan, H.
M. Yasin Amin, Abu Bakar Razy, H. Jailani Sahari, H. Djarkasyi, H. Hasan
Baseri, H. M. Dahlan, H. Masykur, H. Raden, dll.
PGSI
lahir karena situasi obyektif yang
sedang meliputi umat Islam di kala itu terutama di bidang pendidikan keagamaan
pada umumnya tidak lagi terbina serta terawat sebagaimana mestinya pada masa
pendudukan Jepang dan juga pada zaman Nica. Di samping itu memang kenyataan
pula bahwa khususnya di Banjarmasin, bahkan di Kalimantan Selatan pada umumnya,
belum ada sebuah sekolah agama atau madrasah yang bertingkat menengah yang
selain memberikan pengetahuan agama juga memberikan pengetahuan umum.
Hasrat tersebut, Alhamdulillah segera dapat terwujud,
berkat niat dan ikhlas serta kerja keras para pendiri, ditambah lagi oleh
sambutan masyarakat yang begitu besar
dan penuh antusias yang memang menyadari betapa pentingnya arti lembaga
pedidikan yang akan mereka dirikan itu, baik ditinjau dari segi tanggung jawab
seorang muslim maupun dari segi perjuangan bangsa yang ingin membebaskan diri
dari belenggu penjajahan dikala itu. Maka dengan bermodalkan uang yang berasal
dari hasil pasar amal (bazar) yang mereka adakan pada waktu itu berhasillah
terkumpul uang sebesar Rp. 3.000,- (tiga ribu rupiah) dari para dermawan
penyumbang dan dengan ucapan “BISMILLAH” diresmikanlah berdirinya sebuah
sekolah menengah Islam yang mereka beri nama “Sekolah Menengah Islam Pertama”
disingkat SMIP pada tanggal 15 Oktober
1946 bertepatan dengan Tanggal 20 Dzul Qa’dah 1365 H .
Istimewanya, idealistis pendidikan Islam yang dijawantahkan dalam institusi
pendidikan menengah tersebut, bukan saja tingkat pengetahuan yang disajikan
dalam kurikulumnya cukup tinggi, tetapi juga memadukan antara aspek-aspek
pendidikan keagamaan dengan aspek-aspek pendidikan umum. Hal ini ditujukan
untuk menyalurkan hasrat dan aspirasi umat Islam agar dapat eksis secara nyata
dengan keyakinan keIslaman yang yang mantap dalam menghadapi perkembangan
diberbagai bidang pengetahuan dan keterampilan pada umumnya, yang tidak
membatasi diri pada pengetahuan agama semata-mata.
Ada
beberapa keistimewaan yang perlu dicatat dalam pengembangan SMIP 1946 sehingga
mendapat kepercayaan masyarakat Islam dan menjadi model bagi pendirian sekolah
sejenis :
a. SMIP 1946 didirikan dalam rangka merealisasikan
misi pendidikan Islam untuk mencapai kesejahteraan hidup didunia dan menuju
keridhaan akhirat yang langgeng.
b. SMIP 1946 didirikan juga dimaksud untuk mengisi
kemerdekaan berbangsa dan bernegara, dalam hal ini antara lain untuk
meningkatkan partisipasi masyarakat.
c. SMIP 1946 tidak berpandangan sektarian dalam kehidupan beragama dalam
pengembangan sumber daya manusia, SMIP 1946 tidak membeda-bedakan aliran atau
golongan yang ada dalam masyarakat Islam.
d. SMIP 1946 sejak awal didirikan tidak menyajikan
kurikulum yang sempit, tetapi kurikulum yang disajikan adalah kurikulum yang
memadukan antara aspek-aspek pendidikan keagamaan dan aspek-aspek pendidikan
umum yang sangat diperlukan untuk menjawab tantangan kemajuan zaman dalam
kehidupan yang selalu bergerak dan berkembang.
SMIP 1946 dengan kurikulum yang
khas, tadinya untuk jenjang pendidikan menengah pertama tidak mendapat
kesulitan bagi kelanjutan pendidikan siswa-siswanya ke jenjang pendidikan yang
lebih tinggi. Tamatan SMIP 1946 terbuka dapat melanjutkan ke Aliyah, SMA
ataupun sekolah yang sederajat, karena kurikulum SMIP 1946 disusun untuk
menjawab secara aspiratif terhadap perkembangan pendidikan yang ada.
Demikianlah SMIP 1946 akhirnya
mengalami kenyataan ini, sehingga pada tahun 1978, yang didasarkan pada Surat
Keputusan Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam
Negeri, Nomor 6 Tahun 1975, terdapat dua lembaga pendidikan yang jenjang Sekolah
Lanjutan Pertama yaitu Sekolah Tsanawiyah (Mts) yang bernaung dibawah
Departemen Pendidikan Agama (DEPAG) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang
bernaung dibawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DEPDIKBUD). Dengan kurikulum
yang diatur oleh masing-masing Departemen/Kementerian. Menghadapi kebijakan
tersebut, maka Yayasan membagi dua lembaga pendidikan yang ada yaitu SMP dan
Sekolah Tsanawiyah yang sekarang dinamai, untuk SMP yaitu SMP “ SMIP 1946 ”
Banjarmasin dan yang Tsanawiyah dinamai Madrasah Tsanawiyah Al Islamiyah
"SMIP 1946" Banjarmasin (MTs
Al Islamiyah "SMIP 1946" Banjarmasin)
Sejak berdirinya sekolah ini pada
tahun (1946) sampai dengan sekarang (2017), SMP “ SMIP 1946 “ Banjarmasin telah
mengalami 9 (Sembilan) periode pergantian kepemimpinan Kepala Sekolah,
sebagaimana tercantum dalam tabel berikut ini.
Tabel
4.1. Periodesasi
Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMIP 1946 Banjarmasin
|
No
|
Periode
|
Nama Kepala
Sekolah
|
Masa Jabatan
|
|
1
|
( 1 )
|
Khatib
Syarbani Yasir
|
1946 -1951
|
|
2
|
( 2 )
|
H. Hasan
Mugni Marwan
|
1951 – 1958
|
|
3
|
( 3 )
|
H. Ijab
|
1958 – 1964
|
|
4
|
( 4 )
|
H. Syahrani
|
Pjs
|
|
5
|
( 5 )
|
Aspan
|
1964 – 1967
|
|
6
|
( 6 )
|
H. Abdul
Majid Salman
|
1968 – 1972
|
|
7
|
( 7 )
|
Abdurrahman
|
1973 – 1976
|
|
8
|
( 8 )
|
Aliansyah
Ismail
|
1976 – 1995
|
|
9
|
( 9 )
|
Dra. Hj.
Rajihah
|
1995 –
Sekarang
|
Sumber : Hasil
Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Dengan Kepala Sekolah dan Kepala Tata
Usaha SMP SMIP 1946 Tahun 2017
Suasana lingkungan yang aman dan
nyaman memungkinkan kelancaran siswa dan guru dalam proses pembelajaran,
ditambah dengan bangunan fisik yang hamper seluruhnya dengan kondisi semi
permanen yang didirikan di atas tanah 4.505 m2 serta dilengkapi dengan sarana dan
prasarana yang cukup lengkap.
2. Visi dan Misi SMP SMIP 1946 Banjarmasin
Sejak berdirinya Sekolah ini dari
tahun ke tahun telah mengalami peningkatan dan perkembangan. Dalam empat tahun
terakhir ini dari tahun ajaran 2009/2013 perkembangan kuantitas dan kualitas siswa mengalami
peningkatan yang cukup signifikan dan menggembirakan, dan diharapkan pada Rencana
Kerja Jangka Menengah (RKJM) tahun pelajaran 2014/2018 dapat lebih
meningkat, untuk mengimbangi hal
tersebut pihak sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah senantiasa mengadakan
kegiatan-kegiatan yang mengacu pada peningkatan mutu sekolah dengan berbagai
upaya yang maksimal untuk mewujudkan visi dan misi sekolah
Adapun visi dan misi SMP SMIP 1946
Banjarmasin sekarang adalah sebagai berikut:
Visi
Terwujudnya
sekolah yang Islami, populis dan bermutu.
Indikator :
1. Sekolah yang mampu menerapkan nilai-nilai
keagamaan dalam kehidupan.
2. Sekolah yang memiliki kurikulum nasional.
3. Guru memiliki kemampuan mengembangkan proses
beljar dan belajar mengajar berbasis IT
4. Sekolah yang mampu bersaing dibidang akademik
dan non akademik
5. Sekolah memiliki kemampuan membentuk jejaring
dengan lembaga-lembaga lain
6. Sekolah mampu melaksanakan sistem manajemen
berstandar Nasional
7. Warga sekolah yang mencintai tanah air.
8. Warga sekolah memiliki kepedulian dan kepekaan
terhadap kelestarian lingkungan.
Misi Sekolah
1. Meningkatkan perilaku siswa untuk menerapkan
nilai keagamaan dalam kehidupan.
2. Meningkatan efiensi dan efektifitas program
pembelajaran dan bimbingan untuk mewujudkan siswa yang unggul dan berkualitas
3. Meningkatkan prestasi siswa dalam bidang iptek,
olahraga dan seni budaya secara globall.
4. Meningkatkan kinerja sekolah melalui pengembangan
Manajemen Berbasis Sekolah(MBS) dengan dukungan komite sekolah.
5. Mewujudkan lingkungan bersih, indah dan
nyamanbagi warga sekolah dan lingkungan.
3. Keadaan
Guru, Pegawai dan Struktur Organisasi SMP SMIP 1946 Banjarmasin
Sekarang
ini tercatat ada 16 orang guru yang tercatat mengajar di SMP SMIP 1946
(termasuk Kepala Sekolah), terdiri dari 2 orang guru berstatus sebagai Pegawai
Negeri Sipil (PNS) atau Guru Tetap dan 14 orang berstatus sebagai guru honorer
atau Guru Tetap Yayasan. Selain itu untuk kelancaran program sekolah dalam hal
ini ada 1 orang pegawai Tata Usaha (TU) yang di bantu dengan 1 orang tenaga
administrasi sebagai karyawan tata usaha dan 1 orang pesuruh.
Untuk
lebih jelasnya mengenai data tentang keadaan guru ataupun pegawai di SMP SMIP
1946 Banjarmasin dapat dilihat pada
tabel berikut:
Tabel
4.2. Keadaan Guru SMP SMIP 1946 Banjarmasin Tahun
Ajaran 2016/2017
|
No
|
Nama
/ NIP
|
Ijasah
|
Jabatan/Mengajar
Pada
|
Ket
|
|
1.
|
Dra. Hj.
Rajihah
NIP.196210261989032007
|
S1
|
Kepala
Sekolah
|
PNS
|
|
2.
|
H. Seman Hapizi,
S Pd
NIP.195806221981101002
|
S1
|
Wakil Kepala
Sekolah
|
PNS
|
|
3.
|
Husyaini
|
S1
|
Guru
|
GTY
|
|
4.
|
Khairunnisa,
S Ag
|
S1
|
Guru,
Bendahara
|
GTY
|
|
5.
|
Rizki Aulia
Mz,S.Pd
|
S1
|
Guru
|
GTY
|
|
6.
|
Mariyati, S
Ag
|
S1
|
Guru
|
GTY
|
|
7.
|
Inayati
Ghazali,S Pd
|
S1
|
Guru
|
GTY
|
|
8.
|
Norhana, S.Pd
|
S1
|
Guru
|
GTY
|
|
9.
|
Dra. Elly
Muliyani
|
S1
|
Guru
|
GTY
|
|
10.
|
Mahrita, S Pd
|
S1
|
Guru
|
GTY
|
|
11.
|
Nora Sunaryo
Putri S.Pd.I
|
SI
|
Guru, TU
|
GTY
|
|
12.
|
Wartati
S.Pd.I
|
SI
|
Guru,
Pustakawan
|
GTY
|
|
13.
|
Drs. M.
Saukie
|
S1
|
Guru
|
GTY
|
|
14.
|
Lailan Najmi,
S.Pd
|
S1
|
Guru
|
GTY
|
|
15.
|
Fitri Jayanti
|
M. Aliyah
|
Guru
|
GTY
|
|
16.
|
M. Zaid
Tsabit
|
M. Aliyah
|
Guru
|
PNS
|
|
17.
|
Firdaus
Muslim
|
SMA
|
Kepala TU
|
GTY
|
|
18.
|
M. Aini Hasan
|
SR/SD/1956
|
|
Pesuruh
|
Sumber : Hasil
Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Dengan Kepala Tata Usaha SMP SMIP 1946
Tahun 2017
Tabel
4.3. Keadaan Pegawai Administrasi SMP SMIP 1946
Banjarmasin Tahun Ajaran 2016/2017
|
NO
|
Nama / NIP
|
Pendidikan
Terakhir
|
Jabatan
|
Ket
|
|
1.
|
FIRDAUS
MUSLIM
|
MA
|
KEPALA TU
|
|
|
2.
|
NORA SUNARYO
PUTRI S.Pd.I
|
SI
|
STAF TU
|
|
|
3
|
M. AINI HASAN
|
SR/SD/1956
|
PESURUH
|
|
Sumber : Dokumentasi
Tata Usaha SMP SMIP 1946 Banjarmasin 2017
TABEL 4. 4
STRUKTUR ORGANISASI DI SMP SMIP 1946 BANJARMASIN
TAHUN AJARAN 2016/2017
![]() |
|||
![]() |
|||
Sumber : Hasil
Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Dengan Kepala Tata Usaha SMP SMIP 1946
Tahun 2017
4. Keadaan
Siswa SMP SMIP 1946 Banjarmasin
Jumlah
siswa pada tahun pelajaran 2016/2017 sekarang ini tercatat sebanyak 138 orang, yang terdiri dari 82 orang laki-laki dan 56 orang perempuan, dibagi dalam tiga kelas,
yaitu Kelas VII, VIII, IX dan masing-masing kelas 1 ada 1 lokal, Kelas 2 terdapat 3 lokal, yaitu A, B, dan C dan kelas
3 terdapat 2 lokal, yaitu A dan B. Kebanyakan siswa sekolah ini berasal dari
Kecamatan Banjarmasin Utara itu sendiri.
Adapun
mengenai kegiatan ekstra kulikuler maupun kegiatan organisasi kesiswaan yang di
kembangkan para siswa pada SMP SMIP 1946 Banjarmasin diantara adalah : OSIS/
Organisasi Siswa, Pramuka, Komputer, PMR (Palang Merah Remaja), Olah Raga dan
Sanggar Kesenian
Untuk lebih
jelasnya mengenai data tentang keadaan siswa di SMP SMIP 1946 Banjarmasin dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel
4.5. Keadaan Siswa SMP SMIP 1946 Banjarmasin Tahun
Ajaran 2016/2017
|
No
|
Kelas
|
Siswa
|
Jumlah
|
|
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
|||
|
1.
|
VII
|
13
|
7
|
20
|
|
2.
|
VIII
|
33
|
29
|
62
|
|
3.
|
IX
|
36
|
20
|
56
|
|
Jumlah
|
82
|
56
|
138
|
|
Sumber : Hasil
Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Dengan
Kepala Tata Usaha SMP SMIP 1946 Tahun 2017
5. Keadaan Sarana dan Prasarana SMP SMIP 1946
Banjarmasin
Sarana prasarana dan fasilitas
sekolah yang dimiliki SMP SMIP 1946 Banjarmasin dapat dikatakan sudah cukup
lengkap dan memadai sebagaimana sebuah lembaga pendidikan yang kondusif dan
refresentatif.
Adapun sarana prasarana dan
fasilitas yang dimiliki oleh sekolah yang penulis dapatkan melalui observasi di
lapangan dan dokumentasi dari pihak sekolah dapat diperoleh data yang antara
lain dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel
4.6. Daftar
Sarana dan Prasarana yang dimiliki
SMP SMIP 1946 Banjarmasin 2017
|
No.
|
SARANA/
PRASARANA
YANG ADA
(Tanah dan
Bangunan)
|
JUMLAH
RUANG
|
LUASNYA
|
KETERANGAN
(Milik/Sewa/Pinjam/
……………………)
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
|
Tanah
Ruang Kepala
Sekolah
Ruang Guru
Ruang Tata
Usaha
Ruang Kelas
Ruang Lab.
IPA
Ruang Lab.
Bahasa
Ruang Lab.
IPS
Ruang
Perpustakaan
Ruang
Keterampilan
Ruang/ Gudang
Ruang UKS
Mushalla
Sanggar PKG
Catatan: SMP
“SMIP 1946” Banjarmasin memohon pembangunan ruang kegiatan belajar
|
-
1
1
1
8
1
1
-
1
1
-
1
-
-
|
12.350 m2
13 m2
72 m2
20 m2
314 m2
120 m2
54 m2
-
56 m2
120 m2
-
10,5 m2
-
-
|
Milik
Sda
Sda
Sda
Sda
Sda
Sda
-
Milik
Milik
-
Sda
-
-
|
Sumber : Hasil
Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi Dengan Kepala Tata Usaha SMP SMIP 1946
Tahun 2017
B. PENYAJIAN DATA
Data
yang akan disajikan adalah analisis SWOT di SMP SMIP 1946 Banjarmasin. Data-data
yang akan disajikan penulis didapatkan dari hasil wawancara, observasi, dan
dokumenter yang telah dilaksanakan serta
diajukan kepada pihak-pihak terkait yang dijadikan sebagai responden dan
informan dalam penelitian ini.
Seluruh
data yang terkumpul yang penulis dapatkan akan disajikan dalam bentuk
deskriptif yaitu dengan mengemukakan data yang diperoleh ke dalam bentuk
penjelasan melalui uraian kata sehingga menjadi kalimat yang mudah dipahami.
Untuk
lebih memudahkan dalam memahami data yang disajikan, maka penulis membaginya
menjadi dua sub bahasan sesuai dengan permasalahan yang diteliti, yaitu perencanaan
strategis 5 tahun kedepan serta analisis SWOT, di SMP SMIP 1946 Banjarmasin.
A) ANALISIS, TUJUAN DAN PROGRAM STRATEGIS SMP SMIP
1946 BANJARMASIN
1.
Analisis
a.
Analisis Lingkungan Strategis
Era globalisasi yang tak terbendung akan membawa dampak
perubahan pada berbagai bidang kehidupan masyarakat, baik
dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, politik,
keamanan, maupun kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni. Perkembangan dan perubahan di berbagai bidang tersebut secara
langsung ataupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap perkembangan dunia
pendidikan. Pengaruh secara langsung yang dihadapi dunia pendidikan adalah perubahan
sikap masyarakat terhadap dunia pendidikan. Perhatian masyarakat terhadap dunia
pendidikan semakin tinggi.
Masyarakat mempunyai harapan yang besar terhadap pendidikan. Pendidikan
diharapkan mampu menjawab berbagai
tantangan zaman dan menghasilkan output yang siap menghadapi tantangan zaman
yang semakin kompetitif; sedangkan pengaruh tidak langsung, dunia pendidikan
mau tidak mau harus terus berbenah agar keberadaannya benar-benar mampu menjawab kebutuhan zaman. Oleh karena
itu, berbagai upaya inovasi dan perubahan baik, dari sisi filosofi maupun manajemen
pendidikan harus selalu berubah
dan berkembang selaras dengan paradigma perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
dan berkembang selaras dengan paradigma perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Masyarakat modern dengan berbagai pergeseran corak
budaya serta kehidupan sosial ekonomi dan politiknya
menuntut agar pendidikan benar-benar mampu mencetak genarasi yang paripurna, siap
bersaing di kancah global.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat,
mau tidak mau harus diakomodasi oleh lembaga pendidikan. Sosok sekolah harus
mampu mengikuti arus perkembangan tersebut dan untuk selanjutnya mentransfer
ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk membentuk output yang melek
teknologi. Pendidikan yang berbasis teknologi adalah jawaban yang tidak bisa
ditawar-tawar.
Pada intinya, perubahan pranata sosial, ekonomi, budaya, dan
ilmu pengetahuan serta teknologi harus senantiasa terakses dan terwadahi
dalam rangka menentukan arah kebijakan pendidikan. Dengan demikian, pendidikan
di Indonesia akan semakin berkualitas dan berdaya saing tinggi.
b.
Analisis Pendidikan Masa Datang
Berbagai usaha telah dilakukan
untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, misalnya pengembangan kurikulum nasional dan
lokal, peningkatan kompetensi guru melalui
pelatihan, pengadaan bahan ajar yang relevan,pengadaan
dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan,
serta peningkatan mutu manajemen sekolah. Berbagai produk perundangan
dan kebijakan dalam bidang pendidikan pun sudah dicanangkan, misalnya
pencanangan wajib belajar 9 tahun, Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan 23 Tahun 2006. Berbagai usaha tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang dapat dilihat dari indikator ketercapaian sebagai berikut.
pencanangan wajib belajar 9 tahun, Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan 23 Tahun 2006. Berbagai usaha tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan nasional yang dapat dilihat dari indikator ketercapaian sebagai berikut.
1.
Anak usia sekolah, terutama sekolah dasar dan
menengah mendapat pelayanan pendidikan yang memadai tanpa membedakan
gender, tingkat sosial ekonomi, agama, suku bangsa, dan sebagainya.
2.
Terpenuhinya standar nasional pendidikan yang
mencakup standar isi, standar proses, standar
lulusan, standar pendanaan, standar manajeman, standar sarana prasarana, standar pendidik dan tenaga kependidikan, dan
standar penilaian pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah.
c. Analisis
Pendidikan Masa Sekarang
Salah satu permasalahan pendidikan
dewasa ini yang dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di setiap jenjang.
Menurut Human Development Index (HDI) tahun 2004, pendidikan di Indonesia
menduduki peringkat ke-111 dari 147 negara. Bahkan pendidikan di negara kita jauh tertinggal dari
negara-negara tetangga seperti Malaysia,
Singapura, bahkan Vietnam.
Rendahnya
kualitas pendidikan di
negara kita tidak
terlepas dari berbagai
faktor penyebab, di antaranya adalah:
(a)
Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih terpuruk
akibat krisis multidimensi yang mendera bangsa Indonesia 10 tahun terakhir,
(b)
Masih rendahnya perhatian masyarakat terhadap
pentingnya pendidikan,
(c)
Masih kurang optimalnya dana yang disalurkan oleh pemerintah melalui
APBN untuk sektor pendidikan,
(d)
Letak
geografis Indonesia sebagai negara kepulauan sehingga daya
jangkau/akses pendidikan untuk daerah terpencil masih sangat minim,
jangkau/akses pendidikan untuk daerah terpencil masih sangat minim,
(e)
Jumlah penduduk yang besar dengan keragaman
budaya, agama, suku, bahasa, dan adat-istiadat.
(f)
Masih belum optimalnya pengelolaan manajemen
pendidikan mulai dari
tingkat sekolah sampai tingkat pusat sehingga arah pendidikan kurang jelas dan terfokus dan
tingkat sekolah sampai tingkat pusat sehingga arah pendidikan kurang jelas dan terfokus dan
(g)
Masih terjadinya ketimpangan mutu dan
kondisi yang sangat jauh antara sekolah di kota dengan di daerah-daerah
terpencilserta faktor-faktor yang lain.
Dari sisi akses pendidikan, masih banyak
bahkan jutaan anak Indonesia yang belum bisa menikmati dan mengenyam pendidikan minimal
sampai tingkat menengah. Kondisi ini terjadi lebih disebabkan oleh keterbatasan
faktor ekonomi keluarga dan tingginya biaya pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah
perkotaan. Kalau kondisi ini tidak tertangani secara serius, kita akan menjadi
bangsa yang semakin terpuruk dan tergilas dalam arus global.
2.
TUJUAN JANGKA SATU TAHUN DAN EMPAT TAHUN
Tujuan Jangka
Satu Tahun
1) Angka kelulusan meningkat
2) Disiplin dalam belajar meningkat
3) Berkurangnya absensi siswa
4) Melaksanakan sholat berjamaah
5) Melaksanakan latihan mukhadarah (ceramah, MC
dan tadarus Al-Qur’an
6) Meningkatkan kegiatan olah raga dan seni
7) Pemilihan siswa teladan tiap tahun
Tujuan Jangka
Empat Tahun
1. Terwujudnya warga sekolah berprilaku sesuai
dengan nilai-nilai dan budaya yang berlaku.
2. Sekolah mampu melaksanakan Proses Belajar
Mengajar berdasarkan kurikulum 2013
3. Sekolah mampu menyelesaikan akreditasi nasional
dengan nilai “A”
4. Sekolah mampu menghasilkan pembelajaran
inovatif, kreatif, variatif, dan
berbasis IT.
5. Sekolah mampu menyediakan sarana dan prasarana
pendidikan yang relevan, dan bertaraf nasional.
6. Sekolah mampu memberikan pelayanan dan
pengembangan ektra kulikuler dalam rangka membentuk dan mengembangkan karakter
siswa.
7. Sekolah mampu menghasilkan pendidikan dan
tenaga kependidikan beretos kerja, tangguh, profesional, dan memiliki
kompetensi nasional
8. Sekolah mampu menghasilkan prestasi dibidang
akademik dan non akademik yang kompetitif tingkat nasional dan internasional.
9. Sekolah mampu mengembangkan budaya baca, budaa
bersih, budaya taqwa, dan budaya sopan santun.
10. Sekolah mampu mewujudkan lingkungan sekolah
yang nyaman, aman, rindang, asri dan bersih sesuai dengan konsep adiwiyata
dalam mendukung pencapaian prestasi.
3.
PROGAM STRATEGI DAN STRATEGI PENCAPAIAN
a.
Progam
Strategi
1. Pengembangan dokumen 1,2,dan 3 KTSP.
2. Supervisi perencanaan dan pelasanaan pembelajaran,
MONEVA perencanaan dan pelaksanaan KBM, peningkatan kompetensi pendidik tentang
metode-metode dan strategi pembelajaran, optimalisasi Pengelolaan dan
pengendalian kegiatan pembelajaran diri.
3. Pemantapan persiapan UN, kegiatan pembiasaan,
pembinaan prestasi, mental, akhlak, penerapan nillai agama, budaya dan
norma-norma.
4. Peningkatan kopetensi tenaga kependidikan,
pemenuhan kebutuhan TAS, pemenuhan tenaga tehnisi laboratium dan perpustakaan.
5. Peningkatan standar sarana ruang kelas, ruang
pimpinan, ruang guru, laboratium IPA, laboratium TIK dan multi media, ruang
OSIS dan kelengkapan lainnya, pengadaan sarana 7K serta ruang TAS
6. Penyesuaian VISI, misi, tujuan dan situasi,
kondisi dan kebutuhan sekolah, penyusunan pedoman operasional stadar sekolah,
peningkatan efektifitas rencana kerja agar memiliki tujuan yang jelas dan
perbaikan berkelanjutan. Peningkatan akurasi dan validitas pengumpulan serta
pengguna data yang handal dan Valid serta peningkatan efetifitas kinerja
pendidik dan tenaga kependidikan.
7. Peningkatan standar pengeloann keuangan,
peningkatan akuntabilitas pelaporan keuangan, penggalian sumber-sumber keuangan
yang syah danTidak menyalahi aturan.
8. Peningkatan efektifitas dan akuntabilitas
sistem penilaan dan pelaksaan progam penilaian dan pelaporan hasil belajar
siswa.
b. Strategi Pencapaian
1. Standar isi dengan cara pengembangan dokumen
1,2 dan 3 KTSP.
2. Standar
proses dilaksanakan melalui supervisi perencanaan dan pelaksanaan
pembelajaran , MONEVA perencannan dan pelaksanaan KBM, peningkatan kompetensi pendidik tentang
metode-metode dan starategi pembelajaran,
optimalisasi pengeloaan dan pengendalian kegiatan pembelajaran,
optimalisasi kegiatan layanan konselling, optimalisasi kegiatan pengembangan
diri.
3. Standar kompetensi lulusan dengan cara pemantapan
persiapan UN, Kegiatan pembiasaan, pembiaan pretasi, mental, akhlak, penerapan
nilai Agama, budaya dan norma-norma.
4. Standar pendidikan dan tenaga kependidikan
dengan cara peningkatanKompetensi tenaga kependidikan, pemenuhan kebutuhan TAS,
pemenuhan tenaga tehnisi laboratium dan perpustakaan.
5. Standar sarana dan prasarana dengan cara
peningkatan standar sarana Ruang kelas , ruang pimpinan, ruang guru, laboratium
IPA, laboratium TIK dan multi media, ruang OSIS dan kelengkapan lainnya,
pengadaan sarana 7K serta ruang TAS.
6. Standar pengelolaan dengan cara penyesuaian
VISI, misi, tujuan dan Situasi, kondisi dan kebutuhan sekolah, peyusunan
pedoman, operasional Standar sekolah, peningkatan efektifitas rencana kerja
agar memiliki Tujuan yang jelas dan perbaikan
berkelajutan, peningkatan akurasi dan Validitas pengumpulan serta
penggunaan data yang handal dan valid serta peningkatan efektifitas kinerja
pendidik dan tenaga kependidikan.
7. Standar pembiayaan dengan cara peningkatan
standar pengelolaan ke uangan, peningkatan akuntabilisasi pelaporan keuangan,
penggalianSumber-sumber keuangan yang syah dan tidak menyalahi aturan.
9. Standar penilaian pendidikan dengan cara
peningkatan efektifitas dan akuntabilitas sistem penilaan dan pelaksaan progam
penilaian dan pelaporan hasil belajar siswa.[3]
c. Indikator Keberhasilan (Milestone)
Hasil yang diharapkan dalam pengembangan sekolah selama 4 tahun
adalah sebagai berikut :
1. Terealisasinya dokumen 1,2,dan 3 KTSP serta
revitalisasi
2. Terealisasinya proses pembelajaran sesuai
dengan aturan yang ada.
3. Terealisasinya kompetensi lulusan yag baik.
4. Terealisasinya pendidik dan tenaga
kependidikan.
5. Terealisasinya sarana dan prasarana yang
lengkap
6. Terealisasinya pengelolaan sekolah yang baik.
7. Terealisasinya pembiyayaan sekolah yang cukup.
8.
Terealisasinya
penilaian pendidikan.[4]
B)
SUPERVISI,
MONITORING, DAN EVALUASI
Program supervisi, monitoring,
dan evaluasi yang dilakukan sekolah dalam empat tahun ke depan adalah sebagai berikut.
1.
Mewujudkan monitoring dan evaluasi
penyelenggaraan pendidikan dan hasil-hasilnya.
2.
Mewujudkan supervisi klinis pengembangan SKL,
Kurikulum, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Proses Pembelajaran, Manajemen
Sekolah, Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Penilaian Bertaraf
Internasional (membuat instrumen, memvalidasi, melaksanakan, menganalisis, membuat laporan,
tindak lanjutnya)
3.
Mewujudkan supervisi klinis CTL, Pembelajaran
Berbasis Masalah, Pembelajaran Kooperatif, Pembelajaran Aktif, dan
sebagainya.
4.
Mewujudkan evaluasi kinerja sekolah secara
internal pada setiap akhir tahun
pelajaran dengan tahapan:
a) Menentukan tim,
b) Membuat instrumen,
c) memvalidasi,
d) melaksanakan,
e) menganalisis,
f) membuat laporan, dan
g) tindak lanjutnya.
Rincian
Program Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi SMP SMIP 1946 Banjarmasin selama
empat tahun tahun ajaran 2014/2015 sd 2017/2018 adalah
sebagai berikut:
|
No
|
Program
|
Tahun Pelaksanaan, Prioritas Program
|
|||
|
14/15
|
15/16
|
16/17
|
17/18
|
||
|
1
|
Pembentukan Tim Pelaksana
Supervisi,
Monitoring,
danEvaluasi Intern Sekolah
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
2
|
Analisis Kebutuhan dan Pengadaan Instrumen Supervisi,
Monitoring, dan Evaluasi
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
3
|
Pemenuhan Supervisi Klinis Administrasi
Sekolah
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
a. Kegiatan
Pembelajaran
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
b.Administrasi
Kurikulum
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
c. Administrasi
Kesiswaan
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
d.
Administrasi Sarana Prasarana
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
e. Administrasi
Keuangan dan pembiayaan
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
f. Administrasi
Manajemen Sekolah
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
g.Administrasi
Ketenagaan (Ditendik)
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
h.Administrasi
Bimbingan Konseling
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
i. Administrasi
Budaya Dan Lingkungan Sekolah
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
4
|
Monitoring Pelaksanaan Program Sekolah
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
a. Pemenuhan
SKL dan Prestasi Sekolah/ Siswa
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
b.Pengembangan
Standar Isi
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
c. Pengembangan
Proses Pembelajaran
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
d.
Pengembangan Kinerja Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
e. Pemenuhan
Sarana dan Prasarana
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
f. Pemenuhan
Standar Pengelolaan/ Manajemen
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
g.Pemenuhan
Standar Pendanaan Pendidikan
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
h.Pengembangan
Standar Penilaian Pendidikan
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
i. Pengembangan
Budaya Sekolah
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
|
j. Pengembangan
Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
5
|
Pemenuhan Evaluasi Kinerja
Sekolah RSMABI
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
6
|
Pemenuhan Evaluasi Kinerja
Pendidik
dan Tenaga Kependidikan
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
|
7
|
Tindak lanjut hasil supervisi,
monitoring, dan
evaluasi
|
ü
|
ü
|
ü
|
ü
|
Pelaksanaan Supervisi, Monitoring, dan
Evaluasi
1. Internal
a) Kepala sekolah
b) Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah
2. Eksternal
a) Yayasan Pendidikan “SMIP 1946”
b) Komite sekolah
c) Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin
d) Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan
Selatan
Waktu Pelaksanaan
1. Supervisi dan Monitoring
a. Internal: dilaksanakan setiap dua bulan
sekali
b. Eksternal: sesuai jadwal monitoring
2. Evaluasi
a. Internal: dilaksanakan akhir tahun
pelajaran
b. Eksternal: sesuai jadwal evaluasi
Sumber Data
1.
Dokumen
2.
Hasil Pengamatan
3.
Hasil Wawancara
4.
Instrumen ME [5]
C) ANALISIS SWOT SMP
SMIP 1946 BANJARMASIN.
Analisis SWOT (Strengths/Kekuatan,
Weaknesses/Kelemahan, Opportunities/Peluang, dan Threats/Ancaman) merupakan suatu
kegiatan yang dilakukan dalam rangka mempersiapkan suatu perencanaan. Perencanaan
adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang
akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Disebut sistematis karena
perencanaan itu dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip tertentu di
dalam proses pengambilan keputusan, penggunaan pengetahuan dan teknik/
pendekatan secara ilmiah, serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi.
Perencanaan dilakukan untuk menyusun rangkaian kegiatan guna mencapai tujuan
yang ditentukan sebelumnya. Untuk menyusun rencana yang dapat direalisasikan
dalam kegiatan nyata dan berhasil, diperlukan bebagai pendekatan untuk
mengetahui atau memahami sejumlah informasi yang diperlukan, baik aspek
internal maupun aspek ekternal. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan
adalah analisis ”SWOT” (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).
Pendekatan berupa analisis SWOT merupakan pendekatan yang efektif
bagi suatu perencanaan di suatu lembaga/organisasi, hingga perencanaan tersebut
terbentuk / dibuat, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan visi misi. Analisa
SWOT, visi, misi sebagai sebuah konsep memiliki interaksi yang erat, kesemuanya
itu merupakan suatu bagian integral dari sebuah organisasi/lembaga.
Analisis SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats.[6] Analisis SWOT sudah
menjadi alat yang umum digunakan dalam perencanaan strategis pendidikan, namun
ia tetap merupakan alat yang efektif dalam menempatkan potensi intitusi. SWOT
dapat dibagi ke dalam dua elemen, analisis internal yang berkosentrasi pada
prestasi institusi itu sendiri, dan analisis lingkungan.
Analisis SWOT adalah satu pekerjaan yang cukup berat karena hanya
dengan alternatif-alternatif strategik dapat disusun. Kegagalan menganalisisnya
berarti gagal dalam mencari relasi dan titik temu antara faktor-faktor
strategik dalam lingkungan internal yang terdapat dalam lingkungan eksternal,
sambil mencari hubungannya dengan misi, tujuan, dan sasaran organisasi, juga
merupakan kegagalan dalam mempersiapkan suatu keputusan strategik yang baik. Hanya
dengan analisis SWOT, keputusan-keputusan strategik yang baik dapat dihasilkan.
Menurut Sharplin dalam Sagala (2007:140) memasukkan analisis SWOT
untuk melihat kekuatan melihat kekuatan dan kelemahan di dalam sekolah
sekaligus memantau peluang dan tantangan yang dihadapi sekolah. Analisis SWOT
adalah salah satu tahap dalam manajemen strategik yang merupakan pendekatan
analisis lingkungan. Proses penilaian kekuatan, kelemahan, peluang, dan
hambatan secara umum menunjuk pada dunia bisnis sebagai analisis SWOT.[7] Analisis SWOT menyediakan
para pengambil keputusan organisiasi akan informasi yang dapat menyiapkan dasar
dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Jika keputusan itu
diterapkan secara efektif akan memungkinkan sekolah mencapai tujuannya.
Analisis lingkungan adalah studi tentang “kekuatan” dan “kelemahan”
sebagai elemen internal, “peluang” dan “ancaman” sebagai elemen eksternal suatu
organisasi, masa kini, dan berpotensi diperkirakan akan muncul di masa depan,
sebagai data/bahan untuk menetapkan dan menyusun perencanaan strategis
organisasi masa depan (Theresia, 2003:118).[8]
Analisis lingkungan terdiri dari dua unsur yaitu analisis
lingkungan eksternal dan analisis lingkungan internal (analisis organisasi)
berupa potensi internal sekolah. Analisis lingkungan eksternal meliputi
identifikasi dan evaluasi aspek-aspek sosial, budaya, politis, ekonomis, dan
teknologi serta kecendrungan yang mungkin berpengaruh pada organisasi.
Kecendrungan ini biasanya merupakan sejumlah faktor yang sukar
diramalkan atau memiliki derajat ketidakpastian tinggi. Hasil dari analisis
lingkungan eksternal adalah sejumlah peluang atau Opportunities yang harus dimanfaatkan oleh organisasi dan ancaman
atau Threats yang harus dicegah atau
dihindari. Analisis lingkungan internal terdiri dari penentu persepsi yang
realistis atas segala kekuatan atau Strengths
dan kelemahan atau Weaknesses yang
dimiliki organisasi. Suatu organisasi harus mengambil manfaat dari kekuatannya
secara optimal dan berusaha untuk mengatasi kelemahannya agar terhindar dari
kerugian baik waktu maupun anggaran.
Analisis SWOT dalam penyelenggaraan sekolah dapat membantu
pengalokasian sumber daya seperti anggaran, sarana dan prasarana, sumber daya
manusia, fasilitas sekolah, potensi lingkungan, dan sebagainya yang lebih
efektif. Analisis SWOT dalam program sekolah dapat dilakukan dengan membuat
matrik SWOT. Matrik ini terdiri dari sel-sel daftar kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman dalam penyelenggaraan program sekolah. Untuk memperoleh mutu
sekolah dapat dilakukan strategi SO (menggunakan kekuatan dan memanfaatkan
peluang). Strategi WO (memperbaiki kelemahan dan mengambil manfaat dari
peluang). Strategi ST (menggunakan kekuatan dan menghindari ancaman). Strategi
WT (mengatasi kelemahan dan menghindari ancaman).
Dalam memperhatikan lingkungan eksternal sekolah ini diperlukan
langkah atau upaya mengumpulkan informasi yang relevan dengan cara-cara yang
sistematis dan melakukan evaluasi dan analisis dan analisis hasil evaluasi.
Sehingga dapat digunakan untuk pertimbangan menentukan kebijakan selanjutnya.
Analisis SWOT memungkinkan sekolah mengeksploitasi peluang-peluang masa depan
ketika melawan tantangan dan persoalan-persolan, dan melakukan penemuan
strategis pada kompetensi dan kekuatan khusus. Keseluruhan proses manajemen
strategik secara konseptual menjadi analisis SWOT. Alasannya sebuah SWOT
mungkin memberi kesan sebuah perubahan lainnya di dalam misis, tujuan,
kebijakan dan strategi sekolah.
Titik Singgung Unsur/Faktor Analisis. Dengan memanfaatkan
perencanaan strategik yang efektif, dapat membantu mencari titik kecocokan
antara ketiga elemen penting tersebut. Sehubungan dengan itu
pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab ialah “apakah visi/misi organisasi
telah jelas?”. “Apakah visi/misi itu cocok dengan apa yang diperlukan dan
dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terutama konsumen yang
dilayani”. Dan, “apakah organisasi telah memiliki sumber daya dan kemampuan
yang cukup dan memadai untuk melakukan apa yang dibutuhkan tersebut?. Andaikata
tidak, bagaimana menyelesaikannya.
Peluang yang tersedia tidak selamanya dapat mendukung visi/misi
yang ada. Apabila terdapat titik singgung, sesungguhnya organisasi sudah dapat
menciptakan suatu strategi yang sangat menguntungkan dan memuaskan.
Miles dan Snow dalam Theresia (2003) mengartikan titik singgung
sebagai suatu proses, dan suatu pernyataan –yaitu suatu penyelidikan dinamis
yang mencoba menyatukan atau memadukan organisasi dengan lingkungannya, dan
mengatur sumber daya internal untuk mendukung perpaduan itu. Dalam istilah
praktisnya, mekanisme perpaduan yang menjadi basisnya ialah strategi, sedangkan
pengaturan internal adalah struktur organisasi dan proses manajemen”.[9] Konsep ini masih bersifat
makro karena masih perlu dianalisis lebih jauh, pada titik mana faktor-faktor
yang saling menguntungkan dan meringankan itu bertemu satu dengan lain.
Titik singgung di sini hendaknya tidak dipahami dalam artian yang
sempit, tetapi dalam pengertian kesesuaian dan kecocokan antara faktor-faktor strategik,
yaitu antara faktor eksternal, innternal, dan visi/misi organisasi. Konsep
titik singgung ini tidak akan pernah sempurna karena terjadinya
perubahan-perubahan yang berfluktuasi dalam lingkungan.
1. Strengths (Kekuatan)
Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek
atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang
terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.[10]
Strengths atau kekuatan jika dikaitkan dengan sekolah merupakan sesuatu faktor pendukung sebuah lembaga sekolah dalam mencapat
tujuannya, sehingga sekolah mampu bersaing antar
lembaga pendidikan lainya.
Berdasarkan wawancara,
observasi, dan dokumenter penulis dengan Kepala
Sekolah, penulis mengajukan pertanyaan apa saja keunggulan yang dimiliki oleh SMP
SMIP 1946 dilihat dari segi fisik, seperti Sumber Daya
Manusia dan lain-lain.
Menurut beliau Strengths
(Kekuatan) yang dimiliki SMP “SMIP 1946” Banjarmasin saat ini adalah:
a. Mempunyai letak
geografis yang sangat strategis dan lahan yang cukup luas.
b. Tanah dan gedung milik sendiri
c. Daya dukung yang sangat
positif dari masyarakat sehingga dapat meningkatkan hubungan kerja sama antara
sekolah, komite, orang tua siswa dan masyarakat.
d. Yayasan yang mengayomi
e. Motivasi guru dan siswa
cukup tinggi sehingga mampu mengembangkan metode pembelajaran yang evektif dan
disertai dengan penerapan iman dan takwa sehingga
siswanya cukup antusias dalam merespon setiap pembelajaran.
f. Pembiasaan
·
Pada setiap awal
pembelajaran membaca al-Quran dan Asmaulhusna.
·
Pada akhir pelajaran dilaksanakan sholat dzuhur bersama
secara bergilir setiap tingkatan kelas.
·
Setiap hari Jumat
pagi kegiatan Jumsih bagi guru dan siswa selama 30 menit.
·
Setiap pagi lima menit pertama
mengkondisikan kebersihan kelas.
g. Hubungan yang baik antara guru dengan guru
ataupun guru dengan siswa sangat kondusif baik dalam kegiatan ektrakurikuler
ataupun pembelajaran untuk membentuk kwalitas siswa yang positif
h. Dalam segi pendekatan,
metode yang diajarkan guru yang bervariasi sehingga guru
menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi agar siswa dapat
mengembangkan diri sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
i.
Tenaga pengajar atau pendidik yang sudah sarjana dan
professional yang mana tingkat pendidikan guru S1 adalah 95 %
j.
Kegiatan pembelajaran ekstrakulikuler yang sangat
efektip dengan tenaga operasional yang memadai khususnya bidang olahraga dan
kesenian sangat diutamakan untuk meningkatkan prestasi siswa sesuai
dengan bakat, minat dan kreativitas.
k. Adanya Fasilitas
perpustakaan, lapangan olahraga, dan loboratorium yang memadai.
2.
Weakness (Kelemahan)
Merupakan kondisi
kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang
ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh
organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.[11]
Jika dikaitkan
kembali dengan sekolah merupakan kondisi yang
menghambat atau kelemahan yang terdapat dalam lembaga sekolah. Kelemahan yang
dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam lembaga tersebut.
Pada hasil
wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan penulis dengan Kepala Sekolah penulis mengajukan
pertanyaan. Apa saja kelemahan yang dimiliki SMP SMIP 1946 dari segi fisik
maupun Sumber Daya
Manusia yang ada?
Weakness
(Kelemahan) yang dimiliki sekolah adalah :
a. Rekrutmen guru dan staf
yang terkadang tidak sesuai dengan latar
belakang pendidik
b. Keadaan guru sebagian
besar masih berstatus honorer.
c. Masih banyak guru yang belum
bisa menggunakan komputer sebagai media pembelajaran.
d. Penerimaan siswa
Baru/pindahan, Peneriman siswa belum dilakukan dengan cara test.
e. Sarana dan prasarana yang ada
tidak dipergunakan
secara maksimal oleh guru terutama di perpustakaan dan di loboratorium sehingga
kurang kondusif dalam kelengkapan buku dan juga alat praktik yang
dimanfaatkan oleh siswa untuk penunjang pembelajaran.
f. Gedung sekolah sudah
membutuhkan banyak perbaikan seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, dan
juga ruang kantor yang masih kurang memadai oleh sebab itu dilakukan renovasi
secara bertahap.
g. Sebagian siswa yang masuk kemampuan
kecerdasannya di bawah standar
h. Siswa belum terbiasa bertanya, berkonsultasi
ataupun berdiskusi masalah pelajaran
i.
Minat
belajar siswa masih kurang
j.
Daya
saing dan kreatifitas siswa kurang
k. Nilai hasil Ujian Akhir Nasional masih rendah
l.
Masih
kurang disiplin waktu
m. Kemampuan untuk bersaing rendah
n. Pembiyaan Orang tua
siswa dalam anggaran pembangunan sangat sulit dikarnakan kondisi perekonomian
siswanya kebanyakan dibawah
rata-rata.
o. Tidak adanya jamsostek bagi guru – guru
terutama Guru Honorer.
3. Opportunities (Peluang)
Merupakan kondisi
peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan
peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.[12] Misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan
sekitar.
Peluang yang
berkembang di SMP SMIP 1946 yaitu kondisi yang terjadi baik itu peluang dari
luar sekolah maupun dari dalam sekolah. Penulis melakukan
wawancara dan obsevasi dengan Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah, apa saja
peluang yang dimiliki sekolah dengan adanya Bantuan Oprasional Sekolah
tersebut?
Opportunities (Peluang) yang dimiliki sekolah :
a.
Adanya kebijakan nasional yang mendorong untuk terus meningkatkan mutu dan wajib belajar 9 tahun yang juga merupakan
kebijakan pemerintah menyebabkan adanya bantuan yang menguntungkan siswa dan meringankan
beban orang tua siswa contoh bantuan yang diperoleh atau didapat oleh pihak sekolah adalah: dana
Bantuan Oprasional Sekolah atau yang sering kita singkat dengan dana BOS dan
dana (Bantuan Siswa Miskin) yang sekarang diganti dengan KIP (Kartu Indonesia Pintar)
b.
Dukungan pemerintah daerah dalam melengkapi sarana dan
prasarana Sekolah dengan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) untuk melengkapi
sarana dan prasarana sekolah
c.
Secara bertahap kebutuhan sekolah diperhatikan dan dipenuhi.
d.
Keamanan
lingkungan dan rasa memiliki dari masyarakat sekitar terhadap sekolah
e.
Pembangunan dengan tanah yang luas bisa memunjang ke
arah yang refrisentatif (tepat).
f.
Sarana dan prasarana merupakan kekuatan yang telah ada
agar bisa dipergunakan dan pemanfaatannya yang ada dan harus di kembangkan
terus menerus.
g.
Dukungan masyarakat yang ingin menjadikan siswa/siswi
kelak menjadi lebih berkwalitas di masyarakat dan ingin setelah lulus dari SMP
“SMIP1946” Banjarmasin bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi
h.
Mengingat lokasi yang srtrategis menjadi kekuatan
dalam perkembangan sekolah dalam perekrutan lulusan SD berpeluang cukup besar
i.
Kesesuaian sarana dan prasarana sekolah dengan
tuntutan potensi daerah dan per-kembangan IPTEK (Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi) serta IMTAK (Iman Dan
Taqwa)
j.
Daya dukung orang tua yang tinggi dan terbukti dengan
mendaftarkan anaknya di SMP “SMIP1946” Banjarmasin
Selain itu peluang yang
dimiliki sekolah dengan adanya dana bantuan oprasional sekolah yaitu:
a)
Mengoptimalkan kopetensi yang dimiliki oleh tenaga
pendidik dan kependidikan
b)
Mengoptimalkan bakat dan kemampuan yang dimiliki siswa
c)
Membina karakter keagamaan yang lebih universal
d) Memamfaatkan seoptimal
mungkin kepercayaan stake holder (Pemangku
Kepentingan) yang ada di lingkungan
sekolah.
4. Threats (Ancaman)
Merupakan kondisi
yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau
konsep bisnis itu sendiri.[13] Jika berbicara tentang Threats/ancaman yang mana
ancaman ini merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat
mengganggu sebuah lembaga/sekolah.
Berdasarkan wawancara penulis dengan Kepala Sekolah, penulis mengajukan pertanyaan hal
apa saja yang menjadi ancaman bagi SMP SMIP 1946 baik dari dalam maupun luar?
Threats (Ancaman)
Merupakan kondisi yang mengancam dari dalam sekolah atau pun dari luar sekolah,
ancaman yang ada diantaranya yaitu:
a. Jarak yang begitu dekat antara lembaga
pendidikan yang setingkat dengan SMP dengan banyaknya SMP – SMP yang lebih
berkwalitas.
b. Bersebelahan/berdekatan dengan sekolah swasta (MTSs)
yaitu MTSs SMIP 1946 banjarmasin
c. Letak geografis SMP smip 1946
Banjarmasin yang berada ditengah kota dan
memungkinkan terjadinya gangguan terhadap kelancaran KBM. Gangguan
tersebut dapat berupa :
·
Kebisingan yang disebabkan oleh lalu lintas kendaraan bermotor.
·
Kemacetan yang menyebabkan keterlambatan siswa atau guru pada jam pelajaran
pertama
·
Tercemarnya
udara disekitar lingkungan sekolah.
d. Persaingan
untuk masuk SMA/ Sekolah Menengah Atas yang lebih berkualitas nantinya dan
setingkatnya banyak memperoleh persaingan dengan SMP-SMP yang lebih berkwalitas
dalam tes masuk SMA Negeri.
e. Fasilitas sarana dan prasarana yang lebih
lengkap yang dimiliki sekolah-sekolah negeri sekitar.
f. Kemajuan Teknologi Komputer dan Informatika
Belum terlalu maksimal karena belum adanya laboraterium Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) di sekolah ini, jadi kemampuan dalam bersaing dengan SMP
lainnya yang sudah mempunyai laboraterium Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK) akan lebih sulit.
g. Belum banyak kegiatan yang dipusatkan di SMP
“SMIP 1946” Banjarmasin ini
h. Adanya lingkungan siswa yang kurang baik
seperti tawuran, narkoba, dan sebagainya.
i.
Adanya
ke tidak pengertian dari orang tua siswa akan kemajuan pendidikan
C. ANALISIS DATA
Dari penyajian data diatas, maka dapat dianalisis bahwa
permasalahan yang ada di SMP “SMIP1946” Banjarmasin disaat penyusunan
Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan dilihat dari analisis SWOT dapat dijadikan
sebagai acuan untuk sekolah untuk terus maju dan menjadi lebih baik, karena
dengan adanya analisis SWOT tersebut sekolah dapat melihat apa saja kekuatan
yang dimiliki sekolah seperti:
1. Memiliki letak geoggrafis yang sangat strategis
2. Daya dukung masyarakat yang positif
3. Adanya berbagai fasilitas yang dimiliki sekolah
4. Motivasi dan hubungan yang baik antara guru dan
siswa
Selain itu dengan adanya analisis
SWOT tersebut sekolah juga dapat mengetahui apa saja kelemahan yang dimiliki sekolah seperti rekrumen guru dan staf yang terkadang tidak
sesuai dengan latar belakang pendidik, penerimaan murit baru tidak dilakukan
dengan cara test, sarana dan prasarana yang ada tidak dipergunaka secara
maksimal, gedung sekolah membutuhkan banyak perbaikan, dll.
Sedangkan peluang yang dimiliki sekolah seperti dukungan dari pihak pemerintah, keamanan
lingkungan, dukungan dari masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya serta lokasi yang sangat strategis dapat dijadikan peluang oleh pihak
sekolah untuk dapat siaga terhadap ancaman yang
akan datang baik dari dalam maupun dari luar sekolah sehingga sekolah sudah siap untuk menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi seperti :
1) Jarak yang begitu dekat dengan antara lembaga
pendidikan yang setingkat dengan SMP dengan banyaknya SMP – SMP yang lebih
berkwalitas.
2) Kemajuan Teknologi Komputer dan Informatika
Belum terlalu maksimal karena belum adanya laboraterium Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) di sekolah ini.
3) Belum banyak kegiatan yang dipusatkan di SMP
“SMIP1946” Banjarmasin ini
4) Adanya lingkungan siswa yang kurang baik
seperti tawuran, narkoba, dan sebagainya.
5) Adanya ke tidak pengertian dari orang tua siswa
akan kemajuan pendidikan
Dengan segala sesuatu yang telah
dijelaskan penulis diatas diharapkan sekolah juga
mampu mengevaluasi suatu masalah yang
dimilikinya dan dapat mencari solusi yang tepat
untuk segala permasalahn yang dihadapi sekolah.
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil
penelitian dan analisis data tentang Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) maupun
analisis SWOT, dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) adalah
sebuah dokumen perencanaan yang dibuat oleh “sekolah” untuk mengadakan
perubahan fisik dan nonfisik sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan
sekolah. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) menggambarkan peta perjalanan
perubahan sekolah dari suatu kondisi sekarang menuju kondisi yang lebih baik
dan lebih menjanjikan dalam kurun waktu 4 tahun ke depan.
2. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
menggambarkan sekolah sebagai suatu sistem dan bagian dari suatu sistem yang
lebih luas yang berinteraksi secara berkesinambungan, memperoleh masukan dari
masyarakat dan memberikan output kepada masyarakat. Sehingga mutu pelayanan
sekolah sangat tergantung dari input yang diterimanya dan proses yang
dikerjakannya. Oleh karena itu jika pelayanan sekolah ingin ditingkatkan maka
input dan proses dalam sekolah itu harus disempurnakan.
3. Sedangkan dilihat dari analisis SWOT
dapat ditarik kesimpulan bahwa, dalam pelaksanaanya ada yang dapat menjadi
motivasi terhadap lembaga seperti strengths
(kekuatan yang dimiliki lembaga sekolah) serta peluang yang dimiliki sekolah. Akan tetapi disisi lain juga terdapat ancaman atau
hambatan serta kelemahan yang perlu diperhatikan dan agar kiranya dengan adanya
hal tersebut sekolah dapat lebih meningkatkan kualitasnya ke arah yang semakin
lebih baik lagi dengan mengacu kepada peluang yang dimiliki serta kekuatan
sekolah sehingga diharapkan sekolah juga mampu mengevaluasi suatu masalah yang dimilikinya dan dapat mencari solusi yang tepat untuk
segala permasalahn yang dihadapi sekolah.
B. Saran-saran
Berdasarkan
simpulan diatas ada beberapa saran yang ingin penulis kemukakan, sebagai
berikut :
1.
Disarankan kepada
Kementerian Pendidikan dan Budaya Kota Banjarmasin agar lebih memberikan
perhatian dan motivasinya sekolah swasta pada umumnya dan kepada SMP SMIP 1946
Banjarmasin pada khususnya, agar diharapkan nantinya kualitas sekolah swasta
dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain maupun sekolah Negeri.
2.
Disarankan kepada Kepala
Sekolah, agar dalam pelaksanaan manajemen bantuan operasional sekolah agar
terus ditingkatkan dan diarahkan kearah yang dapat meningkatkan kualitas
sekolah, siswa, dan guru sehingga tujuan pendidikan yang diharapkan akan
tercapai dengan maksimal.
3.
Disarankan kepada guru,
sebaiknya secara bersama-sama berusaha meningkatkan mutu sekolah dan kualitas
sekolah, sehingga dengan adanya hubungan yang erat antara pimpinan dan bawahan,
maka akan tercipta sekolah yang baik.
4.
Disarankan kepada masyarakat
agar selalu berperan aktif dan ikut serta dalam peningkatan kualitas pendidikan
di sekolah.
5.
Disarankan kepada peneliti
lain, agar melakukan penelitian terhadap variabel lain yang berkenaan dengan
masalah bantuan operasional sekolah atau madrasah. Hal tersebut diharapkan akan
mampu meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Freddy Rangkuti.1998.Analisis
Swot Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Ferrel,O.C and D, Harline.2005. Marketing Strategy. South Western:
Thomson Corporation.
Guiltinan, Joseph.P. 1994. Strategi dan Program Manajemen Pemasaran.
Jakarta: Erlangga
Hasibuan, M.S.P.
2007. Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara
Listyani, Theresia Tyas. 2003. Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Hutang,
dan Pengaruhnya Terhadapa Kepemilikan Saham Isntitusional. Journal
Maxi, Vol.3: H. 118
Miles, R.E., & Snow, C.C.,
1978. Organizational Stragy, Structure
and Process.New York:Mc. Graw-Hill.
Profil SMP SMIP 1946 tahun 2011
Rajihah, Laporan OJL. 2014, Profesional Development For
Education Personnel Program, Banjarmasin.
Sagala,
Syaiful. 2007. Managemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan.
Bandung: Alfabeta.
Surat Keputusan tentang Akreditasi Sekolah
http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT
[1] Surat Keputusan tentang Akreditasi Sekolah
hal.1
[2] Profil
SMP SMIP 1946 tahun 2011
[3] Rajihah, Laporan OJL. Profesional Development For
Education Personnel Program, Banjarmasin 2014. (tanpa halaman)
[4] Rajihah,
Laporan OJL. Profesional Development
For Education Personnel Program,
Banjarmasin 2014. (tanpa halaman)
[5]
Rajihah,
Laporan OJL. Profesional Development
For Education Personnel Program,
Banjarmasin 2014. (tanpa halaman)
[7] Sagala, Syaiful. 2007. Managemen Strategik dalam
Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta, H. 140
[8] Listyani,
Theresia Tyas. 2003. Kepemilikan
Manajerial, Kebijakan Hutang, dan Pengaruhnya Terhadapa Kepemilikan Saham
Isntitusional. Journal Maxi, Vol.3:
H. 118
[9] Miles,
R.E., & Snow, C.C., 1978. Organizational
Stragy, Structure and Process.New York:Mc. Graw-Hill. H. 156
[11]
Guiltinan, Joseph.P. 1994. Strategi
dan Program Manajemen Pemasaran. Jakarta:
Erlangga
[12] Freddy Rangkuti.1998.Analisis Swot Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, H. 84
Corporation. H. 154


Tidak ada komentar:
Posting Komentar